Kamis, 23 April 2026

Waduh..! Banjir Belitung 3.737 Pengungsi, 7 Jembatan Putus

Banjir di Belitung Timur (Ist)

BELITUNG TIMUR- Banjir yang menggenang di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur telah berlangsung kira-kira 3 hari. Sedikitnya 3.737 jiwa mengungsi. Puncak banjir terjadi pada Minggu (16/7) malam. Masa tanggap darurat 18-28 Juli 2017

Posko penanganan bencana dipusatkan di lokasi dekat Bandara sekitar 15 menit dari Bandara. Sementara itu lokasi pengungsian ada di 3 titik, terdiri dari Kecamatan Manggar, Kecamatan Gantung, dan satu di Belitung Timur.

Di kota Manggar, pusat pasar mulai besok di pindahkan ke pelabuhan ASDP Manggar, sampai keadaan normal kembali. Akses jalan dalam kota, jalan provinsi rusak, bendungan air tebat gadong jebol.

7 Jembatan Putus

Kepada Bergelora.com dilaporkan, penanganan banjir yang melanda Kabupaten Belitung dan Belitung Timur terus dilakukan. Beberapa wilayah masih terendam banjir. Evakuasi dan distribusi bantuan terus dilakukan oleh tim gabungan.

Beberapa wilayah di 6 kecamatan di Kabupaten Belitung Timur terlanda banjir sejak Minggu (16/7) yang meliputi Kecamatan Simpang Renggiang (Desa Renggiang, Kecamatan Simpang Pesak (Desa Pesak),  Kecamatan Gantung (Desa Selingsing, Batu Penyu, Aik Ruah), Kecamatan Manggar, Kecamata  Damar (Desa Aik Kelik, Mempayak, Sukamandi, Balok), dan Kecamata Kelapa Kampit (Desa Mayang). Hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan menjadi faktor utama penyebab banjir. 

Distribusi bantuan terkendala putusnya jalan dan jembatan. 7 jembatan mengalami rusak parah atau putus yaitu:

-Jembatan Air Madu di Sampang Renggiang (rusak berat).

-Jembatan Bentaian  di Manggar (rusak berat).

-Jembatan Air Asam di Dendang (rusak berat).

-Jembatan Batu Penyuk di Gantung (putus).

-Jembatan Selumar di Gantung (putus).

-Jembatan Buding di Kelapa Kampit (rusak berat).

-Jembatan Penirokan di Kelapa Kampit (putus).

“Selain itu beberapa ruas jalan putus. Kondisi tersebut menyebabkan evakuasi dan distribusi logistik terhambat,” Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho lewat pesan singkat, Senin (17/7).

Untuk mengatasi kendala ini BNPB mengirimkan dua helikopter jenis MI-17 dan Bolco untuk distribusi bantuan. Selain itu BNPB juga mengirimkan bantuan logistik senilai Rp 567,4 juta.

“Bantuan berupa barang meliputi makanan siap saji, lauk pauk, sandang, selimut, karung pasir, kidware, family kit, peralatan dapur, tenda gulung dan lainnya. Bantuan dikirim melalui pesawat cargo,” lanjutnya.

Helikopter MI-17 berkapasitas besar yang mampu mengangkut personil dan logistik. Sedangkan helikopter Bolco juga dapat digunakan untuk kaji cepat, angkut personil dan logistik menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Hingga saat ini ribuan jiwa mengungsi. Data sementara terdapat 3.737 jiwa mengungsi di Belitung Timur. Pendataan masih dilakukan. (Yanti S.)

 

Banjir Belitung 3.737 Pengungsi, 7 Jembatan Putus

BELITUNG TIMUR- Banjir yang menggenang di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur telah berlangsung kira-kira 3 hari. Sedikitnya 3.737 jiwa mengungsi. Puncak banjir terjadi pada Minggu (16/7) malam. Masa tanggap darurat 18-28 Juli 2017

Posko penanganan bencana dipusatkan di lokasi dekat Bandara sekitar 15 menit dari Bandara. Sementara itu lokasi pengungsian ada di 3 titik, terdiri dari Kecamatan Manggar, Kecamatan Gantung, dan satu di Belitung Timur.

Di kota Manggar, pusat pasar mulai besok di pindahkan ke pelabuhan ASDP Manggar, sampai keadaan normal kembali. Akses jalan dalam kota, jalan provinsi rusak, bendungan air tebat gadong jebol.

7 Jembatan Putus

Kepada Bergelora.com dilaporkan, penanganan banjir yang melanda Kabupaten Belitung dan Belitung Timur terus dilakukan. Beberapa wilayah masih terendam banjir. Evakuasi dan distribusi bantuan terus dilakukan oleh tim gabungan.

Beberapa wilayah di 6 kecamatan di Kabupaten Belitung Timur terlanda banjir sejak Minggu (16/7) yang meliputi Kecamatan Simpang Renggiang (Desa Renggiang, Kecamatan Simpang Pesak (Desa Pesak),  Kecamatan Gantung (Desa Selingsing, Batu Penyu, Aik Ruah), Kecamatan Manggar, Kecamata  Damar (Desa Aik Kelik, Mempayak, Sukamandi, Balok), dan Kecamata Kelapa Kampit (Desa Mayang). Hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan menjadi faktor utama penyebab banjir. 

Distribusi bantuan terkendala putusnya jalan dan jembatan. 7 jembatan mengalami rusak parah atau putus yaitu:

-Jembatan Air Madu di Sampang Renggiang (rusak berat).

-Jembatan Bentaian  di Manggar (rusak berat).

-Jembatan Air Asam di Dendang (rusak berat).

-Jembatan Batu Penyuk di Gantung (putus).

-Jembatan Selumar di Gantung (putus).

-Jembatan Buding di Kelapa Kampit (rusak berat).

-Jembatan Penirokan di Kelapa Kampit (putus).

“Selain itu beberapa ruas jalan putus. Kondisi tersebut menyebabkan evakuasi dan distribusi logistik terhambat,” Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho lewat pesan singkat, Senin (17/7).

Untuk mengatasi kendala ini BNPB mengirimkan dua helikopter jenis MI-17 dan Bolco untuk distribusi bantuan. Selain itu BNPB juga mengirimkan bantuan logistik senilai Rp 567,4 juta.

“Bantuan berupa barang meliputi makanan siap saji, lauk pauk, sandang, selimut, karung pasir, kidware, family kit, peralatan dapur, tenda gulung dan lainnya. Bantuan dikirim melalui pesawat cargo,” lanjutnya.

Helikopter MI-17 berkapasitas besar yang mampu mengangkut personil dan logistik. Sedangkan helikopter Bolco juga dapat digunakan untuk kaji cepat, angkut personil dan logistik menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Hingga saat ini ribuan jiwa mengungsi. Data sementara terdapat 3.737 jiwa mengungsi di Belitung Timur. Pendataan masih dilakukan.

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles