Senin, 20 April 2026

Malu Aaah…! Kapolda Lampung Menolak Salam “KeCe” Mustofa

Deklarasi ‘Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berintegritas,–Bersama Rakyat Awasi Pemilu,–Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’ oleh pasangan calon gubernur Lampung dan pasangan calon bupati Tanggamus di Lapangan Saburai, Rabu (14/2). (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Untuk menjamin netralitas dalam pemilihan kepala daerah Polri telah mengeluarkan 13 poin pedoman netralitas polisi pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, yang isinya wajib dilaksanakan oleh seluruh anggota Polri.

Pedoman itu diantaranya yakni, dilarang mempromosikan, menanggapi dan menyebarluaskan gambar bakal pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah baik melalui media massa, media online dan media sosial.  Dilarang melakukan foto bersama dengan bakal pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah serta caleg.

Lalu, dilarang memberikan dukungan politik dan keberpihakan dalam bentuk apapun kepada calon kepala dan wakil kepala daerah, caleg, tim sukses. Yang wajib dilaksanakan adalah memberikan pengamanan pada rangkaian kegiatan Pemilu dan Pemilukada.

Seluruh hal itu pun dipegang teguh oleh Kapolda Lampung  Irjen Suntana yang diajak calon gubernur Provinsi Lampung Mustafa mengikuti gaya kampanyenya yakni “Salam Kece”.

Kejadian itu, terjadi pada Selasa (13/2) dalam acara bertajuk Pemilu Damai 2018 di Polda Lampng sesuaai Irjend Suroso Hadi Siswoyo menyampaikan pidato dan langsng menyalammi tamu undanga termasuk seluruh calon peserta pemilu yang hadir dalam acara tersebut.

Pada saat itu, Mustafa berteriak salam kece yang merupakan ciri khas pasangan dari partai yang diusung Nasdem, PKS dan Hanura, namun secara tegas Kapolda Lampung Irjend Suroso Hadi Siswoyo menegaskan dirinya tidak kece.

“Saya tidak kece,” kata dia.

Sebagai peserta pilkada Mustafa telah mengganggu netralitas polri yang dalam hal in bertugas menjaga keamanan,  jika yang bersangkutan mengerti, tentunya tidak akan mengajak polisi berkampanye sebab itu menggaanggu netralitas polri sebagai mana yang telah disebutkan dalam pedoman netralitas.

Seharusnyaa sebagai calon guernur Lampung yang menjadi peserta pilkada tidak mengganggu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan biarkan polisi tetap bersikap netralitas.

Ajakan tersebut terlihat usai, penandatanganan kesepakatan damai selama proses pemilihan kepala daerah Lampung yang ditanda tangani oleh KPU,  Bawaslu dan seluruh pasangan calon yang maju Pilgub Lampung 2018.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam kesempatan itu, Irjen Suroso Hadi Siswoyo menyatakan dirinya merasa optimis proses pilkada Lampung aman dan damai. (Salimah)

an dan damai. (*)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles