Selasa, 14 Juli 2026

NEGARA JANGAN ABAI..! Anak Sayuti Melik & SK Trimurti Dipindahkan ke Sentra Kemensos Bekasi, Jalani Perawatan

JAKARTA – Heru Baskoro (84), anak dari penulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Sayuti Melik, dipindahkan ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi Timur oleh Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (13/7/2026).

Pemindahan tersebut dilakukan setelah kondisi Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani (65), yang selama empat bulan terakhir tinggal di rumah kontrakan di Jalan Cipendawa Baru, RT 002/RW 003, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, mengalami keterbatasan kondisi kesehatan dan ekonomi.

“Alhamdulillah hari ini dari Kemensos juga hadir dan akan membawa beliau ke tempat yang lebih layak. Di STPL Bekasi Timur,” ujar Lurah Bojong Menteng, Kodriana, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa (14/7)

Kodriana mengatakan, pihak kelurahan baru mengetahui keberadaan Heru dan istrinya pada 11 Juli 2026.

Setelah menerima informasi tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan Camat Rawalumbu dan pengurus lingkungan untuk memastikan kondisi keduanya.

Menurut dia, kondisi tempat tinggal Heru dan Treyzia cukup memprihatinkan.

“Menurut saya tinggal di kontrakan seperti ini cukup miris. Awalnya mereka hanya tidur di atas karpet biasa. Makanya kami inisiatif dengan Pak RW membelikan kipas angin karena memang cuacanya panas,” kata Kodriana.

Selain kipas angin, pihak kelurahan bersama pengurus lingkungan juga memberikan kasur agar pasangan lansia tersebut dapat beristirahat lebih nyaman.

“Kami juga kasih kasur agar mereka dapat beristirahat lebih nyaman,” ujarnya.

Kodriana juga memastikan identitas Heru sebagai anak Sayuti Melik berdasarkan dokumen dan foto yang diperlihatkan kepada pihak kelurahan.

“Terkait kebenaran bahwa keduanya benar keluarga pahlawan Proklamasi Sayuti Melik, kalau lihat dari foto-foto dan dokumen, iya,” ujar Kodriana.

Sementara itu, Kepala Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Budi Satriyo, membenarkan bahwa Heru dan Treyzia telah tiba di sentra tersebut.

“Benar. Saat ini keduanya sudah berada di STPL,” kata Budi.

Ia mengatakan, STPL akan melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai dengan kebutuhan Heru.

“Dalam waktu dekat, kami maksimalkan pelayanan kesehatan dan fasilitasi kebutuhan dasar lainnya,” kata Budi.

Menurut dia, hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk apakah pengobatan akan dilakukan di Indonesia atau melanjutkan rencana perawatan di Kanada.

Sebagai informasi, saat ini Heru mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup signifikan.

Saat ditemui di rumah kontrakannya, rambutnya telah memutih seluruhnya dan ia hanya mampu menjawab beberapa pertanyaan karena keterbatasan akibat gangguan penglihatan dan kondisi fisiknya.

Kehidupan yang dijalani Heru dan Treyzia saat ini sangat berbeda dibandingkan ketika mereka tinggal di Kanada sejak akhir 1990-an.

Saat itu, Heru masih bekerja dan memiliki kondisi ekonomi yang cukup baik. Menurut Treyzia, sebelum menetap di Kanada, Heru merupakan pemegang Green Card di Amerika Serikat.

Pasangan tersebut kemudian pindah ke Kanada sekitar 1998 hingga 1999. Selama tinggal di luar negeri, Heru memiliki perjalanan karier yang cukup baik. Namun, kehidupannya berubah setelah mengalami gangguan penglihatan.

Saat ini, Heru hanya dapat melihat menggunakan mata sebelah kiri, sedangkan mata kanannya sudah tidak berfungsi.

Selain itu, ia juga menderita diabetes yang turut memperburuk kondisi kesehatannya. Keduanya sempat beberapa kali bolak-balik Kanada dan Indonesia untuk mencari pengobatan. Namun, keterbatasan biaya membuat rencana pengobatan lanjutan belum dapat direalisasikan.

Kenangan Heru Baskoro tentang Sayuti Melik

Heru Baskoro (84) anak dari penulis naskah proklamasi Sayuti Melik, saat ditemui di kontrakan dua petak, di Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (13/7/2026). Ia dikabarkan hidup terlantar bersama sang istri dan kehabisan biaya pengobatan mata. (Ist)

Di usia 84 tahun, ingatan Heru Baskoro memang tak lagi setajam dulu. Penyakit diabetes dan gangguan penglihatan yang dideritanya perlahan memengaruhi kondisi fisik maupun daya ingatnya.

Namun, ketika nama sang ayah, Sayuti Melik, disebut, wajah Heru seketika berubah. Ia masih mampu mengisahkan sosok ayah yang dikenalnya sebagai pribadi disiplin dan sederhana.

“Ayah saya orang yang sangat disiplin dan keras dalam menerapkan aturan. Beliau selalu mengajarkan agar kami mengikuti peraturan dan tidak melanggarnya,” ujar Heru.

Bagi Heru, kedisiplinan bukan sekadar nasihat yang diucapkan Sayuti Melik, melainkan nilai yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip itulah yang terus dipegangnya hingga kini.

Di mata publik, Sayuti Melik dikenal sebagai tokoh yang mengoreksi sekaligus mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Namun bagi Heru, sang ayah adalah sosok sederhana yang gemar bermain catur.

“Ayah sangat menyukai catur. Karena beliau, saya juga belajar bermain catur. Dulu beliau sering bermain catur sambil makan di rumah makan sederhana,” kata Heru.

Di balik kegemarannya bermain catur, Heru juga mengenang kedekatan ayahnya dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Menurut dia, hubungan Sayuti Melik dengan Soekarno tidak hanya sebatas hubungan kerja, tetapi juga dilandasi saling memahami cara berpikir.

“Beliau jarang bermain catur dengan Bung Karno karena Bung Karno sangat sibuk,” ujarnya.

Heru menceritakan, setiap kali Soekarno akan berpidato di suatu daerah, Sayuti Melik selalu memberikan latar belakang dan informasi mengenai daerah yang akan dikunjungi.

“Jadi pidato Bung Karno sesuai dengan kondisi masyarakat,” kata Heru.

Meski kini hidup dalam kondisi sederhana dan kesehatannya terus menurun, Heru mengaku masih menyimpan harapan sederhana, yakni dapat kembali sehat dan tetap bermanfaat bagi lingkungan serta sesama manusia.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan.

“Saya berharap anak-anak muda selalu menaati peraturan, hidup disiplin, dan tidak melanggar aturan. Sekarang kita sudah menjadi bangsa yang merdeka, jadi kita harus menjaga dan menaati aturan negara sendiri,” kata Heru.

Sebagai informasi, Heru lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 1 Juni 1942. Ia merupakan putra Sayuti Melik dan Surastri Karma Trimurti, dua tokoh yang namanya lekat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam kehidupan pribadinya, Heru menikah dengan Treyzia Noviani, cucu tokoh pergerakan nasional KH Agus Salim, putri dari pasangan Arlena Marcia dan Abdoel Muherti Martunus.

Sejak menikah, pasangan ini menetap di Kanada sebelum akhirnya kembali ke Indonesia untuk menjalani pengobatan mata Heru.

Kini, Heru hanya hidup berdua dengan istrinya karena tidak memiliki keturunan. Keduanya tinggal di sebuah rumah kontrakan dua petak di Jalan Cipendawa Baru, RT 002/RW 003, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Di rumah sederhana itu, mereka hidup dengan perabot seadanya. Sebuah kasur yang diletakkan di lantai, beberapa koper, serta barang-barang yang tersusun di sudut ruangan menjadi saksi perjalanan hidup pasangan lansia tersebut.

Saat ditemui, rambut Heru telah memutih seluruhnya. Ia masih berusaha menjawab setiap pertanyaan meski penglihatannya terus menurun.

Kini, mata kanan Heru sudah tidak dapat melihat, sementara mata kirinya masih memiliki sisa penglihatan yang terbatas.

Menurut Treyzia, suaminya masih membutuhkan operasi lanjutan menggunakan kornea buatan yang hingga kini belum tersedia di Indonesia.

Operasi tersebut hanya dapat dilakukan di Kanada, Amerika Serikat, atau Jerman. Namun upaya tersebut terkendala biaya. Sejak kembali ke Indonesia pada 2024, Heru dan Treyzia sempat berpindah-pindah tempat tinggal sebelum akhirnya menyewa rumah kontrakan yang kini mereka tempati selama sekitar empat bulan terakhir.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan tersebut mengandalkan bantuan dari kerabat dan teman-teman mereka. (Calvin G. Eben-Haezer)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles