Rabu, 29 April 2026

JANGAN AMNESTY LAGI JENDERAL..! Prabowo: Gerindra Brengsek Saya Tangkap, Jangan Macam-macam!

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengultimatum kader Gerindra agar tidak macam-macam dengan hukum. Ia menyatakan akan menangkap dan memproses hukum kader Gerindra jika memang melawan hukum.

Hal ini dikatakan Prabowo dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).

“Kalau (ada kader) Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap, saudara-saudara. Jangan macam-macam, tidak ada itu. Kita semua bergerak,” kata Prabowo.

Kepala Negara juga menyatakan tidak melihat seseorang berdasarkan pilihan politiknya. Dia tidak ingin pandang bulu hanya karena perbedaan partai politik.

“Saya tidak tanya, Pak Bursah (Zarnubi, Bupati Lahat) kamu partai mana? Kan tidak saya tanya, tidak saya tanya, kan. Tetap saya dukung beliau,” ucapnya.

“Karena istrimu kan Gerindra ya, hahaha. Tapi saya tidak tanya dia, saya tidak tanya dia, kebetulan istrinya Gerindra. Tidak ada urusan saya,” imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan persatuan. Prabowo tidak ingin negara ini justru dibangun oleh permusuhan dan rasa saling sakit hati.

Ia menyatakan, segala permusuhan, pertikaian, dan perang yang diwariskan oleh pendahulu dan kakek buyut, tidak akan ada gunanya selain hanya memecah belah.

“Jadi persaingan, pertandingan ya pertandingan. Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan. Dua calon, tiga calon, lima calon, tidak apa-apa, bagus. Tapi begitu selesai, sudah, lah, kerja. Nah ini yang saya tawarkan, ayo bekerja untuk rakyat,” tandas Prabowo.

Akan Sasar Ex pimpinan BUMN

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada para mantan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar bertanggung jawab atas pengelolaan aset negara di masa lalu.

Prabowo menyatakan para eks bos BUMN berpotensi dipanggil aparat penegak hukum seiring konsolidasi pengelolaan kekayaan negara melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Tadinya (BUMN) terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan, saya katakan, pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab, jangan enak-enak kau, siap-siap kau dipanggil kejaksaan,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).

Prabowo menjelaskan pemerintah telah membentuk dana sovereign wealth fund melalui BPI Danantara, untuk menyatukan seluruh kekuatan ekonomi milik negara dalam satu manajemen.

Konsolidasi tersebut dilakukan agar pengelolaan aset negara lebih transparan, terukur, dan dapat diawasi secara terpusat.

“Kita telah bentuk dana sovereign wealth fund, saya telah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen, satu pengelolaan yang nilainya adalah US$1 triliun, lengkapnya adalah US$1.040 miliar asset under management,” ujarnya.

Ia menilai sistem lama yang memecah pengelolaan aset ke ratusan hingga ribuan entitas justru membuka ruang pengelolaan yang tidak efektif.

Karena itu, Prabowo menegaskan tidak ada lagi toleransi bagi pihak-pihak yang dianggap lalai atau menyalahgunakan kewenangan saat memimpin BUMN.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan,, Prabowo juga menanggapi anggapan yang meremehkan langkah pemerintahannya. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti ucapan dengan tindakan nyata.

“Kan mereka itu ngejek, ‘Prabowo hanya bisa ngomong di podium aja’. Oh iya? Tunggu aja panggilan. Lo jangan nantang gue lo! Saya hanya takut sama rakyat dan Tuhan Yang Maha Besar. Dan kita semuanya harusnya itu,” ucapnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles