JAKARTA — presiden ri prabowo subianto meminta agar setiap daerah memiliki gudang logistik untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk di saat bencana.
Ia menilai lumbung pangan seharusnya sudah menjadi bagian dari kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana.
“Saya kira itu saran yang baik. Jadi itu dicatat ya, saya kira saran yang baik. Jadi kita hitung secara nasional saja. Iya. Nanti kita bantu tiap provinsi biar gubernur punya gudang persiapan makanan, bersama juga bupati. Seharusnya sebetulnya juga memang demikian ya,” kata Prabowo dalam rapat penanganan penanganan gempa bumi NTT, Kab. Nagekeo, NTT, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Kamis Rabu (27/8).
Prabowo mengatakan pemerintah pusat akan mendukung setiap provinsi untuk memiliki gudang beserta persediaan makanan yang dikelola pemerintah daerah. Ia meminta jajarannya untuk menghitung perkiraan kebutuhan bagi tiap-tiap daerah.
Nanti kita bantu tiap provinsi biar gubernur punya gudang dan persiapan makanan sama dengan bupati,” ucapnya.
Saran itu mulanya disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto yang merekomendasikan setiap kabupaten/kota memiliki gudang makanan, sehingga bantuan dapat segera disalurkan saat bencana terjadi.
Berkaca dari gempa bumi di NTT, gudang logistik BPBD kosong. Padahal, BPBD merupakan garda terdepan dalam menangani bencana. Sementara di sisi lain, BNPB tidak memiliki hubungan komando dengan BPBD, sehingga memerlukan waktu untuk mengirimkan bantuan.
Nanti kami datang untuk memperkuat pendistribusian logistik. Itu yang terlihat sangat menonjol Bapak Presiden. Mohon nanti ke depan ini menjadi perhatian karena tentu saja bencana ini sangat banyak terjadi di wilayah kita,” kata Suharyanto.
Suharyanto pun menjelaskan gudang itu dalam pengendalian kepala daerah, baik gubernur maupun bupati. Ia berharap keberadaan gudang itu dapat mempercepat penyaluran bantuan pada tahap awal bencana.
Paling tidak ketika ada apa-apa bisa saat awal itu bisa memberikan bantuan. Kami hitung tidak banyak Bapak Presiden. Kalau misalnya dalam bentuk permakanan itu bernilai Rp5 sampai 10 miliar. Contoh misalnya sembako Bapak Presiden, selimut, tenda-tenda, kemudian matras yang begitu-begitu lengkap, katanya.
Selain membahas itu, dalam rapat tersebut Prabowo juga mengecek ihwal penyaluran bantuan sebesar Rp20 miliar untuk setiap kabupaten yang terdampak gempa NTT.
“Bantuan yang Rp 20 miliar tiap kabupaten yang terdampak sudah sampai?” tanya Prabu.
Suharyanto pun memastikan bantuan itu telah diterima pemerintah daerah sekaligus tekanan dana itu hanya boleh digunakan untuk keperluan penanganan bencana.
“Kami juga sudah sampaikan ke pak bupati. Bantuan itu tidak boleh digunakan hal lain kecuali untuk menangani bencana,” kata Suharyanto.
Kunjungi Tenda Pengungsi Korban Gempa

Sebwlumnya, l, Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi tenda pengungsian warga korban gempa di Kabupaten Nagekeo , NTT, Rabu (26/8).
Siaran langsung Sekretariat Presiden RI, Prabowo tiba dengan mengenakan safari krem dipadukan dengan topi biru tua dan kacamata hitam. Prabowo menyapa langsung korban yang berada di tenda..
Prabowo didampingi oleh sejumlah jajaran pejabat, mulai dari Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendagri Tito Karnavian, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.
Dalam konferensi persnya di lokasi, Prabowo menyebut pemerintah pusat hingga daerah takkan tinggal diam. Ia menyebut seluruh jajaran akan bekerja keras memulihkan keadaan.
Sebelum mengunjungi tenda pengungsian, Prabowo menggelar rapat koordinasi dengan jajaran terkait di Posko Penanganan Bencana di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo.
Pada Rabu (26/8), Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi NTT. Ia tiba menjelang Pukul 12.00. Ia tampak tiba dengan menaiki helikopter kepresidenan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data per Rabu (26/8), korban jiwa gempa bumi Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 105 orang.
Ia melaporkannya di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat di Posko Penanganan Gempa NTT, Nagekeo, Rabu (26/8).
“Bapak Presiden, kami laporkan. Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa,” kata Suharyanto.
Ia menyampaikan untuk korban luka-luka sebanyak 1.678 jiwa, sedangkan jumlah pengungsi saat ini sebanyak 179.037 orang.
Suharyanto mengatakan sebetulnya korban yang terdampak langsung gempa itu sebanyak 48 orang, sedangkan 57 orang lainnya merupakan hasil lanjutan dari operasi SAR oleh Basarnas.
“Datanya lengkap memang hasil dari operasi SAR yang dilakukan oleh Basarnas, kemudian dirawat di fasilitas-fasilitas kesehatan yang tidak selamat, kemudian juga ada yang trauma, ada yang lanjut usia, ada anak-anak, sehingga menambah 57 orang sehingga meninggal di dunia sekarang 105 orang,” ucap dia.
Lalu untuk jumlah rumah rusak sementara ini sebanyak 81.436 unit. Suharyanto juga menyebut bahwa tiga kabupaten terdampak yang paling parah meliputi, Manggarai; Manggarai Timur; dan Nagekeo. (Calvin G. Eben-Haezer)

