JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran kepolisian terus memperbaiki institusi dan tidak sombong.
“Jangan pernah Berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong,” kata Prabowo dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Polri di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/6/2026).
Menurut Prabowo, Polri harus semakin menjadi institusi yang rendah hati, bukan rendah diri. Kepala Negara juga mengingatkan agar Polri terus mendengar keluhan masyarakat.
“Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” ucapnya.
Prabowo menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah melakukan pembenahan di intitusi Korps Bhayangkara.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa,” ucapnya.
Dia meminta Polri selalu menjaga kehormatan Kepolisian Republik Indonesia.
“Dan yang paling penting, jagalah bangsa dan rakyat Indonesia. Dirgahayu ke-80 kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri untuk masyarakat. Polri presisi untuk Indonesia maju. Selalu bersama rakyat. Selalu menjaga Indonesia. Polri di depan sebagai Bhayangkara bangsa Indonesia,” lanjut dia.
Mahasiswa UI Demo di Mabes Polri

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berencana menggelar aksi di depan gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, hari ini pukul 13.00 WIB, Rabu (1/7/2026).
Aksi ini digelar pada hari yang sama dengan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80.
Koordinator aksi, Aqil, mengatakan, pemilihan waktu untuk aksi ini ditujukan sebagai ekspresi kekecewaan atas Reformasi Polri yang dinilai gagal.
Mereka membawa sejumlah tuntutan. Mulai dari pencabutan Undang-undang Polri, menghentikan kriminalisasi dan impunitas, serta menghentikan kekuasaan aparat di ruang sipil.
“Kami akan membawa simbol perkabungan atas matinya agenda Reformasi Polri sekaligus menyampaikan pernyataan sikap terkait desakan reformasi sektor keamanan, pencabutan UU Polri serta tuntutan agar Aparat dijauhkan dari ruang sipil,” kata Aqil dalam keterangan tertulisnya, Rabu.
Kepala Bagian Operasional Polres Jakarta Selatan, AKBP Tribuana Roseno membenarkan adanya pemberitahuan aksi tersebut.
Sebanyak 100 personil akan dikerahkan untuk mengawal keberlangsungan aksi ini.
“Benar bahwa ada pemberitahuan akan ada demo. Dan Kami dari Polres Jaksel akan memberikan pelayanan penyampaian pendapat di muka umum sebanyak 100 personil,” kata Seno saat dihubungi lewat panggilan telepon.
Masyarakat diimbau untuk menghindari jalan sekitar Mabes Polri jika terjadi kepadatan, seperti Jalan Trunojoyo, Jalan Raden Patah 1, dan Jalan Palatehan. (Web Warouw)

