Selasa, 28 April 2026

Ini Kekuatan Cinta & Doa Selamatkan Ahok & NKRI Melawan Keserakahan

Aksi Cinta & Doa Buat Ahok & NKRI Melawan Keserakahan oleh rakyat di Surabaya Jumat (12/5) (Ist)

JAKARTA- Aksi penyalaan jutaan lilin tanda berkabung atas nasib Indonesia dan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) terus berlangsung sampai ke tingkatan kabupaten dan kota di berbagai propinsi di seluruh Indonesia. Diawali dengan aksi bunga,– aksi lilin ini menandakan perlawanan damai melawan keserakahan dan intoleransi di Indonesia dari diberbagai pelosok Indonesia sampai keberbagai penjuru dunia. Hal ini disampaikan oleh budayawan, Wibowo Arif kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (13/5).

“Gelombang perlawanan damai ini wajar karena rakyat Indonesia muak dengan politik Indonesia didominasi kepentingan untuk menghambat kemajuan Indonesia yang sedang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Ahok yang sudah menjadi simbol keberanian untuk Indonesia bersih dari korupsi mendapatkan dukungan yang luas. Apalagi setelah divonis dan ditahan seperti sekarang,” ujarnya sepulangnya dari umroh baru-baru ini.

Aksi Cinta & Doa Buat Ahok & NKRI Melawan Keserakahan oleh rakyat di Semarang Jumat (12/5) (Ist)

Aksi yang dilakukan diberbagai negara juga menurut Wibowo Arif menandakan kekuatiran dunia terhadap situasi Indonesia yang semakin dikuasai oleh intoleransi dan rasisme.

“Seorang Ahok yang kebetulan beragama kristen dan beretnis tionghoa, harus dipenjara karena divonis penista agama. Padahal masyarakat internasional tahu track record Ahok sebagai seorang pelayan bagi masyarakat Jakarta yang sangat menjunjung tinggi kebhinekaan.Masyakat dunia juga merasa kecewa,” ujarnya.

Menurutnya solidaritas nasional dan internasional yang bermotif kecintaan pada Indonesia sebesar dan seluas sekarang belum pernah terjadi sebelumnya sejak generasi bunga (Flower Generation) anti perang Vietnam di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 1960-an ketika Amerika menyerbu Vietnam dan mengorbankan rakyat Vietnam.

Aksi Cinta & Doa Buat Ahok & NKRI Melawan Keserakahan oleh rakyat di Balikpapan Jumat (12/5) (Ist)

“Hanya saja kalau dulu didorong semangat anti perang. Kalau sekarang didorong semangat kecintaan pada Indonesia dan anti intoleransi. Nilai-nilainya sama sangat universal,” ujarnya.

Wibowo Arif menepis kekuatiran terjadinya konflik yang lebih besar antara rakyat yang bhinneka berhadapan dengan kelompok intoleran, karena saat ini kebangkitan kesadaran rakyat untuk melawan intoleransi sudah lebih luas.

“Silahkan saja hadapi rakyat yang sedang berjuang dengan kekuatan solidaritas cinta kasih dan doa dari berbagai agama dari seluruh pelosok Indonesia. Apa gak malu sama masyarakat Internasional yang sangat mencintai Indonesia,” ujarnya.

Aksi Cinta & Doa Buat Ahok & NKRI Melawan Keserakahan oleh rakyat di Timika, Jumat (12/5) (Ist)

Budayawan Idaman Andarmosoko kepada Bergelora.com menjelaskan bahwa aksi aksi damai yang terjadi diberbagai kota di Indonesia dan luar negeri ini merupakan wake up call, sebuah seruan bagi Indonesia untuk bangkit.

“Kalau gak juga bangkit, negara ini pasti hancur. Oleh karena itu, ditengah kelemahan pemerintah dan negara dalam menghadapi intoleransi, maka rakyatlah yang harus menguatkan pemerintah dan aparatnya untuk berani tegas,” ujarnya pada saat yang sama di Kalibata City, Jakarta Selatan.

Jangan Pupus

Jangan sampai menurutnya, kebangkitan rakyat ini cepat pupus dan kehilangan semangat. Karena problem Indonesia sangat berat dan tidak bisa diatasi hanya oleh pemerintah.

“Caranya kita serahkan pada generasi berikut yang sedang bangkit untuk menemukan pola dan metode menata ulang Indonesia baru yang bhinneka, toleran, cinta damai namun maju memimpin ditengah modernitas saat ini dan masa depan,” ujarnya.

Bernada Rurit, Mantan Wartawan Kompas juga mengatakan bahwa, kebangkitan  masyarakat dalam aksi damai ini  adalah titik temu antara seruan dari terutama Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang meminta dukungan masyarakat agar polisi bisa menghadapi kelompok intoleran.

“Ditambah lagi pembubaran ormas radikal yang diumumkan pemerintah oleh Menkopolhukam Wiranto. Semuanya menjadi kekuatan dalam peristiwa penahanan Ahok,” katanya pada saat yang sama.

Bernada Rurit menyampaikan, bahwa kekuatan masyarakat yang bhinneka awalnya dipelopori oleh Nahdlatul Ulama, Banser dan Ansor. Saat ini telah meluas ke seluruh masyarakat yang berakal sehat.

“Selain akal sehat, nurani dan kekuatan spirit juga sangat mempengaruhi gerakan cinta Indonesia ini. Doa semua agama, suku bangsa buat Indonesia yang menggerakan semua ini,” ujarnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles