Selasa, 21 Mei 2024

SIAP-SIAP NIH..! Israel Mau Serang Balik Iran, Yordania Larang Penggunaan Wilayah Udaranya: Tentara Arab Siaga Penuh

JAKARTA – Juru bicara resmi Angkatan Bersenjata Yordania – Tentara Arab menyatakan kalau sekitar pukul 01.00 waktu setempat, Selasa, (16/4/2024), Angkatan Udara Kerajaan Yordania meningkatkan patroli udaranya.

Manuver ini dinyatakan untuk mencegah penetrasi udara dan mempertahankan wilayah udara Yordania dari pihak manapun.

Khaberni dan royanewstv melansir, Juru bicara resmi angkatan bersenjata Yordania menambahkan kalau tindakan ini menandakan kesiagaan penuh negara Kerajaan Hashemite tersebut di tengah perkembangan eskalasi di kawasan.

Angkatan Bersenjata Yordania – Tentara Arab juga menegaskan posisi tegas Yordania untuk tidak mengizinkan penggunaan wilayah udara Yordania oleh pihak mana pun untuk tujuan apa pun.

“Mengingat pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Yordania, dan dapat mengancam keamanan negara dan keselamatan warganya,” kata pernyataan .

“Juru bicara resmi Angkatan Bersenjata menghimbau masyarakat untuk tidak terseret ke dalam rumor yang beredar yang akan menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat, dan untuk mengambil informasi dari sumber resminya,” tulis pernyataan tersebut.

Angkatan Udara Kerajaan Yordania

Angkatan Udara Kerajaan Yordania dilaporkan meningkatkan patroli udara mereka seiring perkembangan eskalasi Iran-Israel pasca-serangan balasan Teheran, Minggu (14/4/2024).

Dewan Perang Desak Israel Serang Balik Iran Segera
Pernyataan Angkatan Bersenjata Yordania – Tentara Arab ini muncul setelah kabar kalau Dewan Perang Israel mendesak Tentara Israel (IDF) untuk menyerang balik Iran atas serangan ke negara pendudukan tersebut, Minggu (14/4/2024).

Dalam pembalasannya atas serangan di konsulat mereka di Damaskus, Suriah, Iran menyerang Israel menggunakan ratusan drone dan sejumlah rudal balistik.

Yordania dilaporkan ikut menembaki jatuh drone-drone Iran ke Israel tersebut yang melintas di wilayah udaranya dengan alasan prosedur tetap keamanan negara.

Yordania mengklaim, akan melakukan hal yang sama jika drone-drone itu berasal dri Israel sekalipun.

Belakangan, Yordania dianggap sebagai posisi vital dari rencana serangan balik Israel ke Iran.

Dalam rapat marathon Dewan Perang Israel, dibahas mengenai tentang waktu dan metode serangan balik ke Iran tersebut.

Amerika Serikat (AS) lewat Presiden Joe Biden dan Menteri Keamanan Lloyd Austin dilaporkan sudah meminta Israel untuk tidak membalas serangan Iran karena akan memicu konflik yang lebih luas di kawasan.

Terlebih, Iran menyatakan, akan membalas lebih keras jika Israel memutuskan menyerang balik atas serbuan drone dan rudal Teheran ke sejumlah wilayah Israel dalam serangan bertajuk ‘Operasi Janji Sejati’, tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant (dua dari kanan) dan Kepala Staf Umum Tentara Israel, Herzi Halevi menghadiri rapat Dewan Perang Israel yang membahas rencana serangan balik ke Iran setelah Teheran melancarkan serangan balasan ke Israel, Minggu (14/4/2024) atas pemboman konsulat mereka di Suriah, awal bulan ini.

Terkait situasi yang terjadi, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dilaporkan memberi tahu rekannya dari Amerika, Lloyd Austin, kalau Israel tidak punya pilihan selain merspons serangan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Situs web Ibrani Walla, mengutip sumber yang mengetahui rincian kontak antara Austin dan Gallant, melaporkan kalau Gallant menegaskan bahwa Israel tidak akan dapat menerima kenyataan baru di mana rudal balistik diluncurkan Iran ke wilayahnya tanpa serangan balasan.

Sumber tersebut mengindikasikan bahwa Gallant menekankan bahwa Israel juga tidak akan bisa menerima situasi di mana Iran membalas serangan Israel di Suriah.

Sementara itu, Austin menyampaikan kepada Gallant pesan serupa dengan pesan yang disampaikan Presiden AS Joe Biden kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu.

Baik Biden maupun Austin sama-sama menekankan kalau segala sesuatu harus dilakukan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut di wilayah tersebut.

Pemerintahan Biden dan beberapa sekutu Barat Israel mendesak pemerintah Netanyahu untuk tidak terburu-buru melancarkan serangan balik, karena hal itu dapat menyebabkan eskalasi regional,.

Para pejabat AS mengatakan bahwa Presiden Biden mengatakan kepada Perdana Menteri Netanyahu selama panggilan telepon antara keduanya pada Sabtu kalau ia harus mempertimbangkan dengan penuh “kehati-hatian dan strategis” soal bagaimana cara merespons serangan Iran tersebut.

Biden menyarankan agar Netanyahu tidak membalas serangan Iran, menurut situs Walla.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Duta Besar Rusia untuk Israel, Anatoly Viktorov, memperingatkan akan terjadinya perang besar di Timur Tengah jika Israel merespons serangan Iran.

Para pejabat Israel mengatakan kalau Netanyahu sempat menolak gagasan tanggapan langsung terhadap Iran saat rapat dewan perang pada Minggu, setelah adanya panggilan telepon dari Presiden AS yang menuntut agar Israel tidak membalas serangan Iran.

Namun belakangan, Netanyahu kembali menggelar sesi rapat Dewan Perang Israel setelah para menteri kabinet Israel mendesak agar IDF segera menyerang balik Iran. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru