Kamis, 23 Juli 2026

GILA BANGET NIH BUMN..! 2.400 Konsumen Belum Dapat Unit Apartemen LRT City

JAKARTA – Inspektur Jendral (Irjen) Kementerian PKP Heri Jerman mengungkapkan ada sekitar 2.400 konsumen Apartemen LRT City yang tidak kunjung mendapatkan unitnya. Konsumen ini berasal dari beberapa proyek Apartemen LRT City yang bermasalah, mulai dari Tebet, Ciracas, hingga Cibubur.

Data ini disampaikan oleh pihak PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) selaku pengembang Apartemen LRT City kepada Kementerian PKP dan konsumen yang hadir dalam pertemuan mediasi yang digelar di Marketing Gallery Apartemen LRT Ciracas, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Kamis  (22/7/2026).

“(Ada berapa konsumen yang belum dapat unit?) 2.400-an,” katanya.

Alasan Kementerian PKP mengadakan pertemuan tersebut dikarenakan ada sekitar 17 pengadu ke kanal layanan pengaduan BENAR-PKP soal Apartemen LRT City ini sejak Desember 2025. Pengadu pertama adalah konsumen dari Ciracas. Awalnya Kementerian PKP ingin mengadakan pertemuan minggu depan, tetapi jadwal tersebut dimajukan jadi hari ini.

Konsumen yang hadir hanya sekitar 5 orang. Oleh karena itu, Heri menegaskan hasil mediasi hari ini belum mencakup keinginan semua konsumen.

Heri mengatakan pihak ADCP bersedia menyediakan unit kosong di tempat lain untuk ditempati oleh konsumen selagi menunggu apartemen yang mereka beli selesai dibangun. Unit yang dipinjamkan tersebut merupakan aset milik ADCP dan stoknya terbatas. Namun, untuk sistem penyerahan dan lokasinya belum ditentukan.

“Kesepakatan yang pertama adalah minta ganti rugi unit, sambil menunggu penyelesaian. Bukan sewa, dikasih unit lain yang ready stock. Sambil sampai itu (apartemen) jadi. Tapi itu tergantung ketersediaan. Bukan terus semuanya akan begitu (mendapat unit pinjaman),” kata Heri selepas pertemuan.

Sementara itu, pihak ADCP mengatakan dalam pertemuan itu mereka tidak bisa memberikan pengembalian dana (refund) kepada konsumen. Alasannya keuangan mereka sudah buruk.

“Refund tadi dari direksi menyatakan sangat tidak mungkin karena cash flow-nya nggak ada. Tadi cash flow arus kas yang tersedia untuk menyelesaikan 3 unit ini kesulitan mereka. Mereka lagi cari investor. Katanya sudah, ya. Sudah deal, tinggal pelaksanaannya,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, ADCP tidak menjanjikan timeline pembangunan baru. Namun, mereka berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan.

“Janji sih tidak. Tapi dia akan bertanggung jawab terhadap semua yang belum menerima (unit). Yang belum menerima, dia janji untuk semuanya bisa menerima (uni). Mereka tidak akan lari dari tanggung jawab karena membawa nama BUMN juga, ya,” ujarnya.

Heri menegaskan dalam kasus ini Kementerian PKP tidak bisa menjatuhkan suatu keputusan. Posisi Kementerian PKP adalah sebagai mediator atau penengah antara kedua belah pihak. Namun, Kementerian PKP akan terus memantau perkembangan kasus.

Terpisah, Karen (Nama Disamarkan) juga menyatakan ada sekitar 2.400 orang yang belum menerima unit dan ia salah satunya. Karen telah tertarik membeli unit di Apartemen LRT City Ciracas sejak 2016, saat proyek belum dibangun. Mereka ingin membeli unit di sana untuk investasi mengingat proyek tersebut dikerjakan oleh anak perusahaan BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Namun, unit yang dijanjikan diserahkan pada 2021 tersebut tidak kunjung didapat hingga hari ini.

“Membeli yang bisa termasuk awal, 2016. NUP dulu. Jadi ini masih lalang masih alang-alang dan ini sudah dipasarkan. Otomatis kan kalau kita sudah minat berarti kita kan sudah siapin dana dong dari 2016. Cuman waktu itu minta NUP, Nomor Urut Pembelian,” kata Karen kepada detikcom.

Ia membeli satu unit apartemen 1 kamar seharga Rp 650 juta dengan sistem pembayaran berjangka dan sudah lunas.

Pertemuan hari ini merupakan momen yang mereka tunggu-tunggu karena akhirnya bisa bertemu dengan direksi utama ADCP. Karen mendesak ADCP untuk segera menyelesaikan pembangunan. Ia mengaku lelah dijanjikan serah terima setiap tahun dengan jadwal yang sudah diundur lebih dari 5 tahun.

“Maksud saya udah kementerian dong (kumpul bahas masalah Apartemen LRT City yang mandek). Ini kan (punya) negara. Saya bilang jangan sampai ada bunuh diri gara-gara masalah yang kredit ke bank. Waktu kemarin kita meeting (antar konsumen) ini kan banyak permasalahan ke bank. Sekarang ini kita bayar, tapi kita nggak bisa tempatin dan nilainya (rumah) bukan nilai ecek-ecek,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan pihaknya akan segera menangani keluhan konsumen apartemen LRT City. Ia memastikan akan membantu para konsumen yang sudah melapor kepada Kementerian PKP.

“Kita tangani (keluhan konsumen apartemen LRT City) segera, pasti,” ucap Ara kepada awak media di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Terkait proyek LRT City yang mandek, ia mengatakan pembangunan harus diselesaikan. Pihaknya akan meminta pengembang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

“Harus diselesaikan (proyek LRT City) ya. Kita akan minta pertanggungjawaban developer-nya,” tuturnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles