Selasa, 21 Mei 2024

IRAN BERSUMPAH..! Akan Serang Israel Lagi Jika Tel Aviv Balas Dendam: Respons Kami Bakal Lebih Besar!

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, mengatakan pihaknya akan menyerang Israel lebih besar lagi jika Tel Aviv melakukan serangan balasan.

Tak hanya itu, Iran juga memperingatkan Washington bahwa dukungan apa pun terhadap serangan balasan Israel akan berakibat buruk.

Bagheri menegaskan pihaknya tak akan segan-segan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

“Respons kami akan jauh lebih besar dibandingkan serangan malam ini jika Israel melakukan serangan balasan,” kata Bagheri kepada TV pemerintah, Minggu (14/4/2024), dilansir The Guardian.

Pejabat Iran menambahkan negara-negara tetangga mereka telah diberi tahu beberapa hari sebelum serangan udara ke Israel terjadi.

Saat berbicara kepada duta besar asing di Teheran, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, mengatakan pihaknya juga telah memebri tahu AS bahwa serangannya terhadap Israel akan “terbatas” dan untuk penahanan diri.

Iran telah melancarkan serangan ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam dan Minggu (14/4/2024) dini hari.

Serangan itu merupakan balasan atas aksi Israel di konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan 13 orang, termasuk jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Belum ada konfirmasi resmi mengenai berapa jumlah pasti drone atau rudal balistik dan jelajah yang dikirim Iran ke Israel.

Namun, militer Israel mengatakan Iran meluncurkan lebih dari 300 drone.

Drone Iran telah menjadi berita utama internasional selama beberapa tahun terakhir, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Para pejabat Ukraine mengatakan drone Shahed milik militer Rusia rancangan Iran terus menghujani wilayah mereka.

Drone kamikaze Shahed-136 yang membawa hulu ledak relatif kecil dengan berat sekitar 50kg (110 pon) digunakan dalam serangan terhadap Israel, televisi pemerintah Iran mengatakan pada Minggu.

Dilansir AlJazeera, saluran Telegram yang berafiliasi dengan IRGC mengatakan Shahed-238, yang ditenagai oleh turbojet, juga digunakan dalam serangan itu.

Model 238 memiliki beberapa kemampuan manuver untuk kecepatan yang jauh lebih tinggi yang diyakini mencapai 600kmph (372mph).

Iran telah lama dikenal memiliki persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, tetapi sejauh ini ini merupakan uji coba terbesar atas kemampuannya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Televisi pemerintah Iran mengatakan rudal balistik jarak jauh Emad dan rudal jelajah Paveh digunakan untuk menyerang Israel.

Dalam latihan militer skala besar yang mencakup simulasi serangan terhadap pangkalan udara Palmachim di Israel pada Februari 2024 lalu, IRGC menggunakan rudal Emad dan meluncurkan rudal balistik Dezful dari kapal perang.

Iran juga memiliki Fattah, rudal balistik hipersonik yang secara teori dapat tiba di Israel hanya dalam waktu tujuh menit, bersama dengan varian rudal jelajah dari jenis yang sama.

Namun, tidak ada indikasi rudal tersebut digunakan dalam serangan Minggu pagi.

Apa pun yang terjadi, dalam serangan besar-besaran selama beberapa jam, Iran berhasil melancarkan serangan drone dan rudal terbesar yang pernah terjadi yang mencakup jarak terjauh dalam operasi militer sesungguhnya.

“Operasi tersebut mencapai tingkat keberhasilan yang melebihi ekspektasi kami,” kata Panglima IRGC, Hossein Salami.

Ia juga menambahkan proyektil tersebut hanya menargetkan lokasi militer Israel, termasuk pangkalan udara Nevatim di gurun Negev yang diduga digunakan untuk melancarkan serangan Zionis ke konsulat Iran di Suriah. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru