Rabu, 23 September 2026

JANGAN DIPELIHARA GUS..! 1.900 Pegawai Kemensos Terjerat Judol, Gus Ipul Siapkan Sanksi

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menyebut ada 1.900-an pegawai di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) yang terindikasi terjerat judi online (judol). Saat ini para pegawai itu masih dalam tahap klarifikasi.

“Ya terkait itu (judol), pegawai di lingkungan Kemensos itu ada sekitar 1.900-an orang yang terindikasi judol ya. Sekarang sedang kita dalami dan klarifikasi,” kata Saifullah Yusuf Lembang, Rabu (23/9/2026) dikutip Bergelora.com di Jakarta.

Menteri yang disapa Gus Ipul itu menyebut jika klarifikasi sudah selesai dilaksanakan, nantinya akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk menentukan sanksi terhadap pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Ya nanti kalau sudah tuntas semua klarifikasinya, kita akan umumkan berapa yang diturunkan jabatannya, berapa yang mungkin bisa kita berhentikan, bergantung pada tingkat pelanggarannya ya,” kata Gus Ipul.X

Tak hanya pegawai Kemensos saja, Gus Ipul mengatakan pihaknya juga sedang mengklarifikasi jumlah penerima manfaat bantuan sosial yang juga terindikasi judol. Jumlahnya mencapai sekitar 1,4 juta orang.

“Kemudian kalau untuk penerima manfaat bansos, yang terindikasi ya, itu ada sekitar 1,4 juta orang. Itu juga sedang kita dalami dan klarifikasi,” kata Gus Ipul.

Kemensos telah melakukan klarifikasi terhadap lebih dari 1 juta penerima manfaat yang masuk dalam data pelaku judol. Berdasarkan hasil klarifikasi sementara, ada indikasi penyalahgunaan NIK milik penerima manfaat untuk berbagai keperluan di luar aktivitas penerima yang bersangkutan.

“Satu juta lebih kita sudah klarifikasi, itu ada yang ternyata dimanfaatkan untuk putranya atau anggota keluarga lain (untuk judol). Kita sedang lakukan klarifikasi juga kadang-kadang ada nomor KTP daripada penerima manfaat itu dimanfaatkan orang lain untuk membeli rumah, untuk langganan listrik, untuk beli tanah, atau membuat perusahaan,” kata Gus Ipul.

Pihaknya juga terus melakukan proses verifikasi dan pemutakhiran data untuk memastikan penerima bansos sesuai dengan kondisi sebenarnya. Salah satu langkahnya yakni dengan digitalisasi penyaluran bansos.

“Jadi ini adalah yang kita temukan di lapangan, yang terus sekarang kita perbaiki. Apalagi sekarang ada digitalisasi bansos, yang diharapkan nanti ya semuanya bansos lebih tepat sasaran,” kata Gus Ipul. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles