Selasa, 28 April 2026

BENER BANGEEET…! Suryo Susilo: Tahun Pemilu 2019, Yang Waras Pasti Jaga Persatuan Indonesia

Silaturahmi tahun baru FSAB (Forum Silaturahmi Anak Bangsa) bersama Sidarto Danusubroto, anggota Wantimpres dan Pembina FSAB, pada 15 Januari 2019 dalam upaya menjaga persatuan di tahun politik 2019 yang rawan dengan konflik. (Ist)

JAKARTA- Memanasnya suhu politik menjelang Pemilihan Presiden, April 2019 menguatirkan sebagian masyarakat Indonesia. Berbagai fitnah, kebohongan dan provokasi terus membombardir masyarakat lewat media sosial dan media massa, menguras akal sehat. Segenap masyarakat yang masih waras diminta untuk tetap menjaga persatuan Indonesia diatas semua kepentingan. Demikian disampaikan Suryo Susilo, Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (17/1).

“Ditengah memanasnya suhu politik, dibutuhkan kesabaran. Semoga yang masih waras mampu menjaga persatuan Indonesia. Itu diatas segalanya. Kami sangat prihatin dengan semakin memanasnya suhu politik menyongsong Pemilu 2019,” demikian disampaikan Suryo Susilo, Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada Bergelora.com usai bersilaturahmi dengan Pembina FSAB, Sidarto Danusubroto sebelumnya, Senin (15/1).

Ia mengingatkan, belum selesai dengan masyarakat yang ‘terbelah’ akibat Pilkada tahun 2017, terurama Pilkada DKI Jakarta, keterbelahan masyarakat makin luas dan pertentangan makin tajam dengan hiruk pikuk kampanye yang sedang berlangsung.

“Kita bisa rasakan di akar rumput, termasuk diberbagai sosial media. Tidak sedikit yang saling menyerang dan saling ‘melecehkan’ sehingga mengganggu keharmonisan hubungan antar masyarakat. Kalau situasi seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat akan terjadi konflik,” demikian diingatkan Susilo.

Susilo menambahkan, perbedaan pendapat dan pilihan silahkan saja, tetapi persatuan bangsa harus lebih diutamakan. Mari kita kembali ke asas Pemilu yaitu ‘langsung, umum, bebas dan rahasia’ serta ‘jujur dan adil’.

“Biarlah pilihan terhadap calon tetap menjadi ‘rahasia’ masing-masing dan tidak perlu dipaksa untuk dukung mendukung, apalagi diajak untuk serang menyerang,” katanya.

Menurut Susilo, perlu kesadaran yang sungguh-sungguh dari elit politik untuk menahan diri dengan pernyataan-pernyataan yang bisa lebih memanaskan suhu politik. Bagi elit politik, mungkin sudah terbiasa hari ini saling menyerang lawan politik, besoknya minum kopi bersama seperti tidak pernah terjadi apa-apa, tetapi bagi masyarakat di akar rumput kondisinya berbeda.

“Bisa jadi sudah terlanjur ‘bentrok’ dan timbul korban, yang mengakibatkan rasa antipati diantara yang berbeda pilihan,” katanya.

Deklarasi Pemilu Damai harus sungguh-sungguh harus bisa diwujudkan dan dijabarkan secara luas oleh seluruh “tim sukses” sampai ke tingkat pelaksana kampanye yang paling bawah.

“Karena tidak berguna menang Pemilu tapi Bangsa Indonesia terpecah. Luka sisa Pemilu tentu tidak cepat hilang,” tegas Susilo. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles