Jumat, 29 Agustus 2025

ZELENSKY CUMA BISA NGINTIL DI BELAKANG..! AS dan Rusia Pastikan Berunding di Arab Saudi Putuskan Nasib Perang Ukraina

JAKARTA- Amerika Serikat (AS) dan Rusia telah mengonfirmasi bahwa delegasi utama mereka akan bertemu untuk membahas cara mengakhiri perang Ukraina dalam pembicaraan di Riyadh, Arab Saudi.

Para pejabat senior melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Senin ini, dalam konfirmasi dari Departemen Luar Negeri AS dan Kremlin.

Mengutip dari Al Jazeera, kedua delegasi akan bertemu di Riyadh pada Selasa besok, dengan maksud untuk meletakkan dasar bagi pembicaraan damai perang Rusia-Ukraina, kata kedua belah pihak.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Yuri Ushakov, penasihat kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin, akan melakukan perjalanan ke Riyadh hari ini, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Mereka akan bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz, dan Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff. Rubio sendiri dikabarkan telah tiba di Riyadh.

Peskov mengatakan pertemuan itu “akan didedikasikan untuk kemungkinan negosiasi mengenai resolusi Ukraina dan mengatur pertemuan antara kedua presiden.”

Menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dapat bertemu Putin di Arab Saudi, Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa pertemuan semacam itu dapat “segera” terjadi.

Negosiasi ‘Sesungguhnya’

Kantor berita Reuters, mengutip Peskov, melaporkan bahwa pertemuan pada hari Selasa akan difokuskan pada “pemulihan seluruh hubungan Rusia-Amerika yang kompleks”.

Kepala dana kekayaan kedaulatan Rusia, Kirill Dmitriev, juga dilaporkan akan bergabung dalam pertemuan tersebut.

Rubio mengatakan pada hari Minggu bahwa pertemuan di hari Selasa akan berupaya membuka pembicaraan yang lebih luas, yang “akan mencakup Ukraina dan akhir dari perang.”

“Proses menuju perdamaian bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam satu pertemuan,” tegas Rubio kepada jaringan televisi CBS.

Ukraina dan sejumlah negara Eropa mengecam rencana pertemuan di Riyadh karena tidak melibatkan mereka. Namun Rubio mengatakan bahwa pertemuan di Riyadh adalah awal, dan Ukraina serta Eropa akan diundang saat negosiasi “sesungguhnya” dimulai suatu saat nanti.

Zelensky Ngintil Dibelakang

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan mengunjungi Arab Saudi pada hari Rabu (19/2/2025), sehari setelah pertemuan di kerajaan tersebut antara para pejabat tinggi Rusia dan Amerika Serikat.

Zelensky telah mengumumkan rencana kunjungan itu beserta persinggahan di Uni Emirat Arab (UEA) dan Turki minggu lalu, tanpa menyebutkan tanggalnya. Pemimpin Ukraina itu menambahkan bahwa ia tidak punya rencana untuk bertemu dengan para pejabat Rusia atau AS di Saudi.

Laporan kantor berita AFP, Selasa (18/2/2025), juru bicara Zelensky, Sergiy Nykyforov mengatakan Zelensky akan mengunjungi Arab Saudi bersama istrinya, sebagai bagian dari kunjungan resmi yang “telah direncanakan sejak lama”.

Perjalanannya ke Saudi akan dilakukan pada suatu hari setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bertemu dengan pejabat-pejabat AS, sebagai bagian dari apa yang dikatakan Kremlin sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan Moskow dengan Washington.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendarat pada hari Senin lalu di Arab Saudi, di mana ia akan berbicara dengan para pejabat Saudi tentang Gaza.

Sementara itu, Zelensky mengatakan pada hari Senin lalu, bahwa ia telah mengadakan “percakapan yang berarti dengan Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi.”

UEA telah memainkan peran penting dalam memfasilitasi pertukaran pelajar Rusia dan Ukraina. Zelensky mengatakan mediasi UEA tersebut telah “menyelamatkan banyak nyawa.”

Ia juga mengatakan kedua pihak telah menandatangani dokumen kerja sama ekonomi dan membahas isu-isu kemanusiaan.

Sebelumnya.dilaporkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin mengatakan bahwa Kyiv tidak akan ikut serta dalam pembicaraan Amerika Serikat-Rusia yang dijadwalkan pada Selasa 18 Februari 2025 di Arab Saudi. Seperti dilansir Anadolu, ia juga tidak akan mengakui hasil apa pun terkait Ukraina dari pertemuan itu.

“Ukraina tidak akan berpartisipasi. Ukraina tidak mengetahui adanya pertemuan ini. Setiap negosiasi tentang Ukraina tanpa kehadiran Ukraina tidak ada artinya. Kami tidak dapat mengakui perjanjian apa pun yang dibuat tentang kami tanpa keterlibatan kami, dan kami tidak akan menerima keputusan seperti itu,” kata Zelensky dalam konferensi pers di Abu Dhabi.

Dia menyatakan alasan Ukraina tidak ikut serta karena Moskow dan Washington fokus pada isu bilateral.

Zelensky mengatakan: “Sejujurnya, mereka telah berbicara sejak lama. Satu-satunya perbedaan sekarang adalah mereka melakukannya secara terbuka.”

Dia juga mengatakan utusan Khusus AS untuk Ukraina Keith Kellog akan mendatangi negara itu pada Kamis 20 Februari 2025 sebagai upaya diplomatik untuk mengatasi konflik yang tengah berlangsung.

“Kami sedang menunggu kedatangan Kellogg yang sepakat untuk datang pada 20 Februari dan tinggal selama dua hari, mungkin lebih lama. Saya ingin membawanya ke garis depan. Saya yakin ia tidak akan menolak. Saya ingin ia memahami semua detailnya, berbicara dengan militer dan diplomat kami, dan melihat situasi di berbagai tingkatan,” katanya seperti dikutip oleh kantor berita Ukraina Ukrinform.

Kellogg juga akan bertemu dengan pejabat tinggi Ukraina, termasuk Panglima Angkatan Bersenjata Oleksandr Syrskyi, komandan brigade, dan perwakilan dari Kementerian Pertahanan dan dinas intelijen, menurut Zelensky. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru