Minggu, 26 April 2026

Menyebar Intoleransi, Rakyat Tolak Fahri Hamzah Di Manado

Masyarakat Sulawesi Utara menolak kedatangan Fahri Hamzah, Sabtu (13/5) (Ist)

MANADO-  Ribuan warga Sulawesi Utara dari Minahasa, Sanger Talaud dan Bolaang Mongondow hari ini Sabtu (13/5) sejak pagi hari sudah berkumpul di Bandara Sam Ratulangi untuk mengusir kedatangan Fahri Hamzah ke Sulawesi Utara. Ratusan aparat kepolisian dan TNI juga nampak menjaga ketat Bandara Samratulangi Manado untuk menghindari kekerasan karena sebelumnya sudah beredar di mesia sosial berbagai ancaman dari warga Sulawesi Utara terhadap Fahri Hamzah.

Menurut Brian Mailoor Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Sulut, kedatangan mereka untuk menolak aktor-aktor Intoleransi ke tanah Nyiur Melambai.

“Fahri Hamzah bukanlah orang yang toleran, untuk itu kami menolak dia untuk datang ke tanah yang penuh toleransi ini,” katanya kepada pers.

Menurut salah satu aktivis, Will Luntungan, akan ada massa yang mengadang Fahri di Bandara Sam Ratulangi.

“Ormas dan LSM di Sulut bakal menolak kedatangan Fahri Hamzah yang kami anggap (sebagai) pejabat negara yang hanya akan mengganggu stabilitas di daerah ini. Dia kerap mengeluarkan pernyataan yang memecah belah kesatuan bangsa,” ujar Will di Manado, Jumat (12/5).

Masyarakat Sulawesi Utara mengahdapang kedatangan Fahri Hamzah Sabtu (13/5) (Ist)

Hal senada juga disampaikan oleh, Joppie Worek, salah seorang tokoh masyarakat Sulut ini menganggap reaksi penolakan warga terhadap Fahri merupakan buah dari sikap mantan kader PKS ini sebagai seorang pejabat negara yang tidak memiliki jiwa nasionalis.

“Background dia yang secara umum dipandang intoleran dan catatan-catatan provokatif yang dia bikin membuat masyarakat Manado resah. Jadi masyarakat merekam track record dia. Kalau masyarakat menilai seperti itu maka itu hak masyarakat,” ujar Worek.

Lebih jauh, Worek meminta Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk menyikapi kondisi yang ada untuk menghindari gesekan.

“Saya pikir Gubernur juga harus berpikir jernih soal ini karena menyikapi sensitivitas di rakyat Sulut saat ini sehingga perlu mengambil sikap,” pungkasnya

Fahri Hamzah dianggap sebagai sosok yang sering mengumbar pernyataan yang memicu tindakan intoleran.

“Kami ada di sini bukan karena dibayar. Kedatangan kami disini menolak kelompok atau pribadi yang berusaha memecah belah bangsa. Musuh kami bukan agama,” ujar Wilson Frederik, salah satu orator.

Kepada Bergelora.com dilaporkanm masyarakat yang menggelar aksi tersebut membawa spanduk dan pamflet yang berisikan berbagai seruan, di antaranya bertuliskan ‘Usir si mulut busuk Fahri. ‘Bubarkan FPI’, ‘Muhammadiyah Saudara Kami’, ‘Fahri Yon Intoleran’ dan masih banyak lagi.

Menurut berita terakhir, Fahri Hamzah berhasil lolos dari kepungan masyarakat dan diselamatkan oleh pejabat setempat dan sudah di Manado. Saat ini sedang dilakukan pencarian dengan sweeping mencari Fahri Hamzah di seluruh Sulawesi Utara (Piet Rumambi)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles