HAMBURG- Di sela-sela kehadirannya pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Group 20 (KTT G20) Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hamburg Messe, Jerman, Sabtu (8/7) siang.
Dalam kesempatan itu, Presiden Trump menyampaikan rasa gembira dalam pertemuan kali ini karena Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat baik kepemimpinannya. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan banyak kesepakatan.
“Saya harap kita menjadi teman dan bisa menghasilkan banyak kesepakatan. Kita memang sudah memiliki relatif banyak kerja sama ekonomi,” kata Trump.
Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Presiden Trump memiliki banyak fans dan teman di Indonesia.
“Sehingga masyarakat Indonesia secara khusus dapat menyambut dengan baik,” tutur Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa banyak rakyat Indonesia yang akan menyambut Presiden Trump.
“Saya harap bisa membawa pulang kabar baik untuk jutaan temanmu di Indonesia,” harap Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan penghargaan atas kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence, sekitar tiga bulan lalu.
“Kami sangat mengapresiasi karena telah memberikan kesempatan Indonesia sebagai salah satu dari 4 negara yang dikunjungi di Asia dalam masa jabatan pertama anda,” tutur Presiden Jokowi.
Saat kunjungan ke Indonesia, Presiden Jokowi juga menyampaikan bagaimana Wapres Pence menggarisbawahi komitmen AS dalam memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.
“Kami menilai hal ini sangat berhasil,” pungkas Presiden Jokowi.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.
Bertemu PM Belanda

Pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte menjadi pembuka rangkaian kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu, 8 Juli 2017 di Hamburg, Jerman.
Seusai pertemuan dengan PM Rutte, Presiden Jokowi bertemu dengan para CEO di Hotel Steigenberger, Hamburg. Presiden Jokowi selanjutnya akan berangkat menuju Hamburg Messe und Congress guna mengikuti sesi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Sejumlah pertemuan bilateral akan mengapit kegiatan Presiden Jokowi di sela-sela sesi KTT G20. Diantaranya pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phucey, Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg, hingga Presiden Republik Korea Moon Jae In.
Presiden beserta rombongan dijadwalkan lepas landas menuju Jakarta sekitar pukul 18.45 Waktu Setempat (WS) atau 23.45 WIB. Diperkirakan pada Minggu petang, 9 Juli 2017, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan tiba di Tanah Air.
Bertemu PM Vietnam

Di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc, di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7).
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga mengharapkan agar perundingan delimitasi wilayah dan ZEE antara Indonesia dan Vietnam segera diselesaikan. Hal ini sangat penting untuk mencegah kembali insiden yang terkait dengan perairan laut, seperti yang terjadi pada bulan Mei 2017.
“Kami mendukung pemberantasan lintas batas, termasuk IUU Fishing. Saya mendorong agar suatu provisional arrangement untuk wilayah klaim tumpang tindih dapat dibuat sesuai dengan UNCLOS 1982,” tutur Presiden.
Isu terkait maritim lainnya, adalah maraknya pelanggaran IUU Fishing di perairan Indonesia. Menurut Kepala Negara, sudah terlalu banyak kerugian yang harus ditanggung Indonesia karena kejahatan IUU Fishing.
“Indonesia mengharapkan kerja sama Vietnam untuk memberantas IUU Fishing,” ujar Presiden Jokowi.
Terkait dengan kepemimpinan Vietnam di APEC, Presiden menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap keketuaan Vietnam di APEC.
“Terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir dalam KTT APEC bulan November 2017,” sambung Presiden.
Saat menerima PM Vietnam itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.
Bertemu PM Norwegia

Selain bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga melakukan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg di sela KTT G20 di Hamburg Messe, Jerman, Sabtu (8/7) siang.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa nilai perdagangan kedua negara pada 2016 mengalami peningkatan 40,5 persen dibanding tahun 2015. Sementara investasi mengalami peningkatan sebesar 772 persen, termasuk peningkatan investasi portofolio dari Pension Global Fund Norwegia.
“Perkembangan positif ini perlu terus kita pertahankan, atau bahkan ditingkatkan,” kata Presiden Jokowi kepada PM Erna.
Presiden Jokowi mengatakan, saat ini Indonesia telah memperoleh peringkat investment grade dari tiga lembaga rating dunia.
Karena itu, Presiden berharap dukungan PM Erna agar negosiasi Indonesia-EFTA CEPA (European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement) dapat diselesaikan tahun ini.
Selain bidang ekonomi, Presiden Jokowi juga meminta perhatian pemerintah Norwegia Resolusi Parlemen Norwegia tanggal 2 Juni 2017 mengenai kelapa sawit.
Menurut Presiden Jokowi, resolusi ini tidak sejalan dengan semangat kerja sama REDD+ antara Indonesia dan Norwegia, serta menafikan upaya-upaya Indonesia terkait penanggulangan perubahan iklim, perlindungan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
“Saya percaya bahwa Pemerintah Norwegia akan mendukung hubungan perdagangan yang terbuka dan fair,” ungkap Presiden.
Sektor kelautan dan perikanan juga dibahas Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut. Presiden mengapresiasi adanya peningkatan intensitas kerja sama kelautan dan perikanan antara kedua negara, termasuk dukungan Norwegia terhadap upaya pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing di Indonesia.
“Saya ingin mendorong formalisasi kerja sama di bidang ini, mencakup pemberantasan IUU Fishing, tata kelola perikanan, budidaya berkelanjutan, dan perlindungan laut,” pungkas Presiden.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (Telly Nathalia)
Bertemu Trump, Jokowi Tagih Kabar Baik Untuk Indonesia
Pertemuan Bilateral Presiden Jokowi dengan Presiden Trump, di Hamburg Messe, Sabtu (8/7) siang waktu setempat. (Ist)
Presiden Jokowi menerima kunjungan PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc, di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7). (Ist)
Pertemuan Bilateral Presiden Jokowi dan PM Erna Solberg di Hamburg Messe, Jerman, Sabtu (8/7) siang waktu setempat. (Ist)
Presiden Jokowi saat menerima PM Rutte di Hotel Steigenberger, Hamburg, Sabtu (8/7). (Ist)
HAMBURG- Di sela-sela kehadirannya pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Group 20 (KTT G20) Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hamburg Messe, Jerman, Sabtu (8/7) siang.
Dalam kesempatan itu, Presiden Trump menyampaikan rasa gembira dalam pertemuan kali ini karena Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat baik kepemimpinannya. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan banyak kesepakatan.
“Saya harap kita menjadi teman dan bisa menghasilkan banyak kesepakatan. Kita memang sudah memiliki relatif banyak kerja sama ekonomi,” kata Trump.
Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Presiden Trump memiliki banyak fans dan teman di Indonesia.
“Sehingga masyarakat Indonesia secara khusus dapat menyambut dengan baik,” tutur Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa banyak rakyat Indonesia yang akan menyambut Presiden Trump.
“Saya harap bisa membawa pulang kabar baik untuk jutaan temanmu di Indonesia,” harap Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan penghargaan atas kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence, sekitar tiga bulan lalu.
“Kami sangat mengapresiasi karena telah memberikan kesempatan Indonesia sebagai salah satu dari 4 negara yang dikunjungi di Asia dalam masa jabatan pertama anda,” tutur Presiden Jokowi.
Saat kunjungan ke Indonesia, Presiden Jokowi juga menyampaikan bagaimana Wapres Pence menggarisbawahi komitmen AS dalam memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.
“Kami menilai hal ini sangat berhasil,” pungkas Presiden Jokowi.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.
Bertemu PM Belanda
Pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte menjadi pembuka rangkaian kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu, 8 Juli 2017 di Hamburg, Jerman.
Seusai pertemuan dengan PM Rutte, Presiden Jokowi bertemu dengan para CEO di Hotel Steigenberger, Hamburg. Presiden Jokowi selanjutnya akan berangkat menuju Hamburg Messe und Congress guna mengikuti sesi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Sejumlah pertemuan bilateral akan mengapit kegiatan Presiden Jokowi di sela-sela sesi KTT G20. Diantaranya pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phucey, Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg, hingga Presiden Republik Korea Moon Jae In.
Presiden beserta rombongan dijadwalkan lepas landas menuju Jakarta sekitar pukul 18.45 Waktu Setempat (WS) atau 23.45 WIB. Diperkirakan pada Minggu petang, 9 Juli 2017, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan tiba di Tanah Air.
Bertemu PM Vietnam
Di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc, di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7).
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga mengharapkan agar perundingan delimitasi wilayah dan ZEE antara Indonesia dan Vietnam segera diselesaikan. Hal ini sangat penting untuk mencegah kembali insiden yang terkait dengan perairan laut, seperti yang terjadi pada bulan Mei 2017.
“Kami mendukung pemberantasan lintas batas, termasuk IUU Fishing. Saya mendorong agar suatu provisional arrangement untuk wilayah klaim tumpang tindih dapat dibuat sesuai dengan UNCLOS 1982,” tutur Presiden.
Isu terkait maritim lainnya, adalah maraknya pelanggaran IUU Fishing di perairan Indonesia. Menurut Kepala Negara, sudah terlalu banyak kerugian yang harus ditanggung Indonesia karena kejahatan IUU Fishing.
“Indonesia mengharapkan kerja sama Vietnam untuk memberantas IUU Fishing,” ujar Presiden Jokowi.
Terkait dengan kepemimpinan Vietnam di APEC, Presiden menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap keketuaan Vietnam di APEC.
“Terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir dalam KTT APEC bulan November 2017,” sambung Presiden.
Saat menerima PM Vietnam itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.
Bertemu PM Norwegia
Selain bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga melakukan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg di sela KTT G20 di Hamburg Messe, Jerman, Sabtu (8/7) siang.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa nilai perdagangan kedua negara pada 2016 mengalami peningkatan 40,5 persen dibanding tahun 2015. Sementara investasi mengalami peningkatan sebesar 772 persen, termasuk peningkatan investasi portofolio dari Pension Global Fund Norwegia.
“Perkembangan positif ini perlu terus kita pertahankan, atau bahkan ditingkatkan,” kata Presiden Jokowi kepada PM Erna.
Presiden Jokowi mengatakan, saat ini Indonesia telah memperoleh peringkat investment grade dari tiga lembaga rating dunia.
Karena itu, Presiden berharap dukungan PM Erna agar negosiasi Indonesia-EFTA CEPA (European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement) dapat diselesaikan tahun ini.
Selain bidang ekonomi, Presiden Jokowi juga meminta perhatian pemerintah Norwegia Resolusi Parlemen Norwegia tanggal 2 Juni 2017 mengenai kelapa sawit.
Menurut Presiden Jokowi, resolusi ini tidak sejalan dengan semangat kerja sama REDD+ antara Indonesia dan Norwegia, serta menafikan upaya-upaya Indonesia terkait penanggulangan perubahan iklim, perlindungan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
“Saya percaya bahwa Pemerintah Norwegia akan mendukung hubungan perdagangan yang terbuka dan fair,” ungkap Presiden.
Sektor kelautan dan perikanan juga dibahas Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut. Presiden mengapresiasi adanya peningkatan intensitas kerja sama kelautan dan perikanan antara kedua negara, termasuk dukungan Norwegia terhadap upaya pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing di Indonesia.
“Saya ingin mendorong formalisasi kerja sama di bidang ini, mencakup pemberantasan IUU Fishing, tata kelola perikanan, budidaya berkelanjutan, dan perlindungan laut,” pungkas Presiden.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (Telly Nathalia)

