Sabtu, 24 Februari 2024

Jokowi Yakinkan Pengusaha Australia, Iklim Investasi Indonesia Membaik

SYDNEY-AUSTRALIA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih kepada para Chief Executive Office (CEO) yang menyempatkan untuk hadir saat akhir pekan saat pertemuan bisnis dalam rangka kunjungan kerja ke Sydney, Australia (25/2) .

“Saya tidak tahu bagaimana di Australia, tapi di Indonesia, kadang-kadang kita bekerja saat akhir pekan. Malah bukan kadang-kadang, tapi selalu,” ujar Jokowi sambil tertawa.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami kondisi terbaik dalam dunia investasi karena meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Beberapa lembaga rating, tambah Presiden, seperti Fitch, Edelman, dan Moody’s menyebutkan naiknya indeks kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Presiden juga memaparkan beberapa lembaga pemeringkat lain seperti Bank Dunia yang menunjukkan bahwa iklim investasi dan kepercayaan publik terhadap Indonesia yang meningkat.

“Akan tetapi, saat ini kita sedang menghadapi tantangan terutama dari kondisi politik dalam negeri, terutama pemilihan gubernur DKI Jakarta yang menyita banyak perhatian,” ujarnya.

Namun, Presiden Jokowi meyakinkan pengusaha yang hadir, bahwa situasi politik dalam negeri akan kembali tenang setelah pemilihan putaran kedua berakhir pada bulan April yang akan datang.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga memaparkan proses reformasi birokrasi yang kini tengah dilakukan untuk mempermudah investasi. Presiden berharap, proses ini juga dapat mendukung tercapainya kesepakatan IACEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang diharapkan bisa selesai dalam tahun ini.

“Kita masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai IACEPA tahun ini, untuk itu saya ingin mendengar kemajuan dari kesepakatan tersebut,” ungkap Presiden menutup sambutannya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bisnis antara lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. (Bey Machmudin)

 

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru