NATUNA- Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto mengatakan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari Wuhan, China. Sementara itu ada 3 orang Indonesia yang tidak mendapatkan sertifikat kesehatan untuk meninggalkan China dan 4 orang memutuskan tetap di China.
“Mereka semua dibawah otoritas kesehatan pemerintah China. Saat ini para WNI yang sudah berada di Natuna sedang menjalani observasi kesehatan selama 14 hari. Hal ini disampaikannya di Natuna, Minggu (2/2).
Terawan meminta semua pihak khususnya keluarga dari 238 WNI yang sedang diobservasi di Natuna agar bersabar menunggu hasil observasi yang sedang berjalan.
“Untuk itu kita pemerintah bertanggung jawab atas kesehatan mereka dan seluruh rakyat Indonesia. Saya minta kita semua bisa disiplin melewati observasi kesehatan yang sedang berlangsung,” ujarnya kepada pers.
Terawan juga menjelaskan pemeritah memberikan pelayanan yang terbaik dengan menyediakan dokter, psikiater dan petugas kesehatan lainnya untuk melayani 238 WNI yang sedang diobservasi.

“Kami menginginkan mereka semua merasa nyaman dalam 14 hari observasi yang berlangsung ini. Kalau sudah dinyatakan sehat maka mereka akan segera kembali berkumpul dengan keluarganya,” jelasnya
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Terawan menjelaskan prosedur ini berasal dari regulasi yang dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) yang sudah mendeklarasikan International Emergency (Darurat Internasional) dalam menghadapi wabah Corona Virus.
“Tidak boleh ada yang miss agar tidak beresiko pada seluruh bangsa kita. Saya langsung yang mengawasi, tim yang akan memeriksa dan melaporkan. Kalau usdah clear maka saya yang akan putuskan boleh kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.
238, 3 tidak lolos skrining di china. Mereka harus melaporkan diri ke otoritas china. Pemerintah china komit tidak akan memberangkankan yg sakit.
Saya cek semua tim dengan detil kita yakin haris cek karena ini tanggung saya atas keselamatan negara bangsa dan rakyat indonesia. (Patar Sianipar)

