JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan sepenuhnya diambil alih oleh pemerintah.
Dengan ketetapan ini, maka Kementerian Keuangan akan mengambil alih saham konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di KCIC. Adapun, konsorsium ini terdiri dari PTPN III, PT KAI dan WIKA (Persero). Namun, Purbaya menegaskan konsorsium tidak akan dibubarkan dan investor China tetap akan menjadi pemegang saham.
“Enggak (dibubarkan), konsorsiumnya ada yang dikasihkan saham punya dia ke saya,” kata Purbaya dikutip Bergelora.com.di Jakarta, Rabu (5/8)
Ketika dialihkan ke Kementerian Keuangan, semua KCIC akan dikelola oleh Special Mission Vehicle (SMV). Namun, Purbaya tidak mengatakan apa SMV yang akan mengelola saham KCIC tersebut.
“Dialihkan ke Kemenkeu, semuanya dikelola oleh saya, KCIC itu. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan Special Mission Vehicle (SMV) fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada yang lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN,” ucap Purbaya.
Purbaya pun menegaskan pemegang saham KCIC tidak berubah, yakni sekitar 60% saham dimiliki konsorsium Indonesia dan 40% dimiliki konsorsium China.
“60% ke kita, sekitar 40%. Ada yang lain, masih ada China di situ kan. Sekarang kita tanya ke China juga. Sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Purbaya juga menegaskan bahwa restrukturisasi utang KCIC ini ditargetkan akan kelar pada September 2026.
Hal itu diungkapkannya usai bertemu dengan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
“Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ini akan diserahkan dari Danantara, kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya akan kita percepat, mungkin pertengahan September akan clear,” ujar Purbaya.
Adapun kepemilikan saham BUMN di PT KCIC selaku operator Kereta Cepat Whoosh, saat ini berada di bawah konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). PSBI menguasai 60 persen saham KCIC, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
PBSI beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero). KAI tercatat menjadi pemegang saham mayoritas KCIC dengan kepemilikan saham 51,37 persen
“(Nanti kepemilikan KCIC) di saya. Bukan (di bawah KAI lagi),” kata dia. Saat ini Kemenkeu diketahui memiliki 13 SMV yang bergerak di berbagai bidang, namun Purbaya belum bersedia mengungkapkan lembaga mana yang akan ditunjuk. Ia hanya memastikan memiliki pendanaan yang cukup untuk mengambil alih saham BUMN di KCIC.
“Ada dua, pokoknya cukup, uangnya cukup,” ucapnya.
13 SMV di Bawah Kemenkeu
Daftar 13 SMV di bawah Kemenkeu adalah:
- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF
- PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII
- PT Geo Dipa Energi (Persero)
- PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI
- PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF)
- Pusat Investasi Pemerintah (PIP)
- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP)
- Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH)
- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank
- Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
- Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)
- Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI)
- Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN)
(Web Warouw)

