JAKARTA- Pilihan Presiden Jokowi untuk menugaskan Mayjen dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) sebagai Menteri Kesehatan sudah tepat, karena Dr Terawan dikenal inovatif dan dikenal melayani pasien-pasiennya dengan sabar. Hal ini disampaikan Amida Sari, Ketua Forum Bidan Desa (Forbides) Sukabumi, Jawa Barat kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (23/11).
Bidan Desa ini berharap dokter terawan dapat segera mengaktifkan kembali Posyandu dan Desa Siaga di seluruh Indonesia sebagai ujung tombak kesehatan di masyarakat. Karena menurutnya, Posyandu sebulan sekali adalah cara yang paling dekat dengan masyarakat untuk memantau berbagai persoalan kesehatan masyarakat di desa-desa khususnya di daerah terpencil dan terisolir.
“Dengan posyandu petugas kesehatan khususnya bidan akan memeriksa kesehatan masyarakat. Khususnya ibu hamil, penimbangan bayi, dan memantau penyakit menular. Tanpa Posyandu, pemerintah tidak akan bisa mengetahui situasi real kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Amida juga menjelaskan selain Posyandu, desa siaga perlu diaktifkan agar masyarakat ikut serta menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat desa. Apabila forum-forum desa siaga aktif maka, rakyat akan ikut serta memantau ibu hamil, penyakit menular dan gizi buruk.
“Pertemuan Desa Siaga meringankan kerja petugas kesehatan karena masyarakat akan melaporkan ke bidan atau puskesmas terdekat apabila ada masalah kesehatan di masyarakat.
“Kalau ada rakyat sakit atau ibu menjelang melahirkan, maka masyarakat yang aktif di desa siagalah yang akan segera membawa pasien ke bidan atau puskesmas atau rumah sakit terdekat. Desa siaga juga memantau dan melaporkan jika ada gizi kurang atau gizi buruk. Sehingga kedepan tidak ada lagi stunting,” jelasnya.
Amida mengingatkan mengapa angka stunting sempat melonjak beberapa waktu lalu disebabkan Posyandu dan Desa Siaga tidak lagi aktif, sehingga menyulitkan pemantauan kekurangan gizi pada masyarkat.
“Sehingga menyebabkan stunting pada waktu anak dewasa. Kalau sudah begini penanganannya sudah sulit dan mempengaruhi kualitas hidupnya dimasa depan,” ujarnya.
Kebanyakan Posyandu tidak bisa aktif lagi karena bidan-bidan yang ditugaskan untuk membina Posyandu kebanyakan tidak memiliki dana operasional. Demikian halnya dengan Desa-desa siaga yang tidak lagi aktif, karena Kementerian Kesehatan sudah tidak lagi melihat Desa Siaga sebagai program yang penting dibidang kesehatan.
“Tugas dokter Terawan cukup berat. Tapi semua tenaga kesehatan akan mendukung penuh semua upaya dokter terawan untuk memperbaiki Sistim Kesehatan Nasional untuk meningkatkan kualitas kesehatan SDM Indonesia,” ujarnya. (Web Warouw)

