Minggu, 21 Juni 2026

FAKTA NIH…! Dr. Kurtubi: Kematian Akibat Listrik dari Batubara dan BBM Tertinggi Dibanding Nuklir

Dr. Kurtubi saat kunjungan ke lokasi PLTN Flamanville yamg terletak di Pantai Normandie Perancis tahun 2018. Perancis merupakan negara maju yang 75% listriknya dari nuklir. (Ist)

JAKARTA- Perbandingan kematian akibat produksi per terawatt jam listrik dari batubara, BBM dan nuklir masing-masing sebesar sekitar 25 kali dan  20 kali dibandingkan kematian akibat listrik bersumber nuklir. Hal ini disampaikan Dr. Kurtubi kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (17/2) menanggapi data global kematian akibat produksi listrik yang diberitakan Stasiun TV CNN, Minggu (16/2) malam.

 
“Apakah kita masih ragu dengan manfaat listrik dari Nuklir?  Selain listriknya yang paling bersih dari emisi CO2, debu, NOx dan COx, juga listriknya Non-Intermitten (Stabil 24 jam, 365 hari setahun) juga costs yang semakin kompetitif,” kata Direktur Center for Mineral and Energy Economics Studies (CMEES) ini.
 
Oleh karenanya berdasarkan fakta di atas, Dr. Kurtubi meminta agar pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan menyempurnakan kebijakan energi nasional.
 
“Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, Industrialisasi suatu keharusan. Baik industri skala besar, menengah maupun industri skala rumah tangga. Nyaris semua industri beroperasi 24 jam yang pasti butuh listrik stabil 24 jam,” jelas anggota International Association for Energy Economics  (IAEE) dan Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI).
 
Ia mengingatkan bahwa kebijakan mendiskriminasikan nuklir sebagai salah satu sumber energi yang paling aman justru akan merugikan karena pasti tidak berhasil mendorong percepatan industrialisasi yang menjadi program strategis nasional.
 
“Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang mendeskriminasikan PLTN sebagai Opsi terakhir, selain tidak rational dan bias, juga menghambat percepatan bangsa kita menjadi Negara Industri Maju,” tegasnya.
 
menyatakan tingkat kematian dari energi batu bara adalah salah satu yang tertinggi di dunia dengan perkiraan 100.000 kematian per terawatt jam, dalam hal biaya manusia dan lingkungan. Angka kematian ini didasarkan pada operasi ekstraksi pertambangan serta penggunaan energi yang sebenarnya. 
 
Polusi udara dari pembangkit listrik tenaga batu bara juga semakin memprihatinkan karena dikaitkan dengan asma, kanker, dan penyakit jantung. Batubara yang terbakar dapat melepaskan polutan udara beracun seperti merkuri, sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan partikel.
 
Jumlah kematian akibat polusi udara telah mencapai lebih dari 2,5 juta di wilayah Asia Timur dan Pasifik pada tahun 1990.
 
Sumber Energi Teraman
 
Dalam tulisan ini juga di tunjukan sebagai perbandingan, energi nuklir dianggap sebagai sumber energi yang paling aman, bahkan setelah dimasukkannya bencana nuklir seperti Chernobyl dan Fukushima sebagai jumlah energi yang dihasilkan untuk mengimbangi peristiwa-peristiwa ini dalam jangka panjang. Untuk menggantikan batubara saat ini ada rencana untuk membangun beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir  di seluruh dunia. (Web Warouw)
 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles