Selasa, 3 Februari 2026

SASAR 12 JUTA KAMPUNG NELAYAN NIH..! Prabowo Janji Salurkan Kapal Nelayan 5-30 GT, Modernisasi Desa Pesisir Dimulai

JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 2 Februari 2026, berjanji akan menyalurkan kapal-kapal penangkap ikan berukuran 5 hingga 30 gross-tonnage (GT) kepada masyarakat di desa-desa nelayan. Janji ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk memodernisasi 12 juta kampung nelayan di seluruh Indonesia.

Penyaluran kapal-kapal besar ini merupakan bagian integral dari inisiatif pemerintah yang dikenal sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Melalui program ini, nelayan diharapkan dapat melaut lebih lama dan secara signifikan meningkatkan jumlah hasil tangkapan mereka. Peningkatan ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi para nelayan.

Selain pengadaan kapal nelayan, modernisasi kampung nelayan juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung. Fasilitas seperti jetty (dermaga kecil), pabrik es, dan cold storage akan dibangun di setiap desa nelayan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung sektor perikanan nasional secara komprehensif.

Strategi Modernisasi Kampung Nelayan Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu strategi utama pemerintah. Program ini dirancang untuk memodernisasi jutaan kampung nelayan di Indonesia, dengan target mencapai 12 juta kampung. Setiap desa nelayan akan menerima dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

Dalam pelaksanaannya, setiap kampung nelayan akan dilengkapi dengan jetty atau dermaga kecil yang berfungsi sebagai tempat bersandar kapal dan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan. Selain itu, pabrik es dan fasilitas cold storage juga akan dibangun untuk menjaga kualitas ikan. Dukungan Kapal Nelayan Prabowo berukuran 5 GT hingga 30 GT juga akan diberikan.

Presiden Prabowo berharap setiap desa dapat memiliki setidaknya satu kapal ikan berukuran 30 GT. Modernisasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas tangkap, tetapi juga pada efisiensi dan keberlanjutan sektor perikanan. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim.

Proyek Percontohan dan Kolaborasi Internasional

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (3/1) dilaporkan, pemerintah telah memulai proyek percontohan modernisasi kampung nelayan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang menunjukkan hasil positif. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa proyek di Biak ini telah berhasil meningkatkan hasil petani hingga hampir 60 persen. Keberhasilan ini menjadi bukti potensi besar program Kampung Nelayan Merah Putih.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah aktif mengerjakan modernisasi sejumlah kampung nelayan sejak beberapa bulan lalu. Hingga awal tahun 2026, KKP melaporkan bahwa 19 Kampung Nelayan Merah Putih telah beroperasi di berbagai lokasi. Beberapa di antaranya adalah Tolitoli (Sulawesi Tengah), Bumiharjo (Jawa Tengah), Pujiharjo (Jawa Timur), Lebetawi (Maluku), Gebang Mekar (Jawa Barat), Karang Duwur (Jawa Tengah), Poncosari (Yogyakarta), dan Bulukumba (Sulawesi Selatan).

Seperti ekspor hampir satu ton ikan segar dari kampung nelayan di Bulukumba ke Arab Saudi pada 9 Januari 2026, yang merupakan ekspor perdana. Untuk mendukung pengadaan Kapal Nelayan Prabowo, Presiden Prabowo juga telah melakukan lawatan ke Inggris. Ia bertemu dengan CEO Babcock, David Lockwood, di London dalam rangkaian lawatan Presiden RI di Inggris pada 18-21 Januari 2026.

Babcock, sebagai galangan kapal ternama dunia yang berpusat di Inggris, akan bermitra dengan Indonesia dalam kemitraan bidang maritim. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung rencana Indonesia membangun 1.500 kapal penangkap ikan. Kerja sama internasional ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat modernisasi armada perikanan nasional. (Calvin G. Eben-Haexer)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru