Minggu, 31 Agustus 2025

Gitu Dong..! Rusia Segera Bangun Kawasan Pelabuhan & Industri Di Kaltim

Kota Pelabuhan Vladivostok, Rusia (Ist)

JAKARTA-.Untuk mempercepat pencapaian Nawacita, Pemerintah Indonesia mendorong pembangunan daerah dengan mengajak masuk dunia internasional terlibat dalam pembangunan berbagai infrastruktur daerah. Kalau dulu kerjasama internasional dimonopoli oleh Amerika Serikat dan sekutunya, dibawah Pemerintahan Joko Widodo, semua pihak yang menguntungkan Indonesia, digandeng dalam kerjasama membangun semua daerah di Indonesia.

Salah satunya adalah Rusia yang secara serius merencanakan berbagai proyek besar di Kalimantan Timur. Negara adidaya ini mengumumkan dua proyek yang akan dibangun di sana, yaitu rel kereta api dan kawasan pelabuhan dan industri. Perusahaan kereta api negara Rusia, Russian Railways, akan membangun proyek kedua di Kalimantan Timur dalam bentuk kawasan pelabuhan dan industri (marine techno park).

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (17/7) dilaporkan, proyek tersebut akan dikerjakan oleh PT Kereta Api Borneo (KAB) selaku anak perusahaan Russian Railways. Menurut Gubernur Kaltim Awang Faroek, proyek tersebut akan dibangun di Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU).

“Kesiapan lahan untuk di PPU, sudah dibebaskan 140 hektare. Di atas tanah itu, PT KAB akan segera membangun pelabuhan. Di samping pelabuhan, mereka juga banyak sekali menawarkan kerja sama industri yang berteknologi tinggi,” demikian Faroek selepas menggelar pertemuan tertutup selama dua jam dengan pihak PT KAB di Balikpapan, beberapa waktu lalu .

Melalui pembangunan marine techno park, sedikitnya ada tujuh perusahaan yang berminat investasi. Di antaranya, Armastek, produsen bahan dan elemen untuk desain dan produksi, serta Kamaz, korporasi mobil terbesar di Rusia.

“Pendek kata, selain kereta api yang mau dibangun dari PPU sampai Kutai Barat, mereka juga banyak menawarkan teknologi tinggi ke Kaltim. Saya menawarkan mereka juga masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Maloy di Kutai Timur,” tutur Awang. 

Di saat yang bersamaan, Russian Railways juga mengumumkan ketertarikan untuk terlibat  dalam pembangunan rel kereta api batu bara sepanjang 570 kilometer di Kalimantan Timur. Jalur itu akan menghubungkan Tabang Kutai Kartanegara – Maloy Kutai Timur – Buluminung Penajam Paser Utara – Kutai Barat di Kalimantan Timur.

Pembebasan Lahan

Awang melanjutkan, tak ada kendala untuk merealisasikan proyek kereta api dan pelabuhan di Kalimantan Timur. Namun, ia menggarisbawahi masalah pembebasan lahan. Rel kereta api yang membentang di empat kabupaten itu perlu dukungan pemda.

“Bupati Kutai Barat, Kukar (Kutai Kartanegara), PPU, dan Paser akan kita kumpulkan. Bupati PPU membantu sepenuhnya pengadaan lahan di PPU. Tinggal bantuan Bupati Paser, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara yang akan dilewati rel kereta api,” sebutnya. 

Dia menuturkan, di luar urusan pembebasan lahan, pembangunan kereta api dan pelabuhan memakan waktu 2 – 5 tahun. 

Perakitan Mobil 

Andrey Mogilevtsev, perwakilan dari Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengatakan, Kamaz sudah menyurvei untuk merealisasikan proyek perakitan mobil di Kaltim. Pihaknya telah melakukan setidaknya 130 kali pengeboran tanah dan mengumpulkan sekitar dua ribu sampel untuk menganalisis ketahanan tanah di Buluminung.

“Nanti (survei) akan diselesaikan akhir Juli ini,” katanya. Seluruh aktivitas perakitan mobil di Buluminung, menurutnya, berdiri di atas lahan marine techno park. (Jokonya Tito)

 

Rusia Segera Bangun Kawasan Pelabuhan & Industri Di Kaltim

Pemandangan pelabuhan perdagangan Vladivostok dan kota Vladivostok, Rusia (Ist)

JAKARTA-.Untuk mempercepat pencapaian Nawacita, Pemerintah Indonesia mendorong pembangunan daerah dengan mengajak masuk dunia internasional terlibat dalam pembangunan berbagai infrastruktur daerah. Kalau dulu kerjasama internasional dimonopoli oleh Amerika Serikat dan sekutunya, dibawah Pemerintahan Joko Widodo, semua pihak yang menguntungkan Indonesia, digandeng dalam kerjasama membangun semua daerah di Indonesia.

Salah satunya adalah Rusia yang secara serius merencanakan berbagai proyek besar di Kalimantan Timur. Negara adidaya ini mengumumkan dua proyek yang akan dibangun di sana, yaitu rel kereta api dan kawasan pelabuhan dan industri. Perusahaan kereta api negara Rusia, Russian Railways, akan membangun proyek kedua di Kalimantan Timur dalam bentuk kawasan pelabuhan dan industri (marine techno park).

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (17/7) dilaporkan, proyek tersebut akan dikerjakan oleh PT Kereta Api Borneo (KAB) selaku anak perusahaan Russian Railways. Menurut Gubernur Kaltim Awang Faroek, proyek tersebut akan dibangun di Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU).

“Kesiapan lahan untuk di PPU, sudah dibebaskan 140 hektare. Di atas tanah itu, PT KAB akan segera membangun pelabuhan. Di samping pelabuhan, mereka juga banyak sekali menawarkan kerja sama industri yang berteknologi tinggi,” demikian Faroek selepas menggelar pertemuan tertutup selama dua jam dengan pihak PT KAB di Balikpapan, beberapa waktu lalu .

Melalui pembangunan marine techno park, sedikitnya ada tujuh perusahaan yang berminat investasi. Di antaranya, Armastek, produsen bahan dan elemen untuk desain dan produksi, serta Kamaz, korporasi mobil terbesar di Rusia.

“Pendek kata, selain kereta api yang mau dibangun dari PPU sampai Kutai Barat, mereka juga banyak menawarkan teknologi tinggi ke Kaltim. Saya menawarkan mereka juga masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Maloy di Kutai Timur,” tutur Awang. 

Di saat yang bersamaan, Russian Railways juga mengumumkan ketertarikan untuk terlibat  dalam pembangunan rel kereta api batu bara sepanjang 570 kilometer di Kalimantan Timur. Jalur itu akan menghubungkan Tabang Kutai Kartanegara – Maloy Kutai Timur – Buluminung Penajam Paser Utara – Kutai Barat di Kalimantan Timur.

Pembebasan Lahan

Awang melanjutkan, tak ada kendala untuk merealisasikan proyek kereta api dan pelabuhan di Kalimantan Timur. Namun, ia menggarisbawahi masalah pembebasan lahan. Rel kereta api yang membentang di empat kabupaten itu perlu dukungan pemda.

“Bupati Kutai Barat, Kukar (Kutai Kartanegara), PPU, dan Paser akan kita kumpulkan. Bupati PPU membantu sepenuhnya pengadaan lahan di PPU. Tinggal bantuan Bupati Paser, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara yang akan dilewati rel kereta api,” sebutnya. 

Dia menuturkan, di luar urusan pembebasan lahan, pembangunan kereta api dan pelabuhan memakan waktu 2 – 5 tahun. 

Perakitan Mobil 

Andrey Mogilevtsev, perwakilan dari Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengatakan, Kamaz sudah menyurvei untuk merealisasikan proyek perakitan mobil di Kaltim. Pihaknya telah melakukan setidaknya 130 kali pengeboran tanah dan mengumpulkan sekitar dua ribu sampel untuk menganalisis ketahanan tanah di Buluminung.

“Nanti (survei) akan diselesaikan akhir Juli ini,” katanya. Seluruh aktivitas perakitan mobil di Buluminung, menurutnya, berdiri di atas lahan marine techno park. (Jokonya Tito)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru