Senin, 15 April 2024

RAKYAT HARUS UNTUNG..! Berapa Cadangan Lapangan Abadi Gas Blok Masela? Beroperasi Akhir 2029

JAKARTA – SKK Migas terus berupaya untuk mendorong produksi Lapangan Abadi Blok Masela. Hal ini mengingat cadangan gas di wilayah tersebut sangat besar.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, cadangan gas di Lapangan Abadi Blok Masela mencapai 18,3 trillion cubic feet (TCF).
Cadangan tersebut lebih besar dari Lapangan Tangguh yang sebesar 15,5 TCF.

“Kami sampaikan reserve atau cadangan proyek Abadi Masela adalah 18,3 TCF. Sebagai gambaran saja reserve Tangguh adalah 15,5 TCF. Jadi ini dari sisi reserve even lebih besar daripada yang di Tangguh,” katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Peta blok Masela. (Ist)

Ia pun mengatakan, eksplorasi untuk menemukan cadangan susah. Sementara, cadangan Lapangan Abadi sudah tersedia Dia bilang, persoalan saat ini ialah memproduksi gas di wilayah tersebut.

“Ini cadangan sudah tersedia tinggal permasalahan tadi yang disampaikan untuk kita realisasikan jadi produksi, kami berdiskusi serius mengenai ini,” katanya.

Untuk diketahui, Lapangan Abadi Blok Masela lokasinya 180 km barat daya Kepulauan Tanimbar. Hak partisipasi blok ini dipegang Inpex Masela Ltd sebesar 65%. Inpex sekaligus menjadi operator. Kemudian, hak partisipasinya dipegang PT Pertamina Hulu Energi Masela 20% dan Petronas Masela Sdn Bhd 15%.

Beroperasi Akhir 2029

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Proyek Lapangan Abadi Blok Masela akan mulai operasi pada akhir 2029. Target itu molor dari target sebelumnya yang direncanakan tahun 2027.
Hal itu disampaikan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII.

“Sejauh dengan asumsi bahwa pandemi itu berlangsung sekitar 2-2,5 tahun, dan tadinya 2027 ditargetkan, maka ini diharapkan menggeser hingga akhir 2029,” katanya di Komisi VII Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Ia pun meminta dukungan Komisi VII terkait implementasi cost recovery antara lain revisi PP 27 Tahun 2017. “Terkait juga masuknya carbon capture storage di dalam perhitungan cost recovery,” katanya.

Kemudian, ia juga meminta dukungan pemerintah terhadap proses persetujuan, komersialisasi dan financing.

Pada kesempatan itu, Dwi mengatakan, persetujuan revisi 2 POD 1 telah dikeluarkan pada November 2023. Kemudian, amandemen PSC telah diteken 2 Februari 2024. Sementara, dokumen Amdal dalam finalisasi.

“Land acquisition area non hutan, land delivery selesai di Februari 2024, jadi yang non hutan. Sedangkan area hutan yang untuk LNG Plant penyampaian ke KLHK untuk pelepasan area hutan dalam proses,” ujarnya.

Rakyat Harus Untung

Pemerintah telah menetapkan pengolahan gas Blok Masela dilakukan di darat agar menjadi pengungkit ekonomi masyarakat khususnya di kawasan Propinsi Maluku dan Indonesia Timur.

Jangan seperti proyek-proyek migas sebelumnya, rakyat harus mendapatkan keuntungan langsung dari Blok Masela. Untuk itu perlu dibentuk sebuah komite advokasi kawasan yang merencanakan dan mengawal hilirisasi dari produksi gas dari Blok Masela.

Komite independen yang terdiri dari putra-putra daerah ini juga memastikan keuntungan yang harus diterima langsung oleh masyarakat kawasan baik di Maluku maupun di Indonesia Timur. Karena Blok Masela harus bisa menumbuhkan hilirisasi industri dari berbagai turunan produk gas alam Masela.(Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru