Kamis, 29 Juli 2021

Joe Biden Is New World Order

Presiden AS terpilih 2020, Joe Biden. (Ist)

Pemilu Amerika Serikat Udah selesai. Biden menang, Trump tersungkur. United Stated of Amerika kembali ketangan penguasa sejati dunia. Semua bersorak sorai, mencaci dan memaki trump. Long Live New World Order, Long Live The Pupet! Zeng Wi Jian, netizen landep mulai menyayat-nyayat getir. Ini tulisannya buat Bergelora.com. (Redaksi)

Oleh: Zeng Wei Jian

“TRUMPISME” is just a bullshit. Apalagi yang bertemperatur tropis. “Trumpisme” hanya praxis ultra-nationalis far right religious extrimism. Dominasi Klik The End Times evangelist.

Sifatnya ekslusif. Sesama Kristen dikatain heretic. Semua orang dimusuhin. Menghancurkan Iran adalah sesuai Ezekiel’s prophecy; The War of Gog and Magog.

President Trump sama sekali ngga punya charisma. Rambutnya aneh. Pesonanya palsu. Landasan pesona: religious dogma. Hanya segelintir evangelist yang melihatnya sebagai reinkarnasi “Modern-day Esther” dan “King Cyrus The Great”. Bahkan American-Jews ngga goyang saat Trump memindahkan Kedutaan Amerika ke Jerusalem.

Very soon, Donald Trump akan dilupakan. Dia ngga lebih dari sekedar wreck iconoclast. Preman populist. Outdated “American first” demagog.

Kejatuhannya sudah dibahas Bilderberg Conference 2017 di Westfields Marriott Virginia dekat Markas CIA. Tema besarnya “The Trump administration: a progress report.”

Jens Stoltenberg, Head of Nato, menggelar presentasi ber-title “The transatlantic defence alliance: bullets, bytes and bucks”. Puncak summit membicarakan “China”. Duta Besar Cui Tiankai hadir.

Saya duga, di situ Comrade Cui Tiankai menyatakan China ngga ingin mengubah status quo.

Tahun 2019, Bilderberg Conference sudah ngga bicarakan Trump. Ada 13 tema; A Stable Strategic Order, What next for Europe, Climate change, China, Russia, Capitalist future, AI, Brexit, The Weaponization of Social Media, Space, dan Cyber threats.

Policy Avengalist Presiden Trump membuatnya renggang dengan Macron & Angela Merkel. Trump lebih akrab ke Putin & Kim Jong-un. Tetapi karena “Magog” adalah Russia maka Trump harus menyerang Putin dengan jual senjata ke Ukraine.

Joe Biden is New World Order. Sekalipun masuk golongan progresif. Tetapi dia tetap bagian dari Postwar liberal capitalist order.

Bilderberg adalah secret society. Global deep-state. Shadow government. Modern day illuminati. One world order. Novum ordo seclorum. Very powerful. Penentu kepemimpinan negara.

Misalnya obscure Governor Bill Clinton dari Arkansas hadir di Bilderberg Conference 1991. Setahun kemudian dia terpilih sebagai presiden. Proses waktunya serupa Walikota Joko Widodo yang tiba-tiba menjadi presiden.

Trump’s follower menyebut mereka sebagai Antichrist. In fact, siapa pun yang di luar kelompok disebut begitu.

Perang menghancurkan Iran hanya didasari nubuat. Sebagai pra-kondisi The Second Coming of Jesus.

Bavarian illuminati & Bilderberg mengadopsi philosophy “Enlightened Absolutism”. Human society dianggap sebagai “herd”. Irrational beings yang harus dikendalikan. Tujuan mereka menciptakan kebahagiaan bersama. Tanpa sepengetahuan publik. “Trickle down happiness” di atas paradigma “Everything for the people. Nothing by the people”.

Tumbangnya Trump & Klik The End Times Evangelist direspon negatif. Dahlan Iskan menyebut Joe Biden lebih berbahaya bagi Indonesia.

Platform liberal, demokrasi, sekularisme & hak-hak asasi manusia bisa membuat Biden Administration support Free Papua Movement.

Trump’s trade war dibarengin Sinophobia. Dampak buruknya pengerahan massa mudah dilakukan. Modalnya hoax. Nigeria sukses memodernisasi infrastruktur tanpa ada demonstrasi Anti Tenaga Kerja Asing.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

6FansSuka
8PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terbaru