JAKARTA- Timnas Spanyol saat ini, sah menyandang bintang dua di jersey kebanggaan. Penghargaan itu diberikan FIFA untuk tim yang meraih gelar juara di turnamen besar piala dunia.
Sebelumnya Spanyol menyandang bintang satu atas prestasi gelar juara di piala dunia 2010 di Afsel.
Letak dari bintang dua itu di dada sebelah kiri diatas logo lambang negara Spanyol.
Kenaikan ” pangkat ” La Roja yang dibesut Pelatih, Luis de la Fuente setelah di partai penutup gelaran piala dunia 2026 mengalahkan juara bertahan Argentina 1-0 melalui gol tungggal Ferran Tores diperpanjangan waktu menit 106.
Dalam dunia militer bintang itu merupakan suatu kebanggaan bagi penerima bintang, karena diperoleh melalui capaian dan tingkat prestasi yang gemilang. Pangkat dalam dunia militer itu diberikan oleh pimpinan yang bersangkutan karena dinilai dari sisi loyalitas, pengabdian dan prestasi serta tingkat pendidikan yang ditempuh.
Dalam dunia sepakbola, bintang dua yang disandang timnas Spanyol tentu berbeda dengan dunia militer. Capaian memperoleh bintang itu adalah simbol pengakuan prestasi tertinggi ditingkat dunia. Pentas sepakbola tertinggi adalah Piala dunia yang dipentaskan empat tahun sekali dan penyelenggaranya, FIFA, Federasi Sepakbola Internasional.
Perjuangan untuk bertarung di babak final piala dunia, bagi tiap negara harus melalui babak penyisihan, dimasing masing region dibagi dalam beberapa grup. Juara dan runner up grup sesuai regulasi FIFA otomatis lolos ke babak penyisihan. Negara perserta yang lolos ini otomatis berlaga di babak final Piala Dunia.
Piala Dunia edisi ke 23 ini dipentaskan di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko ini diikuti 48 negara, sebelumnya negara kontestan hanya 32 peserta.
Jumlah pertandingannya 104 dan dilaksanakan dalam kurun waktu 39 hari, terbagi dalam 12 grup dimana tiap grup diisi 4 timnas. Secara total, format baru dengan 48 peserta ini memainkan total 72 pertandingan sepanjang penyisihan grup. Dari fase ini, dua tim teratas dari masing-masing grup ditambah 8 peringkat ketiga terbaik berhasil lolos ke babak 32 besar.
Itulah kisah perjalanan setiap tim melaju kebabak final gelaran piala dunia. Jadi persiapan tim harus betul betul komperhensif, melelahkan dan butuh waktu cukup panjang terutama dari sisi finansil.
Maka tidak heran jika tim yang masuk empat besar atau semi final piala dunia adalah tim yang betul2 sudah teruji segalanya , apalagi tampil sebagai juara.
Aturan Resmi FIFA
Untuk itu FIFA mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada Tim yang menjadi juara dengan Bintang sebelah kiri atas logo jersey kebanggaan tim nasional
Bintang di atas logo pada jersey tim nasional sepak bola melambangkan jumlah gelar Piala Dunia FIFA yang telah dimenangkan oleh negara tersebut. Setiap satu bintang mewakili satu trofi juara dunia yang berhasil diraih.
Menurut aturan resmi atau regulasi FIFA, setiap negara yang pernah menjuarai Piala Dunia berhak menyematkan bintang pada jerseynya. Bintang ini murni menunjukkan jumlah gelar juara Piala Dunia atau jumlah trofi dimenangkan bukan kejuaraan tingkat benua (seperti Piala Asia atau Piala Eropa).
Misalnya Brasil memiliki lima bintang (juara 1958, 1962, 1970, 1994, 2002), Jerman dan Italia memiliki empat bintang, Prancis memiliki dua bintang, dan Argentina memiliki tiga bintang. Kecuali khusus untuk uruguay. Berdasarkan penelusuran sejarah dari Olympics.com, timnas Uruguay memiliki empat bintang di jerseynya meski baru dua kali juara Piala Dunia. Dua bintang tambahan tersebut dipasang sebagai pengakuan atas medali emas Olimpiade 1924 dan 1928, yang diakui FIFA setara dengan gelar juara dunia pada masa tersebut.
La Roja sukses membawa kembali trofi Piala Dunia, setelah menunggu selama 16 tahun sejak juara diraih tahun 2010 Piala Dunia di Afrika Selatan.
Kini skuad yang di arsiteki Luis de la Fuente menyandang bintang dua atau Mayjen kalau didunia militer . Pertanyaannya, capaian bintang dua ini apakah naik ke bintang tiga atau tetap tak bergerak, dibintang dua?. Mari kita tunggu gelaran Piala Dunia edisi ke 24 tahun 2030 di Maroko, Portugal, dan Spanyol sebagai tuan rumah utama, serta Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai pelaksana laga peringatan satu abad turnamen.
Selain itu, Piala Dunia 2026 memperkenalkan 8 sistem sleeve patch atau emblem khusus di lengan jersey pemain. Selain badge turnamen standar dan lambang juara bertahan, terdapat emblem untuk pemain peraih penghargaan individu (Golden Ball, Golden Boot, Golden Glove), serta emblem untuk legenda dan debutan.
Emblem atau lencana spesial di Piala Dunia 2026, adalah, Emblem Prestasi Tim, emblem Turnamen Standar, emblem Penghargaan Individu (Pemain), seperti, Golden Ball Patch : Lencana bergambar trofi Bola Emas yang diberikan khusus kepada pemain terbaik turnamen di edisi sebelumnya. Contoh pemakai emblem ini di Piala Dunia 2026 adalah Lionel Messi dan Luka Modrić,.
Golden Boot Patch ; Lencana bergambar
Sepatu Emas, diberikan kepada pemain yang pernah menjadi pencetak gol terbanyak (top scorer) di Piala Dunia. Golden Glove Patch : Lencana dengan lambang sarung tangan emas, diperuntukkan bagi kiper yang pernah meraih penghargaan penjaga gawang terbaik.
Ada juga emblem Pencapaian Karier seperti Legacy Patch yaitu Lencana khusus yang diberikan kepada pemain veteran dengan catatan sejarah panjang, seperti mereka yang telah bermain di 5 atau 6 edisi Piala Dunia (contoh: Cristiano Ronaldo dan Manuel Neuer).
Dan Debut Patch yakni Emblem yang dikenakan oleh pemain muda atau debutan yang baru pertama kali merasakan tampil di panggung Piala Dunia.
Pada turnamen piala dunia 2026, skuad La Roja mendominasi penghargaan FIFA, meliputi, Rodri (Spanyol) sebagai Pemain Terbaik, Unai Simon (Spanyol) sebagai Kiper Terbaik, dan Pau Cubarsi (Spanyol) sebagai Pemain Muda Terbaik. Serta Kylian Mbappe (Prancis) sebagai Top Skor (Eddy Lahengko)

