Rabu, 12 Juni 2024

HAJAR TERUS JANGAN KENDOR.! UKT Mahal, Melki Sedek Huang Desak Nadiem Makarim Mundur

JAKARTA – Forum Anomali mendesak Mendikbudristek, Nadiem Makarim , dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti), Abdul Haris, mundur dari jabatannya. Anggota Forum Anomali Melki Sedek Huang mengatakan kenaikan Uang Kuliah Tunggal ( UKT ) di banyak perguruan tinggi membuktikan kegagalan Nadiem dalam mengelola pendidikan tinggi.

“Keduanya harus membongkar diri segera sebelum kerusakan dunia pendidikan tinggi kita jadi semakin menjadi akibat kebijakan dan keteledoran pejabat tinggi kita,” kata mantan Ketua BEM UI ini dalam rilis yang diterima, Kamis 23 Mei 2024.

Melki mengatakan, perguruan tinggi negeri adalah alat negara melalui tangan Kemendikbudristekdikti untuk dapat menyediakan layanan pendidikan tinggi yang terjangkau dan inklusif bagi semua orang.

Namun, situasi naiknya biaya pendidikan secara serentak menandakan kegagalan Mendikbud untuk membuat banyak kampus tetap setia pada nilai inklusivitas dan keberpihakan pada kelompok yang membutuhkan.

Di sisi lain, naiknya biaya pendidikan secara serentak di banyak perguruan tinggi negeri juga menandakan mandul dan lemahnya pengawasan Kemendikbud yang mengawasi kinerja PTN.

“Mendikbud sedang tidak cermat atau mungkin pura-pura tidak cermat mengamati kinerja dan kebijakan internal tiap kampus yang merugikan mahasiswa,” kata Melki.

Bagi Melki, Mendikbud Nadiem Makarim kurang tegas. Ketegasan Mendikbud maupun Kemendikbud secara keseluruhan untuk meninjau, menegur, dan memberi sanksi bagi setiap pimpinan yang bermasalah pun tampak nihil. Seharusnya Mendikbud mampu dengan tegas meninjau pelanggaran bahkan memberi sanksi tiap kampus yang ugalan-ugalan menetapkan biaya pendidikan.

Pun menegur keras atau bahkan memberi sanksi atas tiap pimpinan kampus yang tidak responsif, menolak meningkatkan mahasiswa, menekan mahasiswa, atau bahkan melaporkan mahasiswa yang kritis akan masalah biaya pendidikan, seperti kasus Rektor UNRI.

Melki juga menilai, Penerbitan Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 pun dirasa janggal, tak komprehensif dan tak diimplementasikan dengan baik oleh banyak kampus. Peraturan itu tidak cukup lengkap untuk melindungi siswa dari kelompok rentan dan tidak cukup sosialisasi untuk diimplementasikan paripurna oleh tiap kampus.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, dapun Forum Anomali dibentuk oleh Ketua BEM tahun 2023 dari 4 perguruan tinggi di Indonesia. Empat perguruan tinggi itu yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (UNPAD dan Universitas Paramadina. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru