JAKARTA – Sebanyak 1.784 pabrik baru beroperasi pada kuartal II-2025 dengan nilai investasi Rp 116,51 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 80.161 tenaga kerja terserap.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan pembangunan pabrik telah dilakukan tahun sebelumnya.
“Ini bangun fasilitas produksinya bukan di semester I ya, 2025, tapi dari periode-periode sebelumnya, 2024, 2023. Baru dia mulai produksi itu, di triwulan II-2025. Jumlah 1.784 perusahaan industri. Dari 1.784 itu ada sekitar Rp 89 triliun investasi tanpa tanah. Sedangkan total investasinya adalah Rp 116,51 triliun,” kata Febri dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, dikutip Bergelora.com Jumat (29/8/2025).
Berdasarkan data Kemenperin, dari perusahaan-perusahaan yang mulai produksi pada kuartal II-2025 ini, ada 80.191 tenaga kerja yang terserap. Berangkat dari sini, Febri menilai jumlah tenaga kerja yang terserap lebih banyak daripada tenaga kerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri manufaktur.
“Makanya kami mengatakan bahwa penyerapan tenaga kerja di manufaktur itu lebih banyak dibandingkan dengan PHK yang terjadi di semua sektor, termasuk sektor manufaktur,” imbuh dia.
Berdasarkan data Kemenperin, industri makanan menjadi industri yang terbanyak dalam memproduksi baru. Ada 595 perusahaan yang telah melapor produksi dengan nilai investasi Rp 7,7 triliun dan menyerap 8.465 tenaga kerja. Kemudian ada juga industri tembakau yang menyerap 16.326 tenaga kerja dengan investasi Rp 528 miliar dari 115 perusahaan.
1.690 Pabrik Baru, Investasi Tembus Rp 930 Triliun
Sebelumnya dilaporkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan 1.690 perusahaan sedang membangun fasilitas produksi. Dari jumlah tersebut, diperkirakan nilai investasi mencapai Rp 930 triliun.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan data tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan yang telah melaporkan ke Kemenperin. Ia menyebut proyeksi tenaga kerja yang diserap sebanyak 332.298 orang.
“Ini 23 subsektor ini, jumlah industri yang melaporkan kepada kami, mereka sedang dalam tahap membangun fasilitas produksi. Untuk semester I-2025, itu ada 1.690, industri yang melaporkan dengan nilai investasi totalnya, itu Rp 930 triliun. Investasi tanpa tanah dan pembangunan Rp 593 triliun,” katanya dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025).
Febri menjabarkan, industri makanan ada 246 perusahaan yang melapor sedang membangun fasilitas dengan nilai investasi Rp 50 triliun. Sedangkan, tenaga kerja yang akan terserap sebanyak 16.206 orang.
Lalu, 77 perusahaan industri tekstil juga telah melapor ke Kemenperin sedang membangun pabrik. Dari situ, diperkirakan nilai investasinya Rp 5 triliun dan akan menyerap 14.000 tenaga kerja.
“Besar sekali kan? Ada juga industri barang dari kulit dan alas kaki. Investasi lebih besar dari industri makanan. Berarti kan ini industri padat modal dan juga tidak hanya padat modal, tapi juga padat karya,” jelas Febri. (Calvin G. Eben-Haezer)

