JAKARTA- Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat menyebut ada 11 perusahaan di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terindikasi sengaja membakar lahan dan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jumhur mengungkapkan hal tersebut saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Kurnia Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, dikutip Bergelota.com di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Jumhur mengatakan, Kementerian LH saat ini sedang mengusut 42 perusahaan yang terindikasi membakar lahan. 11 diantaranya berada di Kalsel.
“Dari 42 perusahaan itu, ada 11 di antaranya di Kalsel yang terindikasi kuat sekali melakukan tindakan tidak terpuji tersebut,” ujar Jumhur kepada awak media, Senin.
Jumhur menegaskan, proses hukum bakal ditegakkan tanpa pandang bulu bagi perusahaan maupun perorangan yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian sebab sejauh ini sudah 72 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Penegakan hukum akan berjalan. Kemarin saja sudah sekitar 72 orang yang dinyatakan tersangka oleh kepolisian dari 9 Polda,” beber Jumhur.
Sanksi Jika Terbukti
Kementerian LH telah menyiapkan sanksi apabila ada perusahaan atau korporasi yang terbukti terlibat pembakaran lahan
Sanksi tersebut mulai dari administrasi hingga mengganti kerugian negara. Jika terbukti, perusahaan terancam menanggung denda kerugian negara hingga Rp 5 triliun serta biaya pemulihan lingkungan dengan nilai yang lebih besar yaitu, Rp 10 triliun.
“Jadi kita nanti ada yang disebut tentang kerugian negara, ada juga yang kita sebut dengan biaya pemulihan. Dan itu angkanya tidak main-main, angkanya besar sekali,” tegas Jumhur.
Shalat Istisqa Minta Hujan

Semebtara itu, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin bersama ribuan jemaah mengikuti shalat Istisqa di Masjid Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Selasa (25/8/2026) pagi.
Shalat Istisqa digelar dalam rangka memohon diturunkannya hujan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel segera mereda.
Gubernur Kalsel, Muhidin mengatakan, di tengah kemarau dan puncak el nino yang puncaknya diprediksi terjadi pada September 2026 maka, hujan sangat dibutuhkan masyarakat Kalsel.
“Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada yang hari ini hadir untuk bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa. Kita sangat mengharapkan dengan datangnya hujan,” ujar Muhidin kepada wartawan, Selasa.
Kemarau yang terjadi tahun ini kata Muhidin, cukup panas dan memicu terjadinya karhutla di sejumlah kabupten dan kota. Tim gabungan dan relawan terus bahu membahu dan berjibaku memadamkan titik api.
“Yang satu memadamkan api, yang lainnya kita berikhtiar untuk memintakan hujan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap hari masyarakat, kepolisian, TNI, BPBD, Damkar semuanya bersatu untuk mematikan atau memadamkan api,” kata Muhidin.
Di Kalsel, terdapat tujuh kabupaten dan kota yang terdampak karhutla. Ibu Kota Kalsel, Banjarbaru menjadi wilayah terparah.
“Di Banjarbaru titik api di antaranya berada di kawasan Guntung Damar, Pengayuan dan kawasan hutan lindung Landasan Ulin,” jelas dia. Muhidin juga mengimbau kepada seluruh jajarannya untuk menggelar shalat Istisqa di instansi masin-masing agar Yang Maha Kuasa segera menurunkan hujan.
“Kami mengharapkan bersama-sama kita Shalat Istisqa di daerah masing-masing untuk mengharapkan turunnya hujan,” pungkas Muhidin. (Web Warouw)

