JAKARTA – Presiden Republik Ceko Petr Pavel memperkirakan dukungan Barat kepada Ukraina dapat menurun seiring waktu, sebagaimana dikutip dari surat kabar Jerman Sueddeutsche Zeitung dikutip Bergelora.com di Jakarta., Minggu (26/3)
Pernyataan Presiden Ceko tersebut merupakan salah satu pernyataan pertama dari negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang memberi sinyal bahwa dukungan ke Kiev dapat memudar.
Pemerintah Ceko dan anggota NATO lainnya telah menyediakan bantuan militer ke Ukraina untuk melawan invasi Moskow.
Namun Petr Pavel, yang adalah mantan jenderal NATO, menyatakan hasil dari pemilu presiden di Amerika Serikat (AS) tahun depan akan berdampak kepada dukungan ke Ukraina, sehingga Kiev mesti memahami bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang menentukan.
“Bila dukungan dari AS berkurang, maka dukungan dari sejumlah negara Eropa lainnya juga akan berkurang. Ukraina harus memperhitungkan hal ini,” kata Pavel.
“Kami harus memperhitungkan kelelahan berperang dan apa maknanya untuk dukungan dari negara-negara Barat. Dukungan ini akan berkurang seiring waktu,” ujar Pavel melanjutkan.
Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, sebelumnya Petr Pavel, memperingatkan negara-negara Uni Eropa (UE) agar tidak terlalu percaya diri dan bersaing satu sama lain.
Berbicara pada hari Selasa di sebuah debat yang diselenggarakan oleh Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman, pemimpin Ceko meminta negara-negara Uni Eropa untuk mematuhi “nilai-nilai Barat” dan memprioritaskan kerja sama dan persatuan.
Pavel, seorang pensiunan jenderal yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Komite Militer NATO, juga menganjurkan dukungan berkelanjutan untuk Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia, dan mengklaim bahwa tahun ini akan sangat menentukan hasil permusuhan.
Pavel memperkirakan Ukraina tidak akan memiliki kapasitas untuk serangan lebih lanjut setelah tahun 2023, oleh karena itu dia yakin pasokan senjata yang cepat ke pasukan Ukraina adalah untuk kepentingan Eropa.
Pemimpin Ceko itu mengakui bahwa negaranya telah kehabisan kemampuannya untuk memasok senjata ke Kiev.
“Republik Ceko membantu Ukraina dengan pasokan senjata sebaik mungkin, tetapi tidak lagi memiliki kapasitas untuk melakukannya,” kata Presiden Ceko seperti dikutip dari RT, Jumat (24/3/2023).
Republik Ceko muncul sebagai salah satu pendukung Kiev paling aktif dalam konflik dengan Rusia. Pavel telah memimpin pemerintah Ceko sejak Januari 2023, dan telah berulang kali menganjurkan bantuan militer tak terbatas untuk Ukraina, sembari mendukung aspirasi NATO di Kiev. (Calvin G. Eben-Haezer)

