Selasa, 21 April 2026

Nah Lo..! Hambat Investasi, Presiden Tegur Jonan dan Nurbaya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7) pagi (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersuara keras pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7) pagi. Saat itu, Presiden mengingatkan para menteri agar berhati-hati dalam mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen).

Presiden meminta agar sebelum mengeluarkan permen, betul-betul dihitung, dikalkulasi, dan diberikan waktu pemanasan terlebih dahulu. Ia mewanti-wanti jangan sampai permen itu nanti menghambat dunia usaha.

Kepada wartawan yang mencegatnya usai Pembekalan Calon Perwira Remaja (Capaja) tahun 2017, Senin (24/7) sore, di Cilangkap, Jakarta, Presiden Jokowi menjelaskan, kunci untuk pertumbuhan ekonomi sekarang ini memang hanya ada dua karena APBN tidak mungkin melompat atau meloncat.

“Yang paling penting APBN kita kredibel dan akuntabel,” ujar Presiden.

Tapi yang dua hal ini, yaitu satu investasi, peningkatan investasi. Dua, peningkatan ekspor.

“Lah kalau masih keluar peraturan menteri atau peraturan Dirjen yang justru menambah birokrasi, menambah ruwetnya orang yang ingin ekspansi atau investasi ya pasti saya tegur,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden mengingatkan, yang diperlukan sekarang ini momentumnya sudah ada. Layak investasi, investment grade sudah ada kepercayaan dari masyarakat yang dikeluarkan oleh surveinya Gallup World Poll sudah.

“Terus kalau kita sendiri tidak bisa memberikan pelayanan yang cepat, ya hilang diambil oleh negara lain, karena ekspor pun juga tadi saya sampaikan, ekspor pun kita masih berkutat pada pasar-pasar yang lalu-lalu terus pasar tradisional,” tutur Presiden seraya menambahkan bahwa hingga saat ini tidak berani melangkah ke pasar-pasar nontradisional yang harusnya mulai digarap secara baik.

Presiden mengaku sempat menegur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, di Sidang Kabinet pagi tadi di Istana Negara, Senin (24/7), karena kebijakan pembantunya itu dinilai menghambat investasi oleh para investor.

Saat ini menurut Presiden sejumlah faktor-faktor pendukung investasi, sudah disiapkan dengan baik. Selain momentumnya sudah ada, Joko Widodo atau yang dipanggil Jokowi menyebut kepercayaan masyakarat juga sudah tinggi, ia mengacu dengan hasil survei Gallup World Poll (GWP).

Saat ditanya mengenai sanksi lebih lanjut terhadap menteri-menterinya itu, Jokowi menjawab dengan penyataan bahwa para pembantunya bisa tahu dan paham apa yang harus dilakukan selanjutnya, setelah Presiden memberikan teguran langsung.

“Ditegur itu harusnya mengerti apa yang dilakukan,” katanya.

Dalam sidang kabinet tadi pagi tentang APBN, Presiden mengingatkan para pembantunya untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang saling tumpang tindih, dan tidak mengeluarkan kebijakan yang menghambat ekonnomi.

“Pada Permen-Permen, baik di kehutanan dan lingkungan hidup, di ESDM, misalnya, yang saya lihat dalam satu-dua bulan ini, direspons tidak baik oleh investor karena dianggap itu menghambat investasi,” jelas Joko Widodo saat menegur Ignasius Jonan dan Siti Nurbaya. (Enrico N. Abdielli)

 

Hambat Investasi, Presiden Tegur Jonan dan Nurbaya

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersuara keras pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7) pagi. Saat itu, Presiden mengingatkan para menteri agar berhati-hati dalam mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen).

Presiden meminta agar sebelum mengeluarkan permen, betul-betul dihitung, dikalkulasi, dan diberikan waktu pemanasan terlebih dahulu. Ia mewanti-wanti jangan sampai permen itu nanti menghambat dunia usaha.

Kepada wartawan yang mencegatnya usai Pembekalan Calon Perwira Remaja (Capaja) tahun 2017, Senin (24/7) sore, di Cilangkap, Jakarta, Presiden Jokowi menjelaskan, kunci untuk pertumbuhan ekonomi sekarang ini memang hanya ada dua karena APBN tidak mungkin melompat atau meloncat.

“Yang paling penting APBN kita kredibel dan akuntabel,” ujar Presiden.

Tapi yang dua hal ini, yaitu satu investasi, peningkatan investasi. Dua, peningkatan ekspor.

“Lah kalau masih keluar peraturan menteri atau peraturan Dirjen yang justru menambah birokrasi, menambah ruwetnya orang yang ingin ekspansi atau investasi ya pasti saya tegur,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden mengingatkan, yang diperlukan sekarang ini momentumnya sudah ada. Layak investasi, investment grade sudah ada kepercayaan dari masyarakat yang dikeluarkan oleh surveinya Gallup World Poll sudah.

“Terus kalau kita sendiri tidak bisa memberikan pelayanan yang cepat, ya hilang diambil oleh negara lain, karena ekspor pun juga tadi saya sampaikan, ekspor pun kita masih berkutat pada pasar-pasar yang lalu-lalu terus pasar tradisional,” tutur Presiden seraya menambahkan bahwa hingga saat ini tidak berani melangkah ke pasar-pasar nontradisional yang harusnya mulai digarap secara baik.

Presiden mengaku sempat menegur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, di Sidang Kabinet pagi tadi di Istana Negara, Senin (24/7), karena kebijakan pembantunya itu dinilai menghambat investasi oleh para investor.

Saat ini menurut Presiden sejumlah faktor-faktor pendukung investasi, sudah disiapkan dengan baik. Selain momentumnya sudah ada, Joko Widodo atau yang dipanggil Jokowi menyebut kepercayaan masyakarat juga sudah tinggi, ia mengacu dengan hasil survei Gallup World Poll (GWP).

Saat ditanya mengenai sanksi lebih lanjut terhadap menteri-menterinya itu, Jokowi menjawab dengan penyataan bahwa para pembantunya bisa tahu dan paham apa yang harus dilakukan selanjutnya, setelah Presiden memberikan teguran langsung.

“Ditegur itu harusnya mengerti apa yang dilakukan,” katanya.

Dalam sidang kabinet tadi pagi tentang APBN, Presiden mengingatkan para pembantunya untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang saling tumpang tindih, dan tidak mengeluarkan kebijakan yang menghambat ekonnomi.

“Pada Permen-Permen, baik di kehutanan dan lingkungan hidup, di ESDM, misalnya, yang saya lihat dalam satu-dua bulan ini, direspons tidak baik oleh investor karena dianggap itu menghambat investasi,” jelas Joko Widodo saat menegur Ignasius Jonan dan Siti Nurbaya. (Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles