JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, banyak warga Papua terutama di pedalaman masih hidup berpindah-pindah (nomaden). Menurut dia, hal tersebut menjadi satu persoalan besar bagi pembangunan di Papua.
“Persoalan paling besar di Papua terutama pedalaman, hidupnya berpindah-pindah. Kita harus meyakinkan mereka untuk settle (menetap) di suatu desa, agar kita bisa membangun dari pemerintah pusat. Karena kalau tidak menetap, kita akan sulit melakukan pembangunan,” ujarnya saat memberikan arahan kepada para pendamping desa Papua di Jakarta, Senin (29/10).
Selanjutnya, ia juga meminta Pendamping Desa Papua untuk membantu mengembangkan permukiman masyarakat Papua. Menurutnya, hal tersebut dapat dilakukan melalui program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Untuk itu ia mengajak Pendamping Desa untuk benar-benar mempelajari program Prukades dan mensosialisasikannya kepada bupati dan kepala desa setempat
“Saya minta pendamping desa untuk membantu settleman (permukiman) masyarakat Papua. Untuk pertaniannya bisa maju kita buat irigasi, kita buat embung,” ujarnya.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, menurut Menteri Eko, Papua memiliki potensi ekonomi beragam yang dapat dikembangkan tak hanya di bidang pertanian, namun juga sektor pariwisata dan kelautan. Selain itu, Papua juga termasuk daerah yang mendapat asupan dana desa dengan jumlah tertinggi.
“Di Papua jauh lebih besar dana desanya dibandingkan daerah lain. Indonesia kan ada 434 kabupaten. Sekitar 41 kabupaten terluar dan terdepan, ini rata-rata (dana desa) dua kali lipat lebih dibandingkan dana desa di desa yang lebih maju,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga meminta Pendamping Desa agar tidak menjadikan tugas pendampingan sebagai beban. Ia mengajak pendamping desa untuk membantu warga desa secara maksimal, serambi melihat peluang-peluang untuk menjadi pengusaha.
“(Pendamping desa) bisa melihat peluang dengan melihat potensi-potensi di desa. Suatu saat bisa jadi pengusaha kecil, pengusaha besar, yang saat ini membantu pendampingan, yang suatu saat bisa memberikan pekerjaan untuk masyarakat Papua,” ujarnya.(Andreas Nur)

