Sabtu, 25 Mei 2024

Gila! Aksi Di Kemenpan, Bidan Hamil Diinjak Polisi Sampai Kritis

JAKARTA- Aksi 1.000 bidan desa PTT yang tergabung dalam Forbides (Forum Bidan Desa) PTT mengalami kekerasan oleh aparat polisi, di Kementeritan Pendayagunaan Apartaur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Kamis (22/9) siang. Beberapa orang bidan menjadi korban pemukulan Polisi Wanita. Bidan Aprilia dari Banten sedang hamil 20 minggu jadi korban diinjak beberapa orang polisi wanita sehingga mengalami kritis di Rumah Sakit Pertamina saat  ini.

Ribuan bidan karena dihalangi masuk ke halaman kantor Kemenpan RB, akhirnya menggelar aksi di halaman luar di depan gerbang gedung kementerian dan menutupi hampir seluruh jalan Sisingamangaraja.

Tiba-tiba serombongan barracuda brimob lewat dijalan yang sudah menyempit. Aparat polisi memaksa bidan desa yang sedang duduk beristirahat untuk minggir. Karena berteriak kasar dan mulai mendorong-dorong, maka barisan bidan desa mulai melakukan perlawan sengit. 

Saat itu bidan Aprilia yang sedang hami; 30 minggu terjebak dan diinjak-injak oleh petugas polwan. Melihat itu, sontak bidan Aprilia melawan dan sempat mendapat tendangan. Melihat Aprilia terjatuh, puluhan bidan desa siaga yang menjadi barisan pelopor berlarian mengejar beberapa orang Polwan. Perkelahian sengit terjadi antara bidan dan aparat polisi. Akhirnya aparat polwan yang tidak memakai seragam itu lari terbirit-birit dan disoraki massa bidan desa.

“Sikap kalian polisi tidak mencermin alat negara, tetapi preman. Beraninya hanya sama perempuan. Apa kalian pikir kalian yang punya negara ini,” teriak Ketua Forbides Sulawesi Selatan, Dharmawati kepada beberapa orang perwira Polisi yang melerai perkelahian. Dirinya mengejar Polwan yang menginjak Bidan Aprilia namun Polwan itu sudah diselamatkan oleh polisi lainnya. Dharmawati sempat akan ditangkap namun bisa diselamatkan oleh bidan lainnya.

Bidan Aprilia sempat terjatuh dan diselamatkan bidan yang lain kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pertamina.

“Di UGD Rumah Sakit Pertamina Bidan Aprilia segera diobservasi. Ia mengalami pendarahan, kontraksi berkali-kali dan rasa sakit luar biasa saat perutnya disentuh. Rupanya kekerasan yang dialaminya menyebabkan jalan keluar bayi tertutup plasenta,” jelas Ketua Forbides Sukabumi, Bidan Amida Sari yang menjenguk Bidan Aprilia di Rumah Sakit Pertamina ketika dihubungi sore tadi oleh Bergelora.com.

Mengutuk Kekerasan

Sementara itu, Ketua Umum Forbides, Lilik Dian Eka dalam pidatonya mengutuk kekerasan yang dilakukan aparat terhadap bidan desa PTT yang sedang memperjuangkan hak-haknya di Kantor Kemenpan RB.

“Sebagian dari bidan adalah istri polisi. Mereka dapat menyanyikan lagu Bhayangkari. Kenapa kalian bertindak kasar pada kami. Kami minta Menpan dan Wakapolres Jakarta Selatan Kompol Triharijadi yang memimpin komandan polisi yang bertanggung jawab atas kekerasan yang mengakibatkan bidan Aprilia kritis di rumah sakit saat ini. Bayi dikandungnya sangat beresiko saat ini. Kami akan segera lapor ke Kapolri atas kekerasan Polisi,” demikian Ketua Umum Forbides, Lilik Dian Eka dalam pidatonya.

Mendengat hal tersebut Wakapolres Jakarta Selatan, Kompol Triharijadi menyatakan akan bertanggung jawab atas kekerasan itu.

“Saya mohon maaf dan akan tanggung jawab. Untuk biaya di rumah sakit akan jadi tanggung jawab kami. Kami kelalahan menjaga aksi bidan selama 3 hari,” ujarnya.

Bidan Amida Sari menegaskan, bahwa walaupun pihak kepolisian sudah meminta maaf dan bertanggung jawab atas biaya korban kekerasan khususnya Bidan Aprilia, namun kekerasan sudah terjadi pada beberapa orang bidan.

“Itu kriminal dan harus ditindak lanjuti ke Propam. Kapolri harus tegas menindak anak buahnya yang melakukan kekerasan pada kawan kami,” ujarnya seusai aksi. (Web Warouw)

 

 

 

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru