Minggu, 23 Juni 2024

Polisi Tembaki Petani Dilumbung Padi Karawang

KARAWANG- Perlawanan Petani Karawang terhadap perampasan tanah oleh pengembang Podomoro, Selasa (24/6) siang dihadapi secara keras oleh aparat keamanan setelah sebelumnya dikepung. Sejak Senin (23/6) sekitar 7.000 Brimob disiapkan menggusur paksa para petani di atas tanah seluas 350 Ha.

Sekitar 1.200 petani, Desa Margamulya, Wanasari, Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat secara damai tanpa kekerasan tetap mempertahankan tanah-airnya dari perusahaan perampas tanah rakyat PT. SAMP (Agung Podomoro Group).

Polisi melepaskan tembakan peluru tajam ke arah rakyat yang mempertahankan tanahnya yang didampingi oleh buruh, mahasiswa dan relawan kesehatan.Sampai malam ini beberapa orang petani yang luka-luka dan ditangkap adalah Uki, Martha, Hasyim dan Mustopa Bisri. Mustopa juga dikenal sebagai relawan kesehatan dan Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Karawang, Jawa Barat. Beberapa orang buruh yang ikut terluka dan ditangkap adalah Gilang, Anas, Irwan, Deni, Maulana, Rudi,Panda, Odin Liana, Marsono, Egi dan NB Taryana.

“Apakah ini cara mensejahterakan rakyat menurut pemerintah hari ini dan para capres yang akan memerintah kemudian. Kampanye capres adalah omong kosong jika sampai besok pagi para petani Karawang tetap kehilangan tanahnya dan jiwanya sekaligus, demikian Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN) Yoris Sindhu Sunarjan

dalam rilisnya yang diterima Bergelora.com di Karawang, Selasa (24/6).

Sejumlah perwira petinggi Polda Jawa Barat dan Polres Karawang telah mempersiapkan strategi pengamanan eksekusi tanah sengketa. Pengamanan difokuskan pada 9 titik lokasi yang ada di Karawang.

Kabag Ops Polres Karawang, Kompol Imam Rahman mengatakan, sebanyak 9 lokasi yang akan diberi pengamanan, di antara Kantor BPN Karawang, Kawasan Grand Taruma, Tol KM 53 area Karawang Barat, Jalan Intechange, Jalan Konsorsium, dan sejumlah titik lainnya. Kompol Imam menjelaskan, total pengamanan eksekusi yang disiapkan yakni sebanyak 6.000 personil lebih.

“Di antaranya 20 ssk koros Mabes Polri, 15 ssk Brimob Polda Jabar, Dalmas Polda 3 ssk, Rayonisasi Polres Karawang gabungan sebanyak 500 dari Polres yang ada di wilayah Jabar, serta 500 anggota reserse dari Polda Jabar,” ungkapnya kepada bergelora.com Senin (23/06).

Sekitar 7.000 pasukan gabungan brimob dan dalmas polres karawang,di bantu oleh polres bogor mulai merangsek masuk mendekati lokasi eksekusi tanah di tiga desa di kecamatan telukjambe barat karawang. Sementara di lokasi tanah sengketa nampak warga bersiaga dan mulai memblokade jalan menuju area masuk ke lokasi tiga desa tersebut.

Sementara itu ratusan relawan tani karawang mulai berdatangan untuk bergabung bersama warga sekitar untuk bersama sama mempertahankan tanah warga.

Adapun peralatan yang dibawa aparat gabungan yang digunakan sebagai antisipasi kerusuhan, di antaranya kawat barier, water canon sebanyak 7 unit, barakkuda, dan kendaraan AVC Taktikal ada 7 unit.

Ketua umum Serikat Petani Karawang (Sepetak), Hilal Tamami menegaskan akan terus bersama warga untuk bertahan dan tidak meninggalkan lokasi sampai eksekusi dibatalkan oleh pihak PN karawang. (FX Farneubun)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru