Sabtu, 19 September 2026

KEREN BANGET NIH..! Prabowo dan Rusia Gaspol Hilirisasi Bauksit, Nilai Tambahnya Bisa 40 Kali Lipat

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus mendorong hilirisasi sumber daya alam, salah satunya melalui pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi aluminium.

Menurutnya, hilirisasi komoditas tersebut mampu menciptakan nilai tambah hingga puluhan kali lipat dibandingkan jika bauksit hanya dijual dalam bentuk mentah.

Ia lantas mencontohkan pengembangan industri aluminium terintegrasi di dalam negeri, mulai dari pengolahan bauksit menjadi alumina hingga alumina menjadi aluminium.

“Sebagai contoh, kalau kita bikin smelter aluminium di Indonesia, bauksit menjadi alumina, alumina menjadi aluminium, itu kenaikannya luar biasa ada yang 32 kali, ada yang 66 kali. Dan ini sedang kita kerjakan semua,” ujar dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dikutip Bergelora.com.di Jakarta, Sabtu (19/9)

Prabowo pun memproyeksikan hilirisasi bauksit dapat memberikan nilai ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Pada 2030 misalnya, nilai yang dihasilkan dari pengolahan bauksit disebut dapat mencapai US$15 miliar hingga US$16 miliar.

“Kita perkirakan 2030 dari bauksit kita bisa mencapai 15 sampai 16 miliar dolar,” katanya.

Selain itu, pengembangan industri hilirisasi bauksit juga disebut membutuhkan investasi besar. Prabowo memperkirakan investasi yang diperlukan untuk industri ini mencapai US$26 miliar dan akan menciptakan 229.000 lapangan kerja baru.

“Cadangan bauksit kita keenam terbesar di dunia. Bauksit menjadi aluminium, building material 36,9 kali, 40 kali nilai tambah yang sekarang enggak ada di Indonesia! This is our strategy, ini tujuan kita,” kata Prabowo.

Rusia Mau Bangun Pabrik di RI

Sebelumnya dilapprlan, Presiden Prabowo Subianto mengatakan raksasa aluminium Rusia, UC Rusal bakal membuka pabrik pengolahan di Indonesia. Menurutnya, kehadiran Rusal akan membantu Indonesia melakukan hilirisasi pertambangan.

Aluminium merupakan salah satu turunan dari bijih bauksit yang banyak ditambang di Indonesia. Rusal akan membantu Indonesia melakukan pengolahan pada komoditas tersebut.

“Kami juga melangkah jauh di sektor pengolahan, misalnya di bidang pertambangan, kami bekerja sama dengan Rusal, yang menurut saya merupakan perusahaan aluminium terbesar di dunia. Rusal akan masuk secara besar-besaran ke Indonesia. Rusal akan mengembangkan pabrik pengolahan bersama dengan kelompok usaha Indonesia,” beber Prabowo saat ikut berdialog di acara Eastern Economic Forum, Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Prabowo Tawarkan 138 Blok Migas ke Rusia

Selain proyek pengolahan aluminium, Prabowo bilang ada satu proyek lagi yang diteken dengan perusahaan Rusia. Dia bilang dalam kunjungannya ke Vladivostok, nota kesepahaman baru saja ditandatangani oleh perusahaan pupuk Indonesia dengan perusahaan besar Rusia.

Keduanya akan mengembangkan proyek produksi pupuk berbahan baku gas di wilayah Timur Jauh Rusia. Sayangnya, Prabowo enggan merinci seperti apa proyek yang dimaksud dan dua perusahaan yang bekerja sama apa saja.

“Hari ini, sebuah nota kesepahaman (MoU) juga telah ditandatangani antara perusahaan pupuk kami dan salah satu kelompok usaha terbesar di Rusia untuk investasi bersama dalam proyek produksi pupuk berbahan baku gas di wilayah Timur Jauh Rusia ini,” ujar Prabowo.  (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles