Senin, 25 Mei 2026

72 SISWA DI JAKARTA TIMUR KERACUNAN..! Pemerintah Resmi Setop Sementara Operasional 1.789 Dapur MBG

JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Pangan memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Rakortas Tingkat Menteri, yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Rapat ini membahas penegakan aturan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang belum memenuhi standar, pengaturan distribusi MBG di hari sekolah, serta isu strategis lainnya. Sampai saat ini telah ada 2.162 SPPG yang diberi peringatan, sebanyak 1.789 disuspend (setop sementara), 368 SP-1, dan 5 SPPG diberikan SP-2.

“Secara umum, capaian program menunjukkan progres positif, namun distribusi ke pesantren perlu dipercepat. Atas perintah presiden, kita diminta sudah sempurna sebelum akhir tahun,” ujar Zulhas, dikutip Sabtu (4/4/2026).

Zulhas mengatakan hingga 30 Maret 2026, Program MBG telah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat di 38 provinsi dengan 26.066 SPPG beroperasi.

“Hingga 30 Maret 2026, pelaksanaan Program MBG telah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat di 38 provinsi” jelasnya.

Penyaluran MBG untuk kelompok 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui), akan dilakukan monitoring dan evaluasi, termasuk penyesuaian standar gizi. Pemerintah juga akan memfokuskan penerima manfaat sesuai Perpres. Pengawasan operasional SPPG juga akan diperkuat, termasuk evaluasi di sekolah dengan tingkat food waste tinggi.

Pihaknya berkomitmen memastikan Program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai standar guna mendukung peningkatan gizi masyarakat menuju Generasi Emas 2045.

72 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Ist)

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan gejala yang dialami 72 siswa di Jakarta Timur yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut penuturannya rata-rata siswa mengalami demam, mual, hingga diare.

“Gejalanya rata- rata deman, panas, mual, muntah, diare,” kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026)

Adapun puluhan siswa tersebut saat ini tengah dirawat di rumah sakit berbeda, yakni di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.

Pramono menyebut, kondisi puluhan siswa yang dirawat saat ini sudah stabil.

“Alhamdulillah penanganannya sudah berjalan dengan baik. Mudah-mudahan anak-anaknya segera sehat kembali,” tuturnya.

Sebagai informasi, 72 siswa yang diduga keracunan MBG tersebut berasal dari empat sekolah.

Yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

Pramono menyampaikan, dugaan awal mengarah pada makanan spageti yang disajikan dalam program MBG.

“Memang diduga dari makanan spageti, diduga,” ucapnya seperti dilaporkan jurnalis KompasTV, Ardi Praseno.

Meski demikian pihaknya enggan berspekulasi ihwal penyebab pasti keracunan yang dialami puluhan siswa tersebut. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles