Kamis, 13 Juni 2024

JANGAN GAGAL PAHAM..! Jim Robert Tindi: Persatuan Nasional Yang Diusung Budiman dan Prabowo Visioner dan Inspiratif

MANADO- Banyak pihak salah paham karena tidak mengerti terhadap politik Budiman Sujatmiko yang menggandeng Prabowo Subianto untuk membangun persatuan nasionalis. Padahal itu adalah yang mudah dimengerti jika paham kondisi objektif dan subjektif kekininan. Walau demikian persatuan nasional memang enak diucapkan tapi tidak mudah dilakukan. Apalagi menjelang Pemilu 2024. Hal ini disampaikan oleh Jimmy Robert Tindi, politisi nasionalis di Manado, Jumat (21/7) menanggapi berbagai sorotan pada pertemuan antara Budiman Sujatmiko dan Prabowo Subianto.

“Siapapun yang cinta bangsa ini, apapun partai dan agama dan sukunya seharusnya bisa merasakan keresahan dan visi kedua tokoh nasional Prabowo Subianto dan Budiman Sujatmiko. Kami saja orang dari Pulau Talaud ujung utara dari Sulawesi Utara bisa paham dan pasti mendukung pandangan Prabowo dan Budiman. Masakan orang-orang di pusat kekuasaan gagal paham,” tegas Jimmy Tindi dari Manado kepada Bergelora.com di Jakarta, Jumat (21/7).

Prabowo dan Budiman dal konferensi pers. (Ist)

Jimmy Tindi menyesali kalau masih ada pihak yang mengklaim dirinya paling nasionalis, paling revolusioner tapi tidak bisa menangkap situasi nasional saat ini yang sudah bisa dikatakan genting.

“Jangan sampai akibat Pemilu 2024 rakyat dan bangsa ini kembali terbelah seperti pasca Pemilu 2019. Kapal perang AS mondar mandir di lautan Indonesia gak ada yang peduli. NATO sudah di serambi Indonesia timur di Papua Nugini bersiap menghadapi China, para politisi masih mengurus partai masing-masing. Politisi Jakarta di Jakarta masih sibuk cari calon presiden. Ini sangat egois!,” tegasnya.

Jimmy Tindi mengingatkan bahwa situasi di atas akan menentukan masa depan bangsa ini apakah masih bisa bersatu atau akan terpecah-pecah balkanisasi.

“Jakarta adalah pusat kekuasaan dan komando, Prabowo dan Budiman tahu persis kalau pusat kekuasaan gagal paham situasi maka rakyat terutama di Indonesia Timur yang alan jadi korban duluan. Itu bisa terjadi kalau Jakarta tidak bisa memastikan politik persatuan nasional,” ujarnya.

Menurutnya Prabowo dan Budiman memang tokoh yang digambarkan saling bertentangan secara politik. Prabowo digambarkan sebagai pelaku pelanggaran HAM dan Budiman sebagai korban. Sementara negara sendiri dipimpin Jokowi sedang dalam proses menuntaskan 11 kasus-kasus pelanggaran HAM.

“Apakah mau nunggu penuntasan pelanggaran HAM baru kita bersatu. Apalagi Prabowo berkali-kali sudah mengingatkan perubahan geopolitik global telah masuk ke Indonesia. Padahal Prabowo adalah Menhannya Jokowi, koq Budiman yang disalahkan. Mikir gak,” ujar Jimmy.

Ia menyoroti pandangan negatif dari politisi senior Panda Nababan terhadap pertemuan Budiman Sujatmiko dan Prabowo Subianto.

“Kalau anda partai besar yang nadionalis apalagi pemenang Pemilu 2019, seharus anda yang mempelopori dan segera menindak lanjuti pertemuan tersebut, bukan hanya ngomel di media. Apalagi mengklaim sebagai pengikut Soekarno. Seharusnya andalah yang terdepan membangun Persatuan Indonesia. Jangan kekanak-kanakan dalam berpolitik, kita semua dalam perahu yang sama ditengah samudera perubahan dunia,” tegasnya.

Kesepakatan Budiman dan Prabowo

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan sebelumnya, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa (18/7) malam.

Budiman tiba pada pukul 18.57 WIB. Budiman mengatakan kedatangannya itu untuk berdiskusi sembari menggali pemikiran Prabowo.

Berikut poin-poin pembicaraan Budiman dan Prabowo:

Gali visi dan misi

Budiman menilai Prabowo merupakan sosok nasionalis dengan pemikiran hebat.”Ini sosok nasionalis yang menurut saya pikiran-pikirannya menarik untuk kita diskusikan, untuk kita gali,” ucap dia.

Sementara itu, Prabowo mengatakan banyak hal yang dia diskusikan dengan Budiman. Beberapa di antaranya terkait visi dan misi.

“Kita tadi cukup lama berdiskusi banyak hal-hal yang kita banyak persamaan, visi, persamaan pandangan,” kata Prabowo dalam jumpa pers.

Prabowo menyebut dirinya dan Budiman bersepakat tantangan global yang dihadapi kini tak mudah. Ia pun mengaku bersepakat akan terus menjalin hubungan dan komunikasi ke depannya.

“Jadi pemikiran beliau bahwa kapal besar Indonesia, negara besar seperti Indonesia, perlu suatu persatuan,” ucap dia.

Sementara itu, menurut Budiman, mereka bersepakat demokrasi Indonesia harus diselamatkan. Ia menilai kini Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan.

“Kapal Indonesia harus dikayuh oleh orang yang paham strategi, geopolitik, sejarah. Karena Indonesia kapal besar, bukan panggung entertaint saja,” katanya.

Persatuan bangsa

Dalam pertemuan itu, Prabowo menyebut membahas tentang pentingnya mengedepankan persatuan.

Merespons itu, Budiman juga sama-sama menggaungkan persatuan kaum nasionalis. Menurutnya, hal itu dibutuhkan untuk menjaga bangsa Indonesia.

Sosok pemimpin nasionalis

Ia menyebut Prabowo sebagai sosok yang mewakili cara pandang kepemimpinan politik yang cocok dengannya. Menurut Budiman, di tengah krisis global yang berkecamuk dibutuhkan pemikiran dari dua tipe orang, satu berlatar belakang militer dan satu lagi aktivis.

“Kedua orang itu biasanya mampu berbicara hal-hal strategis secara komperhensif,” tegas Budiman.

Sebut Prabowo layak pimpin Indonesia

Budiman menginginkan Indonesia dipimpin oleh orang terbaik dan Prabowo merupakan salah satunya. Sebab, dia menilai Prabowo sosok nasionalis.

“Saya berharap Pak Prabowo sehat, teruskan tugas, tunaikan tugas, dan saya ingin orang Indonesia layak untuk mendapatkan orang terbaik, salah satunya Pak Prabowo,” kata Budiman. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru