Minggu, 19 April 2026

SIKAT PAAAK….! Impor Beras 1 Juta Ton Batal, Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Siapkan Uang untuk Serap Beras Petani

Presiden Joko Widodo. (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo memastikan, bahwa pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan impor beras. Pemerintah akan menyerap beras hasil dari panen petani pada musim panen tahun 2021 ini.

 
Untukmenyerap beras para petani tersebut, Presiden Jokowi menekankan telah meminta Perum Bulog melaksanakan tugasnya dan akan didukung dari sisi anggarannya.
 
Kepala Negara memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, untuk menyiapkan anggaran khusus untuk menyerap beras petani tersebut.
 
“Saya pastikan beras petani akan diserap Bulog dan saya akan segera memerintah Menteri Keuangan agar membantu terkait anggarannya,” kata Presiden Jokowi dalam keterangannya di akun Youtub Sekretariat Presiden, Jumat (26/3)
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Jokowi menekankan, hingga Juni 2021, beras impor tidak akan masuk ke Indonesia. Sebab, harga gabah ditingkat petani menurutnya belum sesuai dengan harga yang diharapkan.
 
“Saya tahu kita memasuki masa panen dan harga beras di tingkat petani belum sesuai yang diharapkan. Oleh sebab itu saya minta segera hentikan perdebatan yang berkaitan dengan impor beras, ini justru bisa membuat harga jual gabah turun atau anjlok,” paparnya.
 
Sebagai informasi, pada awal bulan ini, sejumlah daerah di Jawa Tengah telah memasuki panen raya. Namun para petani mengeluhkan harga jual gabah basah yang anjlok.
 
Di Kabupaten Kendal, harga gabah basah bahkan merosot hingga Rp3.600 per kilogram. Padahal pada panen sebelumnya, harga per kilogram mencapai Rp4.300.
 
Anjloknya harga gabah basah membuat petani kesulitan. Hal itu karena harga jual tidak sebanding dengan biaya produksi.
 
“Bingung mas, karena kualitasnya juga sama dibanding hasil panen sebelumnya, tapi ini bisa merosot sampai segitu harganya,” kata Muslim (40), petani asal Desa Sijeruk, Kecamatan Kendal.
 
Ia menambahkan, kemungkinan karena panen saat ini bersamaan di beberapa tempat sehingga stok melimpah sehingga mempengaruhi harga.
 
“Banyak yang lagi panen, mau gak mau harganya ngikuti, sekarang jadi Rp3.600 per kilonya,” kata Muslim. (Web Warouw)
 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles