Senin, 24 Juni 2024

LELANG SRBI TEMBUS Rp 296 TRILIUN.! Aliran Modal Asing Masuk ke RI Kian Deras, Investor Buru SBN

JAKARTA – Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia semakin “deras”. Hal ini terefleksikan dari aliran modal asing masuk atau capital inflow yang lebih tinggi pada pekan ketiga Januari dibanding pekan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) mencatat, pada periode 15-18 Januari terjadi capital inflow sebesar Rp 7,66 triliun.

Nilai tersebut lebih tinggi dibanding capital inflow pekan sebelumnya sebesar Rp 3,21 triliun.

Data bank sentral menunjukkan, aliran modal asing masuk ke seluruh instrumen pasar keuangan RI. Investor asing paling banyak memburu surat berharga negara (SBN), dengan capital inflow sebesar Rp 5,52 triliun.

Kemudian, selama sepekan, aliran dana asing masuk ke pasar saham sebesar Rp 650 miliar dan ke Sekuritas Rupiah BI (SRBI) sebesar Rp 1,50 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 15-18 Januari 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp 7,66 triliun,” ujar Asisten Gubernur BI Erwin Haryono dalam keterangannya dikutip Minggu (20/1/2024).

Dengan demikian, berdasarkan data setelmen hingga 18 Januari 2024 (year to date/ytd), pada pasar SBN terjadi aliran modal asing masuk atau beli neto sebesar Rp 5,72 triliun. Lalu pada pasar saham, pada pasar saham juga terjadi aliran modal asing masuk sebesar Rp 9,83 triliun.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, aliran modal asing paling banyak masuk ke instrumen SRBI yang baru diluncurkan bank sentral pada tahun lalu. Tercatat nilai beli neto di instrumen SRBI sebesar Rp 13,67 triliun.

Seiring dengan masuknya dana asing pada perdagangan pekan ini, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 74,28 bps per 18 Januari 2024 dari sebelumnya di level 72,05 bps per 12 Januari 2024.

Di sisi lain, untuk tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun tercatat naik ke level 6,69 persen, sedangkan yield surat utang AS atau US Treasury 10 tahun naik ke level 4,142 persen.

Tembus Rp296 Triliun

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) masing-masingnya mencapai Rp296 triliun dan US$896,50 juta hingga 16 Januari 2024.

Selain itu, Perry mengatakan instrumen SRBI juga telah secara aktif diperdagangkan di pasar sekunder, tercermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp75,44 triliun.

Lebih lanjut, BI mencatat lelang Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) yang diterbitkan sebagai instrumen moneter valas telah mencapai US$244 juta pada periode yang sama.

“BI terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter pro-market yang telah diterbitkan selama tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk ke dalam negeri,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (17/1/2024). (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru