Senin, 24 Juni 2024

SIAPA TANGGUNG JAWAB NIH..? Nasabah BNI Tertipu, Terpaksa Bayar Mahal Kepedulian Bank

JAKARTA– Nasabah BNI pemegang rekening no. 005xxxxxx7, menguraikan keluhannya ke bergelora.com pada Rabu (6/9) berhubung layanan optimal kepedulian bank ternyata meningkatkan bunga kredit terhadap sisa kredit tanggungannya, meski peduli meringankan tenor pembayaran cicilannya dari masa 12 bulan diperpanjang menjadi 24 bulan.

Nasabah tersebut berkewajiban membayar 3 transaksi tagihan cicilan berbunga 0%, tersisa 2, 3 dan 4 bln, serta transaksi berbunga 0,25% sebulan dengan tenor 12 bulan tersisa 10 bulan dan transaksi 0,2% sebulan dengan tenor 12 bulan. Nasabah tersebut mengajukan penundaan membayar tagihan tersebut dan memperpanjang tenor kredit.

Kepedulian pihak BNI ternyata optimal terhadap nasabah tersebut dengan mekanisme kelonggaran perpanjang tenor 24 bulan atas kredit, tapi tidak dengan bunga semula atas tiap transaksi yang sedang berjalan. Melainkan menghitung akumulatif sisa kredit dan dikenakan bunga 0,7% per bulan jauh lebih besar dari bunga semula.

Nasabah tersebut mengalami musibah penipuan 29/08/2023. Penipu mengirim WA berlogo resmi bank yang ternyata dijiplak menginformasikan perubahan biaya transaksi hanya semacam menjadi dua macam yakni Rp 6.500,-/transaksi dan Rp 150.000,-/bulan, unlimited transaksi. Dan diminta menjawabnya pada kuisioner yang disertakan.

Setelah nasabah tersebut memilih lewat kuisioner itu, segera menerima kontak tilpon berlogo resmi BNI yang rupanya dijiplak, memberi tahu akan proses pilihan tertera pada kuisioner. Serta secara santun berbicara sopan mengingatkan agar jangan tertipu memberi OTP pada pihak lain, sambil memberi OTP yang diminta disebut oleh nasabah tersebut.

Penipu menyampaikan OTP kedua karena alasannya ada kesalahan. Pada permintaan OTP ketiga, nasabah merasa ganjil, maka secepatnya mengkontak call-centre BNI dan menyetujui blokir rekening. Ternyata isi rekeningnya nyaris semua sudah habis disedot.

BNI setelah menerima laporan nasabah, dan meneliti kejadiannya, penipu itu menyedot uang memasukkannya tidak ke rekening tapi ke institusi pembayar belanja seperti OVO, Grap, dsb, sehingga BNI tidak dapat melacak serta menarik uang tersebut. Jika dimasukkan ke rekening tertentu, bisa ditarik.

BNI peduli optimal seperti disebut diatas membebani bunga jauh diatas transaksi semula, dengan imbalan tenor diperpanjang.

Sehubungan penipuan secara digital / on line, yang sangat marak dewasa ini, sementara pemerintah memfasilitasi kredit tanpa agunan untuk UMKM, bergelora.com mengingatkan agar semua nasabah bank semakin meningkatkan kewaspadaan berhati-hati terhadap operasional penipu yang menggunakan perangkat bertehnologi makin canggih. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru