Kamis, 29 Juli 2021

WADUH…! Studi ICMR: 86 Persen Kasus Corona Pada Orang yang Telah Diimunisasi Disebabkan Oleh Varian Delta

JAKARTA –┬áMenurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh ICMR (Indian Council of Medical Research) varian corona Delta berada di balik sebagian besar dari kasus klinis infeksi corona di India sebesar 86 persen, lalu 9,8 persen diperlukan rawat inap dan kematian sebesar 0,4 persen per kasus.

“Oleh karena itu, meningkatkan dorongan vaksinasi dan mengimunisasi populasi dengan cepat akan menjadi strategi paling penting untuk pencegahan lebih lanjut dari gelombang corona yang mematikan dan akan mengurangi beban sistem perawatan kesehatan, kata studi tersebut, dari NDTV, Sabtu 17 Juli 2021.

Virus corona varian baru SARS-CoV-2 Delta AY.1 dan AY.2 juga diidentifikasi dalam sampel penelitian ini.

Delta AY.1 dan AY.2 dicirikan dengan adanya mutasi K417N di daerah protein spike. K417N, E484K, L452R, dan E484Q adalah mutasi yang diketahui mengganggu kapasitas pengikatan receptor binding domain (RBD) dan membuatnya lebih menular oleh mekanisme pelarian kekebalan terhadap vaksin saat ini.

Ini menunjukkan peningkatan kebugaran virus untuk menghindari respons kekebalan dan bertahan melawan vaksin,” kata penelitian tersebut.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, telah dikumpulkan sejumlah sampel dari 17 negara bagian di India termasuk Maharashtra, Kerala, Gujarat, Uttarakhand, Karnataka, Manipur, Assam, Jammu dan Kashmir, Chandigarh, Rajasthan, Madhya Pradesh, Punjab, Puducherry, New Delhi, Benggala Barat, Tamil Nadu dan Jharkhand.

Studi ini menemukan bahwa wilayah selatan, barat, timur dan barat laut India sebagian besar melaporkan infeksi dari Delta dan kemudian varian Kappa dari SARS-CoV-2.

Dari 677 pasien yang dianalisis, 85 terinfeksi corona setelah mengambil dosis pertama vaksin, sementara 592 terinfeksi setelah menerima kedua dosis vaksin.

Sebanyak 604 pasien telah menerima vaksin Covishield, 71 telah menerima Covaxin dan dua telah menerima vaksin Sinopharm.

Lalu, sebanyak 482 kasus (71 persen) bergejala dengan satu atau lebih gejala, sementara 29 persen memiliki infeksi SARS-CoV-2 tanpa gejala. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

6FansSuka
8PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terbaru