Senin, 15 Juli 2024

AYO….! Presiden Jokowi: Makanan dan Alat Berat Sudah Masuk Palu

Presiden Jokowi mendengarkan keluhan warga saat meninjau rumah-rumah yang rusak akibat gempa bumi di Palu, Sulteng, Minggu (30/9) siang. (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak melihat adanya aksi yang dituding sejumlah pihak sebagai penjarahan paska terjadinya gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9) lalu.

“Toko-toko tutup atau mungkin ada satu dua peristiwa, karena memang ada juga toko yang memberikan atau membantu saudara saudaranya. Semuanya dalam proses membantu,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Senin (1/10) pagi.

Untuk itu, Presiden mengimbau masyarakat agar dalam keadaan darurat seperti ini jangan mempermasalahkan hal-hal kecil yang sebetulnya tidak menjadi masalah dasar di sini.

Dari peninjauannya di Palu, Minggu (30/9), Presiden Jokowi mengemukakan, bahwa yang pertama memang di sana masih dalam posisi yang darurat, evakuasi belum selesai, masih banyak tempat-tempat yang belum bisa dilakukan evakuasi karena alat berat belum ada.

“Tapi tadi malam alat-alat berat sudah mulai masuk ke Palu,” terang Presiden.

Yang kedua, lanjut Presiden, yang berkaitan dengan makanan, dengan air ini juga masalah karena toko-toko semuanya tutup, air masalah karena listrik tidak ada yang hidup. Ini juga yang harus diselesaikan tapi tidak dalam waktu singkat.

“Kemarin kita sudah perintahkan untuk didatangkan gardu yang mobile, sehingga itu bisa segera ditangani, air bisa kembali mudah didapatkan,” ujar Presiden Jokowi.

Sedang yang ketiga yang berkaitan dengan BBM (Bahan Bakar Minyak) ini juga masalah karena mau menuju kesana Airportnya belum bisa dipakai. Kemudian darat juga masih ada jembatan yang runtuh, longsoran yang itu juga menghambat.

Tapi kemarin, menurut Presiden, bandara sudah bisa dipakai meskipun baru 2.000 meter (landasannya) tapi ini segera dalam satu minggu ini diselesaikan sehingga normal kembali kehidupan masyarakat di sana.

Diakui Presiden Jokowi memang problem-problem ini baru sehari dua hari sehingga semuanya kaget, semuanya syok, meskipun hal-hal itu harus diselesaikan.

Pemerintah mengupayakan beberapa masalah dasar yang dibutuhkan dalam penanganan pasca bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), bisa segera diselesaikan dalam 1-2 hari ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, ada beberapa desa yang karena alat beratnya belum ada belum dapat dilaksanakan evakuasi terhadap para korban. Namun, Presiden optimistis besok (Senin, 1/10) pagi alat berat tersebut sudah datang.

900  Orang Dibawa Ke Makassar

Sementara yang berkaitan dengan korban yang luka-luka, menurut Presiden Jokowi sebagian ditangani di rumah sakit di Palu. Tetapi sebagian besar, hampir 900 orang akan dibawa ke Makassar untuk ditangani di sana.

Adapun terkait dengan penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Presiden Jokowi mengakui di lapangan SPBU-SPBU penuh dengan masyarakat yang ingin mendapatkan BBM. Ia menyebutkan, hal ini karena terbatasnya pasokan BBM karena jalan menuju ke Palu masih banyak terkendala karena jembatan runtuh, longsoran, dan lain-lain.

“Tapi baru saja, 1 jam yang lalu saya perintahkan kepada Menteri ESDM untuk membawa BBM dengan pesawat, entah dari Makassar, entah dari Balikpapan, maupun dari Jawa, pesawat khusus BBM. Sehingga kita harapkan besok urusan BBM sudah bisa kita selesaikan,” tegas Presiden.

Sedang yang berkaitan dengan listrik, Presiden menjelaskan, ada 7 (tujuh) gardu listrik yang ada di Palu, namun yang berfungsi hanya 2 (dua), yang 5 (lima) masih ada masalah besar sehingga  perlu penanganan khusus.

“Saya tadi sudah telepon kepada Menteri BUMN, Menteri ESDM agar ini diselesaikan dengan gardu yang mobile. Ini masih akan dikirim dari Jawa menuju ke Palu. Ini moga-moga juga bisa cepat untuk menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan listrik,” ucap Presiden.

Kemudian untuk makanan dan air, diakui Presiden Jokowi, juga masih ada masalah karena banyak toko yang belum buka. Presiden Jokowi berharap dalam masa tanggap darurat ini segera bisa diatasi dan terselesaikan.

Soal tanggap darurat itu, Presiden Jokowi berharap dapat diselesaikan secepat-cepatnya sehingga dapat masuk ke tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, baik untuk fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan jembatan maupun untuk rumah-rumah warga.

Jangan Tinggalkan Palu

Menanggapi keinginan sejumlah warga yang ingin meninggalkan kota Palu, Presiden Jokowi meminta pejabat terkait untuk segera memulihkan aktivitas ekonomi paska terjadinya gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9) lalu. Dengan pemulihan aktivitas ekonomi itu, diharapkan masyarakat tidak tinggalkan kota Palu.

“Kita harapkan masyarakat tetap tinggal di Palu, kemudian juga segera bisa menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari sehingga bisa berjalan normal kembali,” kata Presiden Jokowi.

Diakui Presiden Jokowi hingga saat ini masih ada gempa-gempa kecil susulan. Karena itu, Presiden mengingatkan masyarakat agar tetap waspada.

Setelah meninjau empat titik terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Presiden dan rombongan langsung bertolak kembali ke Jakarta melalui Bandara Mutiara Sis Al Jufri, pada pukul 17.05 WIB, dan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusma Jakarta pukul 18.20 WIB.

Bantuan Makanan

Adapun mengenai bantuan makanan, Presiden Jokowi menegaskan hari ini akan dikirim sebanyak-banyaknya dengan pesawat hercules dari Jakarta langsung (ke Palu).

“Ada beberapa pesawat, kemudian nanti ada lagi yang diambil dari Balikpapan dan Makassar yang lebih dekat,” tegas Presiden Jokowi seraya menambahkan, problem-problem kita di lapangan memang keluhannya seperti itu.

BBM juga hari ini diharapkan sudah bisa masuk ke Palu karena pesawat khusus tangki BBM itu sudah akan di arahkan kesana.

“Saya kira problem-problem itu yang secepatnya harus kita tangani sebelum masuk ke tahapan yang kedua,” ungkap Presiden Jokowi.

Mengenai jaringan komunikasi yang rusak, Presiden Jokowi menjelaskan, lebih dari 1000 BTS juga dalam keadaan rusak. Namun semuanya sudah mulai diproses, meski memerlukan waktu.

“Ini juga akan kita lihat keadaan di Donggala seperti apa, kita sudah lihat keadaan di Parigi Moutong seperti apa, di Sigi seperti apa, semuanya, memang, ini belum kelihatan karena proses evakuasi masih berjalan,” pungkas Presiden Jokowi.

Guna membantu mendistribusikan suplai air dan makanan yang saat ini sangat dibutuhkan korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), pemerintah akan menyiapkan pesawat khusus.

“Hal ini mengingat kondisi bandara yang belum bisa beroperasi secara normal,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat meninjau Pantai Talise, di Kota Palu, Minggu (30/9) siang.

Dijelaskan Presiden, karena Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, masih darurat dan belum bisa didarati secara normal, maka pemerintah akan menyiapkan pesawat khusus supaya makanan yang akan dibagikan kepada korban gempa bisa masuk.

Saat berbincang dengan warga di Pantai Talise, masyarakat mengkhawatirkan perihal surat-surat penting yang hilang, Presiden Jokowi meminta masyarakat agar melapor terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang.

“Nanti lapor dulu ke kepolisian. Dua minggu saya ke sini lagi untuk memastikan,” ujar Kepala Negara.

Presiden menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki fasilitas publik yang terdampak gempa dan tsunami. Ia meyakinkan, proses rekonstruksi dan rehabilitasi akan dilakukan setelah tahapan evakuasi selesai.

“Termasuk jembatan yang ambruk, rumah sakit yang rusak, bandara yang rusak, sekolah rusak, dikerjakan pemerintah,” tegas Presiden Jokowi. (Lia Somba)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru