Minggu, 24 Mei 2026

GASPOL JENDERAL..! Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging dalam 5 Tahun

JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Target tersebut menjadi lanjutan dari capaian swasembada sejumlah komoditas pangan yang telah berhasil diraih pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam. Daging kita masih belum,” kata Prabowo dikutip Bergelora.com di Jakarta, Minggu (24/5).

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mempercepat peningkatan produksi peternakan nasional agar kebutuhan daging dalam negeri dapat dipenuhi tanpa bergantung pada impor.

“Ini sedang kita kerjakan, mungkin empat tahun lagi, lima tahun lagi kita swasembada daging,” ujarnya.

Prabowo menegaskan ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama kedaulatan nasional, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik dan peperangan di berbagai belahan dunia.

“Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada,” katanya.

Selain sektor pangan, Prabowo menilai Indonesia harus memiliki kekuatan nasional yang kokoh, termasuk dalam bidang pertahanan, guna menjaga dan melindungi kekayaan sumber daya alam nasional.

“Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk menjaga kekayaan kita,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengelola kekayaan nasional secara mandiri demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Ini sudah kita lakukan dan harus kita lakukan. Ini perintah Undang-Undang Dasar, dan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegasnya.

Kran Impor Daging Dibuka

Sebelumnya dilaporkan, impor daging sapi kini resmi diborong BUMN. Kementerian Perdagangan menuntaskan seluruh perizinan impor sebesar 297 ribu ton sepanjang tahun 2026, sebagai langkah strategis negara menjaga pasokan sekaligus mengurangi gejolak harga di pasar.

Kran impor daging sapi resmi dibuka lebaran. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan seluruh perizinan impor daging sapi untuk tahun 2026 sudah rampung 100 persen.

Totalnya bukan angka kecil: 297 ribu ton. Dan ya, sebagian besar “diborong” Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menegaskan tak ada lagi ganjalan administratif.

Semua izin sudah diteken, semua pengugasan sudah keluar. Semuanya sudah keluar.Penugasan BUMN 250 ribu ton sudah keluar semua, swasta juga sudah, ujar Tommy, Sabtu (24/1/2026).

Kepastian ini Merujuk pada Neraca Komoditas 2026 yang sejak awal memang mematok kuota impor daging sapi di angka 297 ribu ton.

Dari total tersebut, porsi jumbo jatuh ke tangan BUMN Pangan, yakni sekitar 250 ribu ton.

Penyalurannya dilakukan melalui PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Sementara sektor swasta hanya kebagian sekitar 30 ribu ton.

Dengan kata lain, lebih dari 80 persen impor daging sapi pada tahun ini dikendalikan negara. Swasta? Tetap ikut main, tapi porsinya tipis-tipis.

Tommy menegaskan, pekerjaan rumah di Kemendag sudah selesai. “Sudah lengkap, sudah keluar permohonan izinnya.Tinggal realisasinya,” katanya singkat, tapi padat.

Artinya, bola kini ada di lapangan, menunggu distribusi dan realisasi impor berjalan sesuai rencana.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah sedang bermain di papan catur stabilitas harga pangan. Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menjelaskan bahwa penataan kuota impor daging sapi 2026 adalah instrumen untuk menjaga harga tetap berada di tingkat konsumen.

Jika ditarik ke belakang, kuota impor daging sapi pada tahun 2025 hanya berada di kisaran 180 ribu ton.

Tahun ini melonjak signifikan menjadi 297 ribu ton. Lonjakan ini dibarengi dengan perubahan strategi: sebagian besar kuota ditarik ke BUMN.

Menurut Amran, langkah ini penting agar negara memiliki “tangan” yang kuat untuk mengintervensi pasar ketika harga mulai pembohong.

“Logikanya, kalau dipegang semua oleh swasta, pemerintah sulit melakukan intervensi saat harga bergejolak. Untuk itu, kuota impor ditarik ke BUMN agar negara bisa hadir sebagai stabilisator,” tegas Amran usai rapat koordinasi harga pangan di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Dengan kendali impor di tangan BUMN, pemerintah berharap bisa lebih lincah mengatur pasokan, menjaga harga, dan menjaga daya beli masyarakat.Daging Sapi

Di pasar, daging sapi memang bukan sekedar komoditas. Ia sensitif, penuh emosi, dan cepat memicu gejolak jika pasokannya seret.Makanan

Kini, dengan izin impor yang sudah tuntas dan kuota yang sudah dipecah, pemerintah tinggal membuktikan satu hal, apakah strategi “impor diborong BUMN” ini benar-benar ampuh menenangkan harga, atau justru memicu dinamika baru di pasar daging sapi nasional. Waktu, seperti biasa, yang akan menjawab. (Calvin G. Eben-Haezer)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles