JAKARTA- Laga yang dipentaskan di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, antara Argentina versus Mesir, Selasa Malam (7/7) berlangsung tegang, dramatis dan diwarnai kontroversi.
Mesir nyaris memulangkan sang juara bertahan setelah unggul lebih dulu melalui sundulan Yasser Ibrahim (’15’) dan Mostafa Zico (’67’).
Ketinggalan dua gol ini Pengguwa Argentina bangkit luar biasa mengejar kertertinggalannya, sehingga dalam masa waktu 14 menit , tim yang dijuluki Albiceleste melesatkan tiga gol ,sundulan Cristian Romero (’79’), tendangan keras Kapten Lionel Messi (’89’) dan Sundulan Enzo Fernanded (’90 +3′) setelah mendapat umpan lambung Lautaro Martinez. Skor berbalik jadi kemenangan milik Argentina menjadi 3-2 dan menghantar juara bertahan melaju ke babak perempat final menghadapi Swiss menyusul kemenangan 4-3 atas Kolombia lewat tendangan adu penalti, Rabu (8/7).

Drama tiga gol Argentina yang dicetak dalam masa 14 menit ini menunjukan bahwa Lionel Messi dan kawan-kawan memiliki mental baja, mental juara yang tak pernah kenal putus asa sebelum pluit akhir dibunyikan wasit, tanda perang di lapangan sudah usai.
Atas capaian Lionel Messi dan kawan-kawan, membuat pelatih Argentina, Lionel Scaloni terharu dan tak bisa berkata kata dalam konprensi pers usai pertandingan.
“Aku tak sanggup menatapmu. Maaf aku terlalu emosinal. Sungguh ini tim luar biasa, saudaraku. Itu saja, aku harus pergi, aku tak sanggup,” ujar Scaloni sambil meminta maaf kepada wartawan yang ingin mewancarainya.
Mantan pemain nasional Argentina itu sempat mengusap air matanya dan langsung meninggalkan wartawan.
Kontroversi
-

Lionel Messi pada laga Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026. (Ist)
Pertandingan yang penuh drama dan menegangkan ini menuai kontroversi besar dari kepemimpinan wasit.
Pengadil yang memimpin pertandingan 16 besar antara juara bertahan Argentina versus Mesir adalah Franqois Letexier, asal Prancis.
Kubu Mesir melakukan protes keras atas kepemimpinan wasit. Ia menganulir gol Mesir dan dianggap merugikan Mesir setelah para punggawa Argentina dibawa komando Kapten Lionel Messi bangkit dan menang 3-2.
Mohammed Salah, Sang Kapten, yang asis dan golnya sendiri dianulir, tak bicara sepatah kata pun ke media. Ia langsung masuk ruang ganti, mengumpul seluruh skuad, dan bicara empat mata. Menurut kiper cadangan, Mohamed Alaa, pesannya singkat: ini berat, tapi sudah terjadi, dan ini bagian dari ketetapan yang harus diterima.

“Protes boleh keras di ruang yang tepat, tapi hati tetap harus terjaga di ruang yang paling privat,” ujarnya
“Kami dirugikan wasit, tapi itu bukan alasan kekalahan kami. Saya tidak bisa bicara banyak situasi di lapangan tadi. Tapi kalian semua bisa melihat bagaimana kami diperlakukan oleh wasit. Dari awal kami sudah dapat hukuman pinalti, kemudian dibabak kedua banyak sekali kami dirugikan . Gol kedua kami dianulir sang pengadil. Kami tidak bisa mengajukan VAR dan bahkan orang-orang kami diusir dari pinggir lapangan,” ujar mantan penggawa Liverpool menjawab wartawan usai pertandingan
Pelatih Mesir, Hossam Hassan melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlantas, Selasa (7/7/2026)

Menurut laporan ESPN, Hassan menilai timnya menjadi korban “ketidakadilan” dalam pertandingan tersebut. Bahkan, ia melontarkan dugaan bahwa ada pihak yang menginginkan Lionel Messi tetap bertahan di Piala Dunia 2026
Terkait tudingan kubu Mesir bahwa wasit sengaja memuluskan perjalanan Argentina di Pildun 2026 ini, Sang Mega Bintang, Lionel Messi, tidak memberikan bantahan atau tanggapan spesifik, melainkan memilih mengevaluasi permainan tim.
Sepanjang kariernya, Messi memang beberapa kali berada di tengah perdebatan wasit, namun biasanya kritikan tersebut disampaikan saat ia membela klubnya
Justru pemain yang merayakan Ulang Tahun ke 39, 24 Juni lalu lebih banyak berbicara dan berfokus pada performa timnya atau kegagalannya mengeksekusi penalti ketimbang membahas kontroversi wasit secara langsung.
Terlepas dari kontroversi wasit asal Prancis yang pernah memimpin partai Indonesia vs Guinea dalam laga play off Olimpiade Paris 2024, penampilan Argentina secara maksimal dilakoni para pemain.
Lionel Messi dan kawan-kawan begitu sabar memainkan si kulit bundar untuk memanfaatkan celah dan ruangan, mencetak gol demi mengejar kertetinggalan 0-2 dari Mesir. Dan itu mereka buktikan.
Selain kesabaran dan tehnik individu serta kerjasama tim yang mumpuni, punggawa Argentina ini memiliki mental juara. Inilah menjadi salah satu kekuatan tim yang diarsiteki, Lionel Scaloni. Mereka sudah teruji menghadapi situasi sulit.
Namun Ketangguhan mereka masih akan diuji lagi oleh Swiis dibabak 8 besar atau perempat final sebelum menuju babak selanjutnya. (Eddy Lahengko)

