Selasa, 28 April 2026

SEGERA…! Mantan Kombatan GAM: Fitnah! Kembalikan Tanah Rakyat Aceh

Joni Suryawan, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) (Ist)

JAKARTA- Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah atas pernyataan yang diduga mengandung fitnah.

“Tunjukkan di mana lahannya, jangan jadi fitnah. Enggak enak juga dengan masyarakat kalau begini caranya. Kami membantah itu. Kami enggak pernah terima,” kata Mantan Komandan Peleton Raja Muda Daerah III, Linge, Aceh Tengah, Selasa (19/2). Atas pernyataan Dahnil itu menurutnya, beberapa anggota Joni ribut menanyakan hingga muncul kecurigaan di antara mereka karena seolah menerima lahan dari Prabowo.

Joni menduga Prabowo menguasai lahan di Aceh sejak lama. Dia menjelaskan sejak 1980-an sebelum konflik pecah, banyak lahan di Aceh telah dikuasai para pengusaha dari luar wilayah Serambi Mekah itu.

Situasi ini yang menurut Joni mendorong para putra asli daerah angkat senjata untuk bergerilya ke hutan. Warga setempat tak lagi memiliki tanah adat karena telah dikuasai para pengusaha.

“Salah satu hal yang memotivasi kami waktu itu berangkat bergerilya, berperang, adalah penguasaan lahan-lahan adat Aceh oleh pengusaha dari luar Aceh,” katanya.

Pimpinan Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, organisasi mantan para kombatan, juga membantah pernyataan Dahnil. Wakil Ketua KPA Abu Razak telah mengecek hal ini.

“Lahan Prabowo memang ada, kami akui. Tapi masalah dikelola oleh kombatan itu tidak benar, itu fitnah. Saya terkejut mengetahui berita itu,” kata Razak.

Dia mengatakan para eks kombatan mempertanyakan lahan yang diklaim kubu Prabowo itu. Sejumlah pimpinan KPA di wilayah juga telah ditanya terkait hal ini. Namun mereka tidak ada yang mengetahui klaim Dahnil tersebut.

“Juru bicara pemenangan Pak Prabowo itu (bicara) tidak ada fakta bahwa lahan itu dikelola oleh kombatan,” ujar Sekretaris Jenderal DPA Partai Aceh itu.

 

Dusta Prabowo

Eks Panglima GAM Wilayah Linge, Fauzan Azima menanggapi tudingan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyebutkan lahan negara yang dikuasai Prabowo di Aceh digunakan untuk mantan kombatan GAM.

Fauzan Azima membantah tudingan itu melalui akun Facebook-nya ‘Fauzan Azima II’ pada Selasa (19/2). Dia menulis beberapa paragraf dan memberi judul ‘Dusta, Lahan Prabowo Dikuasai Eks GAM.

“Saya adalah mantan Panglima GAM Wilayah Linge, yang meliputi teritorial Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di mana lahan berupa hutan tanaman industri milik calon Presiden Prabowo Subianto berada,” tulis Fauzan Azima.

Dia mengatakan, beberapa media memberitakan pernyataan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak, bahkan Sandiaga Uno sendiri sebagai calon cawapres menyatakan lahan Prabowo di Aceh dikuasai oleh eks GAM.

“Melalui media ini kami tegaskan bahwa pernyataan Dahnil dan Sandiaga Uno yang menyatakan bahwa lahan Prabowo Subianto dimanfaatkan dan dikuasai oleh eks GAM adalah dusta,” tulisnya.

Fauzan menjelaskan, dia bersama 102 eks Pasukan GAM Wilayah Linge sama sekali tidak ada niat apalagi ingin menguasai lahan milik Prabowo. “Kami tahu benar siapa saja yang pernah menjadi pasukan, bukan saja dirinya tetapi sampai keluarga mereka kami tahu persis dan tidak ada satupun dari mereka yang menduduki tanah milik Prabowo,” jelasnya.

Menurut Fauzan, sungguh perbuatan tidak terpuji, calon pemimpin bangsa menyusun bata-bata untuk membangun dusta dengan cara mengambinghitamkan eks GAM. “Kami tahu peraturan yang berlaku di negeri ini. Kami tahu pula bahwa menguasai lahan dengan tidak sah adalah pelanggaran,” tulis Fauzan.

Dia membenarkan pihaknya sedang memperjuangkan agar seluruh HTI THL segera dikembalikan kepada hutan adat Gayo, tetapi pihaknya masih menghormati konsesi THL yang mendapat perpanjangan selama 35 tahun.

“Meskipun kami tahu keberadaan THL tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah,” sebutnya.

Bahkan, jelas Fauzan, mungkin juga THL tidak bermanfaat dan beban bagi Prabowo sendiri. Indikasinya adalah ada keinginan Prabowo menjual seluruh sahamnya di THL yang berjumlah 60 persen kepada konsorsium asing, PT Floresta. Sedangkan sisanya 40 persen saham THL adalah milik Inhutani.

“Akhirul kalam, pesan kami, tidak salah berambisi, tetapi jangan sampai mengalahkan moralitas. Silahkan punya cita-cita tinggi tetapi jangan merendahkan atau mengambinghitamkan pihak lain dengan dusta,” tutup Fauzan Azima.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaku berkomunikasi dengan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) setelah debat kedua capres selesai. Mantan anggota GAM mengaku kecewa atas pernyataan capres Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung lahan milik perusahaan Prabowo Subianto.

“Mereka menyatakan, ‘Mas, kami ini marah, kami kecewa dengan statement dan tuduhan Pak Jokowi.’ Kenapa? Karena bagi mereka justru tanah yang di-HGU-kan kepada Pak Prabowo itu digunakan sepenuhnya untuk masyarakat. Kombatan GAM di Aceh itu banyak memanfaatkan tanah-tanah itu atas izin Pak Prabowo,” ucap Dahnil kepada wartawan di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/2).

Diambil Orde Baru

Kalangan aktifis juga meminta agar Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto segera mengembalikan tanah warga yang diambil di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Provinsi Aceh. Desakan ini disampaikan Aktivis Gayo Merdeka Yusuf Sabri.

Tanah dengan luas ratusan ribuan hektar tersebut menurutnya diambil pada masa Orde Baru dimana saat itu Suharto sangat berkuasa. Prabowo sendiri pada masa itu masih menjadi menantu Soeharto.

“Kita minta pak Prabowo segera mengambalikan tanah orang tua kami yang diambil saat masa Suharto dulu, masa itu masih orde baru yang berkuasa, orangtua kami tidak mengerti apa-apa, kini semua lahan milik Suharto, yang saat ini beredar itu milik prabowo,” katanya, Senin (18/2).

Menurut Yusuf Sabri, penguasaan lahan tersebut hingga saat ini tidak memberikan manfaat apa-apa bagi warga. Kekayaan alam dari wilayah tersebut hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan kayu yang terus menguras hasilnya.

“Selama ini perusahan perusahaan kayu yang beroperasi di wilayah kami hanya menguras hasil alam kami, mulai dari kayu dan getah Pinus dan ini tidak ada untungnya untuk daerah maupun masyarakat,” pungkasnya.

Kebohongan Dahnil

Diketahuinya lahan Prabowo tersebut terungkap oleh Presiden Joko Widodo dalam debat Calon Presiden Kedua yang digelar Minggu (17/2) malam. Dahnil Anzar Simanjuntak dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo- Sandi selanjutnya menyebut lahan yang dikuasai Prabowo di Aceh Tengah seluas 120 ribu hektare telah dikelola mantan kombatan GAM. Karena hal itu, kata Dahnil, Prabowo mengklaim dirinya sebagai patriot lantaran tanah hak guna usaha (HGU) Prabowo digunakan sepenuhnya untuk masyarakat.

“Kombatan-kombatan GAM di Aceh itu banyak memanfaatkan tanah-tanah itu atas izin Pak Prabowo,” kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, di Jakarta, Senin (18/2). Pernyataan itu menanggapi data yang disebutkan Joko Widodo saat debat capres kedua yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). Saat itu Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan seluas 120 ribu hektare di Aceh Tengah, serta di Kalimantan Timur seluas 220 ribu hektare.

Menanggapi hal ini, Prabowo pun mengakui soal kepemilikan lahan tersebut. Namun, dia menjelaskan status kepemilikan lahan itu adalah hak guna usaha atau HGU. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles