Senin, 24 Juni 2024

SIKAT TERUS..! Putin ke AS: Jika Ingin Perang Selesai, Hentikan Pasok Senjata ke Ukraina

WASHINGTON DC – Presiden Vladimir Putin mengatakan dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara bincang-bincang kontroversial sayap kanan AS, Tucker Carlson, bahwa Barat harus memahami bahwa tidak mungkin untuk mengalahkan Rusia di Ukraina.

Dalam sebuah wawancara selama dua jam dengan mantan pembawa acara Fox News tersebut, Putin juga menyebut bahwa sebuah kesepakatan “dapat dicapai” untuk reporter Wall Street Journal yang dipenjara, Evan Gershkovich.

“Ada beberapa hal yang sedang didiskusikan melalui saluran layanan khusus,” katanya dalam wawancara yang dirilis pada Kamis (8/2/2024).

Putin menuding bahwa wartawan tersebut adalah seorang mata-mata, sesuatu yang dibantah keras oleh Wall Street Journal dan pemerintah Amerika Serikat.

Untuk diketahui, ini adalah wawancara empat mata pertama dengan Putin oleh seseorang dari media Barat sejak 2019. Namun, Carlson, yang dekat dengan mantan presiden Donald Trump, hanya mengajukan beberapa pertanyaan sulit dan lebih banyak mendengarkan ketika pemimpin Kremlin itu menyampaikan pandangan tentang sejarah Rusia, yang menggambarkan negara itu sebagai korban pengkhianatan Barat.

Putin membela keputusannya untuk menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Dan mengatakan, Barat sekarang menyadari bahwa Rusia tidak akan dikalahkan, meskipun ada bantuan dari AS, Eropa, dan NATO untuk Ukraina.

“Sampai sekarang, ada kegaduhan dan teriakan tentang kekalahan strategis Rusia di medan perang. Namun kini mereka tampaknya mulai menyadari bahwa hal itu sulit dicapai, bahkan tidak mungkin. Menurut pendapat saya, hal itu tidak mungkin terjadi,” katanya, sebagaimana dikutip dari AFP.

Bicara yang ditujukan ke AS Putin juga mengarahkan sebuah pesan kepada Kongres AS, di mana Partai Republik yang didominasi oleh Trump semakin enggan untuk terus mendukung Ukraina dengan senjata dan bantuan militer lainnya.

“Saya akan memberi tahu Anda apa yang kami katakan tentang masalah ini dan apa yang kami sampaikan kepada kepemimpinan AS. Jika Anda benar-benar ingin menghentikan pertempuran, Anda harus berhenti memasok senjata,” katanya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan perubahan kepemimpinan setelah pemilu AS, di mana Biden diperkirakan akan berhadapan dengan Trump dalam pertandingan ulang kontes mereka di tahun 2020, Putin mengindikasikan bahwa ia tidak akan melihat banyak perubahan.

“Anda baru saja bertanya kepada saya apakah pemimpin lain akan datang dan mengubah sesuatu? Ini bukan tentang pemimpinnya. Ini bukan tentang kepribadian seseorang,” ucap dia.

Menghadapi Putin di kursi putih yang serasi dengan meja kecil di antara mereka, Carlson jarang memberikan desak dalam wawancaranya di sebuah ruangan berornamen di Kremlin dan tidak menanting Putin atas hubungannya dengan Trump.

Saat menjadi presiden dan sejak dikalahkan oleh Biden, Trump telah berulang kali memuji Putin dan tidak mengutuk invasi ke Ukraina – mengatakan bahwa jika ia terpilih kembali, ia akan dapat menyelesaikan perang dalam “24 jam”, meskipun tidak mengatakan bagaimana caranya.

Sebaliknya, Biden telah mencap Putin sebagai “penjahat perang” dan menjadikan dukungan untuk pemerintah pro-Barat yang terpilih di Ukraina sebagai salah satu prioritas utama kepresidenannya.

Wawancara antara Carlson dengan Putin direkam pada Selasa (6/2/2024) dan diposting di situs web Carlson sendiri. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru