Sabtu, 18 April 2026

NAAAH…! SBY ‘Support’ Presiden Jokowi Tangani Situasi Paska Pengumuman Hasil Rekapitulasi Pemilu

Presiden Jokowi menerima Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Rabu (22/5) pagi. (Ist)

BOGOR- Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mantan presiden selama 2 periode memiliki wisdom maupun juga pengalaman-pengalaman tertentu yang ingin disampaikan dalam rangka memberikan support kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani situasi politik, hukum, dan keamanan akhir-akhir ini.

“Utamanya kalau kita melihat pasca pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019, baik itu untuk pilpres maupun pemilihan legislatif, yang telah disampaikan secara resmi oleh KPU pada tanggal 21 Mei dini hari,” kata AHY kepada wartawan usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5) pagi.

Harapan SBY dan tentunya masyarakat, lanjut AHY, tentunya pemerintah dan negara dapat menangani situasi pasca pengumuman rekapitulasi suara pemilu secara damai.

Menurut AHY, harus dihadirkan solusi-solusi atau pendekatan yang tepat. Artinya, tersedia ruang dialog, ruang komunikasi, solusi politik, solusi hukum, dan juga tentunya tetap bersedia pendekatan keamanan.

Namun demikian karena ini adalah bangsa kita sendiri, AHY berharap bahwa penanganan ini bisa dilakukan dengan baik sebesar ataupun sebisa mungkin kita terhindar dari segala korban yang tidak diperlukan.

“Tetapi tentu ini adalah negara hukum yang harus ditegakkan secara tegas dan tentunya berkeadilan. Ini adalah harapan besar dari kita semuanya,” tegas AHY.

Jalur Konstitusional

AHY menekankan, kalaupun ada kalangan yang belum puas atau belum menerima hasil rekapitulasi suara pemilu oleh KPU tadi, maka bisa disalurkan melalui jalur konstitusional.

“Ini tersedia, ada jalannya, dan mudah-mudahan dengan itu kita semua masyarakat Indonesia terhindar dari segala polemik yang bisa diperburuk dengan aksi-aksi yang tidak konstitusional,” ucap AHY.

AHY mengaku sangat senang dan lega ketika mendengar Prabowo Subianto juga menyampaikan itikad tersebut, yaitu akan menempuh jalur konstitusional untuk bisa mengajukan sejumlah keberatan atas hasil pemilu yang sudah didengar bersama.

Sedangkan Presiden Jokowi juga menjelaskan, bahwa beliau dengan itikad yang baik ingin menjadi pemimpin dan pengayom untuk semuanya, berada di atas semua golongan, di atas semua kalangan masyarakat.

“Memang karena memang itulah yang kita harapkan, Indonesia untuk semua, sehingga kita berharap pemimpin kita untuk semuanya,” pungkas AHY.

Jadi Jembatan Komunikasi

Setelah bertemu pada 2 Mei 2019 lalu di Istana Merdeka, Jakarta, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kali ini pertemuan dilakukan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5) pagi.

Seusai pertemuan kepada wartawan AHY mengatakan, komunikasi yang terjalin ini sebagai wujud harapan bahwa Pak Presiden Jokowi dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa terus menjalin tali silaturahim dan komunikasi, utamanya dalam mendiskusikan berbagai situasi bangsa dewasa ini.

“Tapi tentu karena keterbatasan ruang dan waktu dari Bapak SBY yang sampai dengan saat ini berada di Singapura untuk mendampingi Ibu Ani yang menjalani perawatan kanker darah, oleh karena itu Bapak Presiden Jokowi meminta saya untuk menjadi jembatan komunikasi dengan bapak SBY,” kata AHY.

Sebagai mantan presiden selama 2 periode, menurut AHY,  SBY memiliki wisdom maupun juga pengalaman-pengalaman tertentu yang juga ingin dibagi, ingin disampaikan dalam rangka memberikan support kepada Presiden Jokowi dalam menangani situasi politik, hukum, dan keamanan akhir-akhir ini, utamanya kalau kita melihat pasca pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019.

Ucapkan Selamat

Kepada Bergelora.com dilaporkan, pada kesempatan itu selaku AHY selaku Kogasma Partai Demokrat mengucapkan selamat secara langsung kepada Presiden Jokowi atas kemenangan hasil rekapitulasi KPU (Komisi Pemilihan Umum) tanggal 21 Mei yang lalu.

“Ini juga telah disampaikan secara langsung oleh Bapak SBY tadi malam melalui telepon dan juga ada video statement yang mungkin teman-teman wartawan atau masyarakat juga telah menyaksikannya bahwa ada kelegaan di hati Bapak SBY dan kita semuanya, bahwa kemarin kita mendengarkan langsung bahwa ada sebuah itikad, sebuah semangat agar semua pihak dapat menjaga susasana pasca pengumuman tersebut dengan tenang, dengan damai,” kata AHY.

Kalaupun ada kalangan yang belum puas atau belum menerima hasil rekapitulasi suara pemilu oleh KPU, menurut Kogasma Partai Demokrat itu isa disalurkan melalui jalur konstitusional. “Ini tersedia, ada jalannya, dan mudah-mudahan dengan itu kita semua masyarakat Indonesia terhindar dari segala polemik yang bisa diperburuk dengan aksi-aksi yang tidak konstitusional,” ujarnya.

AHY mengaku sangat senang dan lega ketika mendengar Prabowo Subianto juga menyampaikan itikad tersebut, yang akan menempuh jalur konstitusional untuk bisa mengajukan sejumlah keberatan atas hasil pemilu yang sudah kita dengar bersama.

Sedangkan Presiden Jokowi juga menjelaskan, bahwa beliau dengan itikad yang baik ingin menjadi pemimpin dan pengayom untuk semuanya, berada di atas semua golongan, di atas semua kalangan masyarakat.

“Memang itulah yang kita harapkan, Indonesia untuk semua, sehingga kita berharap pemimpin kita untuk semuanya,” pungkas AHY. (Roy Pangharapan)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles