Senin, 22 Juli 2024

MASIH GAK PERCAYA…? 400 Kotak Amal Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah Tersebar di Lampung Disita Polisi

JAKARTA – Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) menyebarkan ratusan kotak amal sebagai bentuk penggalangan dana operasional di Lampung. Dari hasil penyelidikan, kotak amal tersebut dititipkan di sejumlah tempat.

“Tersebar, mulai dari warung makan atau rumah makan, kemudian mini market hingga mushola dan masjid yang ada di Lampung,” ujar Kabag penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (9/11/2021).

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Ramadhan menambahkan, penyebaran kotak amal untuk penggalangan dana ini tersebar di hampir seluruh kota dan kabupaten di Lampung. Mulai dari Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Lampung Utara.

Kemudian ada di Kabupaten Lampung Tengah, Kota Metro, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Barat, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Pesisir Barat.

“Ada sekitar 400 kotak amal yang kami sita di hampir seluruh wilayah di Lampung,” terang Ramadhan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Polri, Kombes Pol Aswin Siregar menerangkan kelompok JI telah menyebarkan ribuan kotak amal di 13 wilayah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta dan Lampung.

Ribuan kotak amal yang tersebar tercacat atas nama yayasan amal Lembaga Amil Zakat Abdurrahman Bin Auf (LAZ ABA). Melalui kotak amal tersebut, JI mendapatkan dana yang sangat besar untuk operasional dan membuatnya tetap eksis.

Kumpulkan Rp 70 Juta Setiqp Bulan

Sebelumnya disebutkan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI) di Lampung, diduga menyebar 2.000 kotak amal untuk mencari dana jihad. Bahkan, dalam sebulan, kelompok itu bisa meraih uang sebanyak Rp70 juta.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar mengungkapkan bahwa, dari dua ribu kotak amal yang disebar JI, 780 di antaranya telah disita.

“Ditemukan sebanyak 780 buah kotak amal yang sengaja disembunyikan oleh JI pasca tertangkapnya salah satu Ketua BM ABA, Fatria Sanjaya, tahun lalu di Jakarta,” kata Aswin saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Pencarian dana jihad itu terungkap saat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang terduga teroris S, SU dan DRS. Mereka bagian dari Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

Yayasan tersebut diduga sebagai salah satu modus yang digunakan oleh jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) untuk menggalang dana. Salah satunya, lewat penyebaran kotak amal ke masyarakat.

“Setiap bulan rata-rata untuk BM ABA Lampung berhasil menghimpun dana sebesar 70 juta per bulan,” ujar Aswin.

Namun demikian, Aswin belum dapat mengungkapkan lebih jauh mengenai jumlah dana yang dialirkan ke jaringan teroris selama ini. Menurutnya, perkara tersebut saat ini masih dikembangkan oleh penyidik.

Sekadar diketahui, Densus menilai bahwa dana itu nantinya akan digunakan untuk mengirim kader-kader JI ke sejumlah negara syam atau konflik untuk melakukan agenda Jihad Global. Misalnya negara yang dituju seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru