Selasa, 17 Mei 2022

KEJAHATAN KEMANUSIAAN…! Dicecar Rusia di PBB, tentang Lab Biologi Militer di Ukraina AS Bungkam

JAKARTA – Delegasi Amerika Serikat bungkam dicecar Rusia untuk meminta pertanggungjawaban aktifitas laboratorium biologi produksi senjata pemusnah massal di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Jumat petang, 13 Mei 2022.

Rossiyskaya Gazeta, Sabtu, 14 Mei 2022, melaporkan, Wakil Ketua Perwakilan Tetap Federasi Rusia di PBB, Dmitry Stepanovich Polyansky, menyampaikan paparan lengkap aktifitas laboratorium militer Amerika Serikat di Ukraina, tapi delegasi Amerika Serikat yang hadir, tapi tidak disebutkan namanya, sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun terhadap bukti yang disodorkan delegasi dari Rusia.

Dmitry Stepanovich Polyansky selama pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa diprakarsai Rusia dipaparkan fakta berdasarkan bukti dokumenter yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat terlibat dalam program biologi militer di biolaboratorium yang berlokasi di Ukraina.

“Kami sudah mendistribusikan beberapa ratus dokumen. Ada data khusus, kasus tertentu, perusahaan tertentu, individu tertentu. Jika menurut Anda bukti ini tidak cukup, lalu apa buktinya untuk Anda?” tanya Dmitry Stepanovich Polyansky.

Berbicara kepada perwakilan Amerika Serikat, maka Dmitry Polyansky mengatakan Washington tidak menjawab pertanyaan yang relevan tidak hanya di dalam Dewan Keamanan, tetapi juga di dalam rezim Pasal 5 dan 6 Bacteriological – Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC) 1996.

Di mana Amerika Serikat, tidak memberikan informasi dan penjelasan apa pun tentang sifat dan tujuan sebenarnya dari aktivitas biologis mereka di Ukraina.

Wakil Ketua Perwakilan Tetap Rusia di PBB, Dmitry Stepanovich Polyansky, menekankan Rusia membutuhkan klarifikasi bertanggungawab dari pihak Amerika Serikat dan berjanji Moskow tidak akan mengabaikan masalah ini.

“Upaya Anda untuk mengubah klaim dan pertanyaan khusus kami kepada Anda menjadi bautologi umum, menjadi pembicaraan tentang propaganda Rusia tidak akan berhasil. Anda harus memberikan penjelasan khusus untuk kegiatan kriminal yang Anda lakukan di Ukraina,” ujar Dmitry Stepanovich Polyansky.

Atas dasar itu, Duta Besar Federasi Rusia di PBB, Vasily Nebenzya, Jumat, 13 Mei 2022, menegaskan, segera membawa masalah tindak criminal Amerika Serikat di Ukraina pada forum resmi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk dilakukan investigasi menyeluruh di sejumlah kota di Ukraina.

Temuan sudah dirilis Komandan Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia dan Biologi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov di Moscow, Rabu, 11 Mei 2022, diperkuat temuan dasar petisi Isaev Mikola Vsisovich di Kiev, Ukraina, pada 20 Desember 2021, membuktikan laboratorium biologi militer AS dan NATO di Ukraina sebagai eksperimen kriminal, di antaranya penyebab penularan Corona Virus Disease-19 (Covid-19), Tuberculosis (TBC), Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Seseorang yang dinyatakan positif HIV, otomatis kemudian pasti mengidap Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) karena sampai sekarang belum ditemukan obat penangkalnnya.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, Selasa, 8 Maret 2022, mengingatkan AS dan NATO harus bertanggungjawab terhadap dampak aktifitas laboratorium biologi di Ukraina, karena sebelumnya Amerika Serikat gencar menuduh laboratorium China di Wuhan sebagai penyebab penularan Covid-19, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, di Kantor PBB di Jenewa, Swiss, Kamis, 12 Mei 2022, China didukung Eritrea veto Resolusi DK PBB untuk menyelidiki tindak kejahatan perang dituduhkan kepada Rusia selama operasi militer khusus ke Ukraina timur.

Sebanyak 32 anggota Dewan HAM PBB menyatakan setuju. Ada 12 anggota DK PBB lainnya abstain. China menyatakan resolusi yang bisa memberi kewenangan penyelidikan tersebut bermotif politik.

“Kami telah mencatat dalam beberapa tahun terakhir politisasi dan konfrontasi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah meningkat, yang telah sangat mempengaruhi kredibilitas, ketidakberpihakan dan solidaritas,” kata Chen Xu, Diplomat Tinggi Cina di Kantor PBB di Jenewa.

Cuitan Chen Xu, diposting di akun twitter Union Nation Human Right Council, Kamis, 12 Mei 2022, menginformasikan hasil pemungutan suara di Jenewa itu.

Rusia menegaskan, pasca operasi militer khusus ke Ukraina timur sejak Kamis, 24 Februari 2022, untuk demiliterisasi dan denazifikasi, kemudian menemukan laboratorium pembuat senjata biologi pemusnah massal milik militer Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO.

BTWC 1996

Vasily Nebenzya, mengatakan, “Sudah mengumpulkan sejumlah besar materi yang secara langsung menunjuk pada pelanggaran oleh Amerika Serikat dan NATO terhadap pelangaran Konvensi Senjata Biologis dan Racun tahun 1996. Kami terus mengumpulkan dan menganalisis materi-materi ini. Mengingat Amerika Serikat menolak diskusi konstruktif tentang topik ini.”

Menurut Vasily Nebenzya, sesuai ketentuan, Rusia berhak menggunakan mekanisme Pasal 5 dan 6 Bacteriological – Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC) 1996 kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memulai penyelidikan.”

“Begitu finalisasi pengumpulan bahan selesai, kami akan menyerahkannya ke Dewan untuk penyelidikan,” kata Vasily Nebenzya, “Kami berharap ini akan memungkinkan untuk secara permanen menghentikan aktivitas biologis militer Amerika Serikat di seluruh dunia yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional, dan meminta pertanggungjawaban pelaku.”

Konvensi Senjata Biologi dan Racun, Bacteriological – Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC), perjanjian multilateral pertama yang secara tegas melarang kelas senjata.

Perjanjian BTWC 1996, melarang pengembangan, penimbunan, produksi, atau transfer agen biologis dan racun dari “jenis dan jumlah” yang tidak memiliki pembenaran untuk penggunaan protektif atau damai.

Selanjutnya, perjanjian tersebut melarang pengembangan senjata, peralatan, atau sistem pengiriman untuk menyebarkan agen atau racun tersebut.

Jika suatu negara memiliki agen, racun, atau sistem pengiriman untuk mereka, mereka memiliki sembilan bulan sejak berlakunya perjanjian untuk menghancurkan persediaan mereka, atau mengalihkannya untuk penggunaan damai.

Rusia menegaskan, BTWC 1996 menetapkan negara-negara harus bekerja sama secara bilateral atau multilateral untuk menyelesaikan masalah kepatuhan.

Dikatakan Vasily Nebenzya, negara-negara juga dapat mengajukan pengaduan kepada Union Nation Security Council Resolution (UNSCR) jika mereka yakin bahwa negara lain melanggar perjanjian BTWC 1996.

Tiga belas point Rusia

Komandan Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia dan Biologi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov di Moscow, Rabu, 11 Mei 2022

Dalam: “Briefing on the results of the analysis of documents related to the military biological activities of the United States on the territory of Ukraine”, menyampaikan 13 point penting, sebagai berikut.

Pertama, sebuah operasi militer khusus The Rear of the Armed Forces of the Russian Federation (RAF-RF) memungkinkan untuk menghentikan eksperimen kriminal terhadap warga sipil Ukraina;

Kedua, Ukraina adalah tempat pengujian Barat untuk pengembangan komponen senjata biologis dan pengujian sampel obat-obatan baru;

Ketiga, Kementerian Pertahanan Rusia memiliki informasi tentang eksperimen Pentagon terhadap warga Ukraina di rumah sakit jiwa dekat Kharkov;

Keempat, Amerika Serikat berusaha menyembunyikan partisipasinya dalam eksperimen biologis pada pasien di rumah sakit jiwa di Ukraina;

Kelima, uang palsu yang didistribusikan pada tahun 2020 di Luhansk People’s Republic (LPR) terinfeksi strain tuberkulosis yang resisten terhadap obat anti-tuberkulosis;

Keenam, pengumpulan biomaterial dari Ukraina oleh ahli epidemiologi dari Institut Bundeswehr menegaskan fokus penelitian militer di Ukraina;

Ketujuh, informasi yang tersedia untuk Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pelaksanaan program biologi militer ofensif Amerika Serikat di Ukraina;

Kedelapan, para ideolog aktivitas biologis militer Amerika Serikat di Ukraina adalah para pemimpin Partai Demokrat;

Kesembilan, Pfizer, Moderna, Merck, dan perusahaan farmasi lainnya terlibat dalam aktivitas biologis militer Amerika Serikat di Ukraina;

Kesepuluh, proyek biologis militer di wilayah Ukraina, selain Amerika Serikat, sedang dilaksanakan oleh Jerman dan Polandia;

Kesebelas, spesialis Amerika Serikat sedang menguji obat baru yang melewati standar keamanan internasional, mengurangi biaya penelitian;

Keduabelas, instansi pemerintah Ukraina terlibat dalam aktivitas biologis militer di negara tersebut bersama dengan kontraktor Pentagon;

Ketigabelas, pada akhir April 2022, sepuluh Unmanned Aerial Vehicle (UAV) lagi ditemukan di wilayah Kakhovka, dilengkapi dengan wadah dan peralatan untuk penyemprotan bioresep. (Aju)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,182PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terbaru