Kamis, 29 Februari 2024

HARUS TEPAT SASARAN..! Di Depan Puluhan Ribuan Orang, Jokowi Minta Muslimat NU Kawal Bansos

JAKARTA – Ibu-ibu yang tergabung dalam Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) berteriak tidak mendapat bantuan sosial (bansos) di hadapan Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/2024).

Momen itu terjadi ketika Presiden Jokowi bertanya kepada ibu-ibu yang hadir di stadion, apakah sudah mendapat bansos atau belum. Presiden meminta Muslimat NU mengawal Bansos dari pemerintah.

Mulanya, Jokowi mengungkapkan bahwa pemerintah berupaya tetap hadir di tengah keterbatasan saat pandemi Covid-19 dan di tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 2023, misalnya, pemerintah telah menggelontorkan anggaran subsidi dan bantuan sosial sekitar Rp 443 triliun.

“Pemerintah di tengah keterbatasannya terus berupaya hadir untuk masyarakat. Misalnya ini tahun 2023, subsidi dan bansos yang telah kita gelontorkan itu sebesar Rp 443 triliun,” jelas Jokowi saat sambutan, Sabtu.

Jokowi menyebut satu per satu nama bansos yang telah dikeluarkan. Ia lantas bertanya siapa saja yang sudah merasakan bantuan-bantuan dari pemerintah itu.

“Gede sekali (anggarannya), di antaranya untuk KIS (Kartu Indonesia Sehat) BPJS. Jadi yang ke rumah sakit tidak bayar lagi. Siapa yang sudah merasakan?” tanya Jokowi.

Muslimat NU lalu menjawab pertanyaan Jokowi dengan menyatakan tidak mendapatkan bantuan.

Teriakan kompak yang disuarakan beramai-ramai itu membahana di stadion.

“Enggak, enggaaaak,” jawab ibu-ibu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali menyebut beberapa bansos yang telah disalurkan, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kemudian Kartu Pintar dan KIP kuliah, siapa yang putra-putrinya merasakan?” tanya Jokowi.

“Enggaaaaak,” jawab ibu-ibu dengan jawaban yang sama.

“Yang benar ibu-ibu, ya nanti maju. Kemudian PKH, Kartu Sembako,” sebut Jokowi lagi.

Ibu-ibu Muslimat NU masih memberikan jawaban yang serupa.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan kemudian, Jokowi menegaskan bahwa bantuan sosial memang tidak untuk seluruh penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 280 juta jiwa.

PKH, misalnya, hanya ditujukan untuk 9,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah. Mantan Wali Kota Solo itu berseloroh, Muslimat NU sudah sejahtera.

“Ini tidak semua (diberikan), itu yang diberikan untuk PKH itu 9,9 juta keluarga, bukan semuanya diberikan, bukan 280 juta. Kalau ibu-ibu Muslimat NU kan sudah sejahtera,” tuturnya.

“Ini semua diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat. Dan momentum ini harus kita terus pertahankan, terus kita tingkatkan untuk menggapai cita-cita Indonesia emas di 2045,” imbuh Jokowi. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru