JAKARTA — Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan proses aktivasi saham tambahan Freeport-McMoRan (FCX) sebesar 12 persen ke Indonesia dilakukan tanpa biaya alias gratis. BeritaNasional
Proses penyerahan 12 persen saham tambahan akan dilakukan pada tahun 2041 setelah perpanjangan kontrak yang disepakati pada Februari 2026.
“Divestasi 12 persen lagi ditandatangani sekarang untuk berlaku tahun 2041. Itu tidak ada jual belinya. Tidak jual belinya,” kata Tony di Tembagapura, Papua Tengah dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa (18/8)
Sebelumnya, Freeport McMoran Inc mau mengalihkan sahamnya dengan syaratnya, pihak yang mengakuisisi akan mengganti biaya pro-rata Freeport yang dikeluarkan menggunakan nilai buku untuk investasi yang menguntungkan periode setelah 2041.
Hal itu tertuang dalam Nota Kesepahaman (MOU) antara Freeport dengan Pemerintah Indonesia untuk perpanjangan masa pakai hak operasi sumber daya bagi PTFI di distrik mineral Grasberg yang diteken kedua belah pihak pada Rabu (18/2).
“FCX akan memegang kepemilikan sahamnya saat ini di PTFI sebesar 48,76 persen hingga tahun 2041 dan memegang sekitar 37 persen mulai tahun 2042,” tulis perusahaan dalam keterangan resmi yang diunggah di laman Freeport.
Dalam wawancara dengan CNN TV, Tony Wenas menyebutkan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) menjadi faktor krusial untuk menjamin keinginan operasi pertambangan di Indonesia.
Tanpa izin kepastian sejak dini, perusahaan mengaku sulit melanjutkan investasi jangka panjang untuk mengembangkan tambang bawah tanah.
Menurut Tony, kepastian perpanjangan izin harus diperoleh jauh sebelum masa berlaku IUPK berakhir pada tahun 2041. Sebab, pengembangan tambang bawah tanah membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai 15 hingga 20 tahun.
Ia mencontohkan tambang bawah tanah Grasberg di Papua yang mulai berproduksi pada 2016-2017 sebenarnya telah dipersiapkan sejak tahun 2004. Oleh karena itu, Freeport perlu mulai mengembangkan cadangan tambang baru dari sekarang agar produksi tidak mengalami penurunan ketika izin saat ini berakhir.
“Oleh karena itu memang diperpanjang perpanjangannya dari sekarang supaya pada saatnya nanti di tahun 2041 tidak terjadi depleting produksi. Jadi produksi bisa tetap stabil karena kita sudah berani berinvestasi untuk menemukan cadangan-cadangan baru yang kami yakini masih ada,” tegas Tony.
Produksi Pulih Total: Bisa Sumbang Rp100 Triliun
PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi perseroan kepada negara bisa lebih Rp100 triliun per tahun jika kapasitas produksi perusahaan telah kembali mencapai 100 persen.
Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan sepanjang 2025 perusahaan telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp75 triliun.
“Dan saat nantinya kita mencapai kapasitas produksi 100 persen, maka kontribusi PTFI bagi negara akan mencapai lebih dari 100 triliun setiap tahunnya,” ujar Tony dalam sambutan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Mimika, Papua, Senin (17/8).
Dari total kontribusi tersebut, sekitar Rp13 triliun merupakan bagian yang diterima Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta kabupaten lainnya di Papua Tengah.
Tony menegaskan kontribusi tersebut mencerminkan komitmen PTFI untuk memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan.
“PTFI saat ini terus mendorong peningkatan kapasitas produksi hingga mencapai 100 persen. Peningkatan produksi tersebut diproyeksikan turut meningkatkan kontribusi perusahaan kepada negara dan daerah tempat perusahaan beroperasi,” papar Tony. (Web Warouw)

